Yusuf Mansur

Bohong

 

Ilustrasi orang berbohong

Oleh Ustadz Jameel

Assalamualaikum wr. wb.

Kawan-kawan yang dirahmati Allah, kalau kita beli sesuatu pasti seneng banget, karena yang kita beli itu memang mungkin ada yang diarep sekian bulan atau sekian minggu. Tiba-tiba sampai di rumah apa yang kita beli tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Artinya apa? Ada sesuatu yang mungkin tidak sesuai dengan apa yang dipromokan. Kira-kira seneng ga kita?

Saya yakin ga seneng. Saya yakin kita ga ridho dan lumayan gondhok (bahasa anak sekarang). “Hah gimana nih?” Subhanallah. Demikian juga, kelihatannya kita ga boleh berbuat demikian. Kalau kita digituin saja ga seneng, maka sejatinya kita ga boleh dong, dalam berbisnis, dalam jualan, dalam berpromo melakukan hal-hal yang memang kita sendiri saja ga seneng apalagi Allah. Berbohong dalam berpromo.

Dan perlu kita ketahui juga bahwa Rasul mengatakan,

“Kepalanya dosa-dosa itu adalah bohong.”

Artinya kalau kita sudah melakukan sebuah pembohongan maka dosa-dosa yang lain boleh jadi akan ngikut. “Hah biasa itu.” Padahal kita anggap sepele, memang sepele, tapi efeknya luar biasa.

Kalau ada orang yang kemudian tertipu. Lalu orang yang tertipu dengan promo kita, dia tidak ridho. Satu, kita aja udah ga dapet ridhonya manusia dan ridhonya Allah. Yang kedua, apalagi sampai dia berdoa, posisinya dia kan didzolimi sama kita. Dan doa orang yang didzolimi itu dengan Allah itu ga ada batas.

Hati-hati dengan orang yang dizolimi. Karena sesungguhnya ga ada batas, tidak ada jarak doa dia dengan Allah. Andai saat itu dia berdoa. “Ya Allah saya dikecewakan. Ya Allah saya ga seneng dengan produk ini karena saya telah dibohongin. Wah garansi segala macem tapi ternyata bohong. Ya Allah bikin bisnisnya hancur.” Mau apa kita? Kalau orang udah doanya seperti itu. Satu orang, tambah sepuluh orang, seribu orang yang kita bohongin. Naudzubillah.

Mestinya bahwa kejujuran adalah nomer satu dalam kita berbisnis. Rasulullah SAW memberikan kita nasihat dipenghujung kalimat saya.

Hendaklah kita berlaku jujur karena sesungguhnya kejujuran itu menunjukkan kepada satu kebajikan dan kebaikan. Dan sesungguhnya menunjukkan kita kepada surganya Allah SWT.

Boleh jadi surga dalam berbisnis itu di dunia dan yang lebih utama adalah surga nanti di Yaumul Kiyamah.

Wassalamualaikum wr. wb.

 

(Sumber gambar: www.thesalesside.com)

Exit mobile version