Aslinya Saya Tidak Perlu Klarifikasi

Hoax

Aslinya sih saya ga perlu klarifikasi-klarifikasi begini. Asli ga perlu. Jika kita senang hati aja disangka apa aja, ya ga masalah. Jika kita selow aja, kalem aja, cool aja, santuy aja, dikatain apa aja, ya tidak apa juga. Reaksi pun, doa aja, senyum aja.

Terus kenapa dinaikin? Di-upload? Hehehe.

Tergantung. Niatnya apa? Jika niatnya bela diri, malah salah. Ngapain juga bela diri? Kan kudu pake seragam dan latihan. Bela diri perlu guru juga. Hahaha.

Jika niatnya menyelamatkan orang-orang biar pada ga dosa? Barangkali masih oke.

Jika niatnya menyelamatkan orang biar ga buruk sangka? Ya barangkali klarifikasi-klarifikasi masih oke.

Tapi jika bela diri. Apalagi ada es mosiiiiiii… Mending jangan! Tambah rame aja.

Gak apa-apa banget disangka ini itu, disebut ini itu, diledek ini itu.

Fokus aja ke kerjaan-kerjaan, program-program dan pewujudan impian-impian.

Jangan disibukkan dengan bales-bales dan bereaksi yang jelek.

Persepsi orang, biarkan saja. Doakan saja semua. Doakan yang baik-baik.

Periksa hati semua. Jangan sampai senang kalau ada sahabat, kawan, saudara yang salah. Jangan malah kegirangan.

Justru harusnya kita doakan jika ada yang jatuh ke dalam kesalahan dan keburukan. Harus ada sifat kasih, sifat sayang.

Mohon maaf ya, namanya tidak ditutup. Ini sebagai salam juga dari saya.

Termasuk yang me-WA saya dengan langsung ngegas. Hehehe.

Itu namanya kendaraannya masih cakep. Gasnya masih bisa kenceng. Semoga remnya bisa diaktifkan.

Editan Orang

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: