• home ym com


Ampunan Allah


Pernah dimarahin orang yg di atas kita? Bahkan tidak disenangi? Dan dimusuhin? Repot. Sungguh repot. Apalagi bila kedudukan orang itu, sungguh jauh di atas kita. Punya wewenang, kekuasaan, harta, jaringan yang luas, orang hebat, orang yang disegani, orang yang ditakuti. Wuaaaahhh… Jangan sampe dah. Berurusan dengan orang ini.

Nah, apalagi sama Allah?
Maka bila kemudian ada kabar, kita diterima lagi orang itu, kita bisa diterima balik bekerja, berusaha, bisa dimodalin lagi, bisa diberi kesempatan lagi, bisa kembali ke habitat kita, bahkan tanpa hukuman, sangsi, atau denda… Sungguh ini surga dunia.

Sekali lagi, apalagi sama Allah?

Hadits ini juga diriwayatkan oleh imam Abu Dawud dengan lafazh : « مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ». ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ (وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ) إِلَى آخِرِ الآيَةِ. Tidak ada seorang hamba pun yang melakukan dosa, lalu dia bersuci dengan baik selanjutnya berdiri lalu melakukan shalat dua raka’at, kemudian memohon ampun kepada Allah, kecuali Allah pasti akan mengampuninya. Kemudian beliau n membaca ayat (yang artinya), “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah…”, sampai akhir ayat 135.

Baca selanjutnya

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.