Belajar Bersyukur

10,685 Views

Jangan butakan mata kita. Hanya sebab satu dua keinginan yang tidak tercapai, lalu kita menjadi manusia pengeluh, yang terhambat sebab fokusnya hanya pada kekurangan.

Mata kita selalu terbiasa melihat kekurangan. Ini yang biasanya terjadi, selalu dan selalu yang kita lihat kekurangan. Padahal Allah berfirman,

“Dan janganlah engkau tujukan penglihatanmu kepada yang Kami beri kesenangan dengannya berbagai golongan dari mereka berupa perhiasan dunia, supaya Kami menguji mereka padanya, sedang rezeki Tuhanmu lebih baik dan kekal.” (Thâha: 131).

Orang yang tinggi melihat bahwa ia kurus. Orang yang pendek melihat betapa enaknya bila bisa bertambah tinggi 5-10 cm. Yang punya TV 14” kepingin mempunyai TV yang 21”. Yang punya rumah tipe 36 kepingin tipe 72, di huk lagi. Yang punya mobil satu, pengen dua. Teruuuus begitu….

Tidak salah memang punya keinginan. Namanya saja manusia. Tapi sudahkah kita syukuri apa yang sudah kita terima?

Ini pertanyaan yang harus kita pertanyakan kepada diri kita. Jangan-jangan yang ada saat ini pun belum kita syukuri, lalu kita sudah kepengen ini dan itu sebagai tambahannya.

Jadilah kita manusia yang tidak pernah terpuaskan dahaga keinginannya. Kalau sudah begini, andai penyalurannya tepat, yakni lebih giat berusaha dan lebih cermat menangkap peluang, mungkin positif hasilnya.

Tapi andai salah penyalurannya, misal mencari jalan pintas, maka bisa ditebak, keinginan tersebut menjebak dia pada situasi kehidupan yang bermasalah. Ibaratnya, ia berenang di kolam yang tak bertepi.

Kehidupan itu indah koq kalau dijalani dengan kebersyukuran. Apa yang ada di sekeliling kita, kita nikmati dulu sebagai pemberian Allah Yang Maha Baik. Keinginan dipasang, tapi tidak menjadi pasung yang mengharuskan kita memenuhi keinginan itu dengan membabi buta, oke…?

Berterima kasihlah pada Allah atas segala kebaikan-Nya, pasti Allah akan berkenan memberikan tambahannya. “… Jika kamu bersyukur, niscaya akan Kutambah nikmat-Ku padamu, tapi jika kamu lupa akan nikmat-Ku, ingatlah akan azab-Ku yang pedih.” (Ibrâhîm: 7). Dan salah satu cara berterima kasih itu, adalah menerima apa adanya dan mau berbagi.


Article written by Admin

13 Responses

  1. Faisal
    Faisal January 29, 2013 at 1:39 am | | Reply

    Subhanallah..
    Kita selalu ingin nambah.. dan nambah apa yg sebelumnya ada sama kita. Seharusnya kita bersyukur dulu dan bersyukur setiap detik, nafas pun nikmat dari Allah yang sangat luar biasa..
    Artikel diatas sungguh menjadi pengingat bagi kita semua, bagi hamba-hamba Allah yang mau berfikir..

  2. Risdianto
    Risdianto January 29, 2013 at 1:41 am | | Reply

    Boleh lihat keatas tp harus sering lihat kebawah…

  3. singgih
    singgih January 29, 2013 at 1:52 am | | Reply

    SubhanAlloh

  4. updatebbm
    updatebbm January 29, 2013 at 2:00 am | | Reply

    Subhanallah…

    Terima kasih pencerahannya.. izin share ya pak Ustad

  5. Afrahul Fadhilah
    Afrahul Fadhilah January 29, 2013 at 2:09 am | | Reply

    Subhanallah…trima kasih Ustaz Semoga kita termasuk orang2 bersyukur setiap saat,dalam keadaan bagaimanapun tetap Bersyukur pada Allah.amiin.

  6. arief
    arief January 29, 2013 at 4:05 am | | Reply

    Subhanallah…terimakasih ya allah…atas nikmat yg kau berikan

  7. SITI WARSITI
    SITI WARSITI January 29, 2013 at 4:15 am | | Reply

    Alhamdulillah…wasyukurillah..sangat menyejukan Ustad…

  8. dewi yana
    dewi yana January 29, 2013 at 5:08 am | | Reply

    Kak Yusuf, sepertinya memang ada dari kita yang memang sering bingung terhadap nikmat yang belum ada, sebenarnya nikmat yang belum ada kan.. bukan urusan kita, itu hak mutlak Allah. kalau kita terus menerus memusingkan nikmat yg blum ada, bisa2 kita malah jadi hamba yg gak bersyukur thd smua nikmat dan karunia, pemberianNya yg sdh ada dan bisa jadi penyebab kita kehilangan nikmat yang sdh ada, (spt ayat yg Kakak kutip di atas QS. Ibrahim: 7). Betapa zalimnya manusia, bergelimang nikmat Allah tetapi kurang bersyukur padaNya “Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).(QS. Ibrahim: 34).

  9. lisdi
    lisdi January 29, 2013 at 6:55 am | | Reply

    Amin..subhanallah..terima kasih..menyentuh bngt..skaligus jd reminder buat selalu bersyukur

  10. ditya
    ditya January 29, 2013 at 7:49 am | | Reply

    pabila kita menyadari dan pahami… siapa kita?? kita sebagai apa?? tujuan kita apa / kemana?? ……pantaskah kita untuk tidak mensyukuri dan merasa memiliki / sombong atas nikmat Allah Pemilik segala ??!

  11. tugas.hertanto
    tugas.hertanto January 29, 2013 at 11:12 am | | Reply

    Alhamdulillah hirobbil’alamiin…Yaa ALLOH …atas segala nikmat yg telah kau berikan…

  12. Nina Siti Nurhasanah (@ninasn)
    Nina Siti Nurhasanah (@ninasn) January 30, 2013 at 1:17 am | | Reply

    Subahaanallaah walhamdulillaah walaa ilaaha illallaah…

  13. edi
    edi January 30, 2013 at 3:20 am | | Reply

    Terimakasih ustad atas wejangan’a, saya seperti di tampar

Please comment with your real name using good manners.

Leave a Reply

facebook like