• 2-iklan BYM

  • 4-banner-sto

  • home ym com

  • Tahfizh Camp artikel

  • 8ac0a7a2-b1f7-43d2-998d-1ef08bc4e4a4

  • sedekah online
  • sedkah produktif

Bela Allah, Bukan Bela Diri

@haya.azzamunnisa membela diri karena memang benar (tidak bersalah) bukan berarti itu suatu bentuk tidak berbaik sangka, bukan? Tapi memang kebenarannya seperti itu. Mengungkap kebenaran. Dan khusnudzon itu jangan sampai menghalangi diri dari mengungkap kebenaran. Dinyatakan bersalah padahal tidak bersalah lalu terima saja

Gini…
Pastikan segala langkah, bukan karena nama kita. Tapi nama Allah. Allah yang kita bela. Kalo nama yang kita bela, perjuangan ga akan berarti.

Pastikan, tanpa kemarahan, kejengkelan, kekeselan, kesebelan, pribadi. Harus juga karena Allah. .

Nah, saya belum bisa. Karena itu, saya banyak diam. Diam dalam urusan disangkakan. Sebab saya ga pengen bela diri. Pengennya bela Allah. .

Ujian itu bukan hanya di perilaku orang saja, terhadap kita. Tapi ujian itu juga adalah gimana sikap dan reaksi kita? Saat melihat, mendengar, menyaksikan, mendapatkan kelakuan orang. Dan pasca atau setelahnya.

Sepanjang yang diserang adalah nama sendiri, dan nama sendiri benar-benar ga ada kemuliannya, ya saya pikir, ga ada kewajiban sama sekali harus dibela. Malah dengan cara itu, itulah dibersihkan. Allah pake mulut dan tangannya orang2 u/ membersihkan. Lewat fitnah dan ghibah.

Fitnah adalah sesuatu yang ga benar, tapi disangkakan. Apalagi sampe nyebar. Dan ngajak2 orang u/ berpikir dg kerangka pikiran yg dibentuk berdasarkan fitnah.

Ghibah, adalah sesuatu yg bisa jadi yang diomongkan dan ditulis, sesuatu yang benar. Tentang kejelekan dan keburukan yang dibuat oleh orang lain. Tapi juga disebar sebagai sebuah kejelekan dari upaya menjelekkan, menghinakan, menikmati ketidakbenaran orang lain, kesalahan orang lain, keburukan orang lain.

Dua-duanya hanya memperberat pelakunya. Ke yang difitnah dan dighibah, malah diuntungkan. Apalagi sampe menasional. Itu namanya pembersihannya nasional juga. Dan yang ngangkat derajatnya, juga nasional. Keren. Banget malahan. Sedang sumber dosa awal? Hiiiiiiiiiiii… Ngeri.

Jangan ikut-ikutan memfitnah. Jangan ikut-ikutanan mengghibah. Apalagi jadi mata rantai lanjutan kepada yg lain. Sayang amal. Ilang. Harus diserahkan. Harus pindah. Kepada yang difitnah dan dighibah. Dan dosanya, nambah, dengan tambahan berupa dosa yang diomongin dan ditulis. Impact ke hidup dan kehidupan, ga ada berkah-berkahnya. Asli rugi.

Sebaik2nya jika melihat keburukan dan kesalahan orang lain? Tutup. Nasihati. Dan doakan. Jika kwn2 bersembunyi di balik: menegakkan kebenaran? Benarkah? Ga pake nafsu? Tanya diri. Tanya hati. Pasti tau. Apalagi kalo sampe menikmati. Met maghriban buat Jkt dan sekitarnya.

Silahkan buat yang mau melangkah.

You may also like...

3 Responses

  1. Bismillaahirrahmaanirrahim.
    PAYTREN adalah PROYEK transaksi digital yg dibangun Ustad Yusuf Mansur,
    *BERBISNIS SAMBIL BERSEDEKAH*
    DAFTAR DI
    http://trenidigital.com/eddy86

    SMS; 081294269850
    WA : 0895345959499
    BBM : D76E41D7

  2. dakwah says:

    setuju, kita marah kalau agama yang dinodai, kalau diri kita yang dinodai, kia maafkan.

  3. zaldy novial says:

    Bismillaahirrahmaanirrahim.
    PAYTREN adalah PROYEK transaksi digital yg dibangun Ustad Yusuf Mansur,
    *BERBISNIS SAMBIL BERSEDEKAH*
    DAFTAR DI
    http://leadertreni.net/zaldynovial

    WA : 08127835310
    BBM : DAB04212

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.