Atas Nama Cinta (2)

 

 atas nama cinta

 

“Ro, ente tahu iklan kan?” tiba-tiba Kadir bertanya. “Lihat, tak bosen-bosen si produsen menjejali otak kita tentang keunggulan barang dagangannya. Walaupun mungkin barangnya tidak sebaik seperti yang diiklankan. Kenapa? Karena dia tahu manusia itu pelupa. Begitulah sifat manusia. Dia perlu diingatkan berkali-kali. Masalahnya, manusia itu tidak setiap waktu dapat menerima sesuatu dengan baik. Ada banyak hal lain yang mempengaruhinya. Kita tidak pernah tahu kapan sebuah pesan atau suatu peristiwa menyentuh kesadaran. Ia bisa jadi pagi, siang atau sore. Ia bisa jadi saat salat, ketika jalan-jalan, ketika memanjat pohon, saat main petak umpet atau bahkan ketika, maaf, sedang di toilet.”

Bersyukurlah masih ada orang-orang yang tidak bosen-bosen mengingatkan. Kita harus berterima kasih kepada para dai, kepada para penutur keagamaan itu, kepada para penulis. Kepada pengeloka tv, radio, koran, majalah, situ-situs online dan sebainya. Mereka layak mendapat penghargaan kita.

Dan, menariknya, Baca selanjutnya

Mungkin Anda juga menyukai

3 Respon

  1. Medina People berkata:

    Assalamualaikum, rekan-rekan sesama jemaah Ustadz Yusuf Mansur
    Kalau berkenan silakan mampir ke blog kami untuk menjalin silaturahmi dengan team Multi Media YM.Channel ini. Dalam beberapa hari kedepan kami akan berbagi cerita tentang proses di balik layar dari pembuatan video-video dan buku-buku yang dipublikasikan di akun-akun Ustadz Yusuf Mansur

    https://medinaavenger5.wordpress.com/

  2. Paytren Dahsyat berkata:

    Subuhanallah dengan “CINTA” yang berat jadi ringan, yang jauh jadi dekat, yang sukar jadi mudah. sungguh dahsyat dan luar biasa.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: