Yusuf Mansur

Al Kahfi (2)

Al Kahfi

 

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Awlloohumma sholli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa Aali Sayyidinaa Muhammad wa ash-haabihii wa ummatihii ajma’iin.

“… Lagi gelap nih…”

Begitu suka kita dengar dari orang lain. Atau bahkan dari diri kita sendiri. Menggambarkan suasana hidup kita yang gelap. Buntu. Ga tau mau gimana. Ga tau mau kemana. Ga tau mau ngapain. Ngerjain apa-apa mentok melulu. Ga ada harapan. Kelihatannya pesimis sama ni hari, apalagi besok dan masa depan. Banyak ruginya. Bangkrut. Lagi punya persoalan. Lagi punya banyak masalah. Sehingga ga bisa mikir. Lagi merasa putus asa. Lagi merasa kecil. Lagi merasa orang lain koq kayaknya lebih beruntung, lebih baik. Lagi merasa mati adalah lebih baik. Lagi ada yang dirasa mengecewakan. Atau banyak kecewanya. Lagi tersudut. Dan lain-lain hal dari kalimat sejenis.

Bila iya, udah coba diterangi dengan Al Qur’an? Kan gelap? Coba aja terangi dengan Al Qur’an. Pikiran jadi terang. Otak jadi terang. Hati jadi terang. Rizki jadi terang. Masalah jadi terang benderang. Penyakit jadi terang. Jadi ketauan apa penyakitnya. Ga gelap lagi. Dan obatnya pun jadi terang. Kelihatan. Sebelumnya gelap. Ga kelihatan.

Yaa-ayyuhannaasu qod jaa-akum burhaanummirrobbikum wa anzalnaa ilaikum nuurommubiinaa.

Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian semua keterangan yang jelas dari Tuhan kalian semua, dan Kami turunkan kepada kalian semua Cahaya (Al Qur’an) yang terang benderang.

(An Nisaa: 174).

Caranya bagaimana…? Baca selanjutnya

Exit mobile version