Yusuf Mansur

Bawa ke Doa

 

 

Kita-kita tuh apa-apa seperti tinggal makan. Padahal di balik sepiring nasi dengan lauknya, plus minuman teh nya, begitu hebat mata rantai di baliknya.

Doain saya dan kawan-kawan PPPA. Jadi doain donator-donatur yang berkhidmat untuk Al Qur’an. Tiap-tiap habis shalat fardhu dah. Titip doa. Sekalian buat Indonesia dan dunia.

Doain pula yang ga demen sama Islam, yang ga suka sama orang-orang Islam, agar Allah lembutkan hatinya dan malah berbalik jadi pejuang-pejuang Islam walmuslimin.

Saya doain juga yang ga bisa sedekah, supaya bisa sedekah. Yang sedekah dikit, bisa sedekah banyak. Sehingga lebih banyak lagi yang dapet keberkahan rizkinya.

Jawab juga segala kegelisahan, dengan mendekatkan diri ke Allah, ke Qur’an, ke Nabi, dan Sunnah-sunnahnya. Segala ujian yang ngegoda ummat Islam, sebab kita nya jauh kali.

Gelisah tentang negeri? Gelisah tentang presiden, dan pemerintahannya? Gelisah tentang segala kebijakan dan potensi masalahnya? Bawa doa. Bawa doa. Bawa doa.

Termasuk gelisah tentang dunia ustadz, dunia kyai, dunia Islam itu sendri secara umum. Kegeliaahan apa aja yang sifatnya juga umum. Ya, bawa ke doa.

Dan sebaik-baiknya kegelisahan, tentang diri sendiri. Deket ama dosa, jauh dari Qur’an, masjid. Seneng harta, susah sedekah. Dan lain-lain yang kayak gitu-gitu.

Banyak-banyaklah juga baik sangka. InsyaaAllah semua toh sepengetahuan Allah. Apapun pasti juga seizin-Nya. Mesti nanti ada hikmah-Nya.

Exit mobile version