• 2-iklan BYM

  • 4-banner-sto

  • home ym com

  • Tahfizh Camp artikel

  • 8ac0a7a2-b1f7-43d2-998d-1ef08bc4e4a4

  • sedekah online
  • sedkah produktif

Buah? Atau Ujian?

 

 uym 15

 

Ada sahabat saya yang perusahaannya dan perusahaan ayahnya bermasalah. Punya hutang banyak, proyek ga pada cair tagihannya, ada fitnah, dan lain-lain. Berikut ini jawaban saya. Barangkali berguna buat kawan-kawan semua:

“Coba Sodara pelajari Qur’an, pelajari lagi hadits. Khususnya yang membahas sebab-sebab kejatuhan, kesulitan, dan sebab-sebab tertahan rizki di wisatahati.com, kuliahonline.com, santritahfidz.com, buku-buku saya, cd-cd saya, dvd-dvd saya, program di ANTV, banyak juga bicara itu. Pelajari kuliah tauhid. Jangan cuma menyebut sebab-sebab “dunia” sebagai penyebab kejatuhan, kesulitan, kesusahan.

Salah satu Kuliah Tauhid, menyebut sebab itu bisa ditimbulkan Allah darimana saja yang Allah Kehendaki. Bisa dari penipuan yang dilakukan oleh kawan sejawat, dan lain-lain. Untuk ayah sodara, juga demikian. Bisa jadi ada kesalahan lain yang dibuahkan di urusan sekarang ini. Jika tidak ada kesalahan di perusahaan, atau di ayah, maka itu sifatnya ujian. Jika ada, itu namanya azab. Buah dari kesalahan.

Jalannya adalah bertaubat dan memperbaiki ibadah. Ini prinsip umum dalam semua urusan dunia. Sebab dunia ini ada yang memiliki, Yakni Allah. Bila kita “menyakiti” Pemilik Dunia, “lalai” terhadap apa yang diinginkan Pemilik Dunia, tidak mau ibadah yang benar: shalat tepat waktu, berjamaah, tidak mencintai ibadah-ibadah sunnah, jarang sekali baca Al Quran, sedikit sedekahnya, jauh dari berjamaah di masjid, jauh dari lisan berzikir, maka kemungkinan memang hidup akan bermasalah.

Gampang koq, taubat aja dan perbaiki ibadah. Jangan lupa, banyak-banyak doa juga. Geber dah taubat, perbaikan diri, dan doa dalam 40 hari pertama, tar terusin lagi 40 hari ke-2, ke-3, ke-4, dan seterusnya. InsyaAllah bakal terang lagi segala urusan. Pertaubatan lakukan yang paling gampang: shalat taubat, kapan saja, 2 rokaat, terus bikin pengakuan salah sama Allah, doa minta ampun, dan perbanyak istighfar. Doa saya menyertai antum, ayah, dan semua yang terkait (juga yang baca jawaban ini di kemudian hari). Oh ya, upayakan perbaikan menyeluruh ya. Artinya, meliputi siapa aja yang terlibat dengan Saudara dan  ayah. Syukran.

You may also like...

28 Responses

  1. Khanza Aulia says:

    Mantap sekali tausiyahnya ustadz. Semoga Allah senantiasa memberikan rahmatNya kepada kita semua. Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.