• home ym com


Bahasa Universal

Wie geht es Ihnen?

@kikineney: @Yusuf_Mansur es geht mir nicht so gut, ustadz” ( warum? werden Sie mir sagen? )

@rinii_nie: @yusuf_mansur Alhamdulillah sehr gut danke ustadz :)” (alhamdulillaah..
Bitte betet für mich und Indonesien…)

@kikineney: zurzeit hab ich viele Probleme… ( kommen zu Allah und sprechen Sie mit Allah. nur Allah kann Ihr Problem lösen. )

“@YACHYAaja: Bei mir, wegen des geringen Geldes… ( Geld ist nicht alles. glaube nicht, dass Geld ist immer gut für Sie.. )

“@yayukazwar: @Yusuf_Mansur Sie sprechen aber gut Deutsch.. Super !” (he he he… danke… danke… danke…)

***

Bahasa-bahasa dunia mah deket-deket aja. Coba perhatikan … welcome … welcom … … welkom … wilkommen … makin jauh baru deh makin beda. apa, ape, opo… kalo di eropa, udah 3 negara nih. di Indonesia, cuma beda propinsi aja. saking gedenya.

Dari berbagai bahasa dunia, ada 2 yang universal. Bahasa Al Qur’an dan Bahasa Arab. Salam contohnya, sedunia, satu saja. Asalaamu’alaikum…

bahasaLebih dahsyat lagi di Masjidil Haram. Coba lihat, jutaan orang, hanya dikomando oleh 1 orang saja, langsung rata shafnya, bagus barisannya. Komandonya dengan 1 bahasa saja, untuk jutaan orang dari berbagai bangsa & beragam bahasa.Segitu berisiknya, hiruk pikuk, jutaan loh, dengan segala aktifitas dan percakapannya … begitu 1 orang, yakni imam, mengucap takbir, langsung rapih.

Upacara di istana manapun, petugasnya pasti banyak. Ini nyaris ga ada yang ngatur-ngatur. 1 takbir, semua takbir. 1 ruku semua ruku… Amazong doh.

Shalat berjamaah, apalagi di masjid super besar super luas kayak Masjidil Haram, bikin geleng2 kepala komandan tentara manapun. Bagaimana 1 bahasa universal di dalam shalat, bs dimengerti dan menyatukan semua bangsa… Allahu Akbar.

Inilah pesan moral dari tulisan hari ini… bukan bahasa jermannya. tapi soal pesan tentang sebuah bahasa universal.

good night… Gute Nacht… gud nait… selamat nait… lailah sa’iidah…

@Yusuf_Mansur

You may also like...

6 Responses

  1. Assalammualaikum pak ustad,
    Hampir setiap hari saya melewati pesantren pak ustad setiap kali saya akan pergi dan pulang bekerja, setiap melewati pesantren pak ustad, keluar keinginan saya untuk bekerja di pesantren bapak, agak saya bisa bekerja sambil mencari ilmu, dan memakai jilbab dan pakaian muslimah, karena di kantor saya saat ini,ada peraturan pelarangan memakai jilbab pak, saya sedang berusaha untuk mencari pekerjaan yang lebih baik untuk tetap bisa membantu kedua orang tua saya, mohon pencerahan pak, terima kasih. Wassalam

  2. Samsul Komar says:

    Subhanallah… iye yeh… kebuka pikiran nih

  3. puji lestari says:

    Subbhanallah,,,

  4. Lintas says:

    Bener ustadz, tapi kenapa ya umat islam gak pernah bisa nyatu pasti beda mulu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.