Cara Mendapatkan 300 Milyar Ala Yusuf Mansur

Cara mendapatkan 300 Milyar Ala Yusuf Mansur

Cara Mendapatkan 300 M

Kacamata udah “laku” ya. Udah ada yang ambil 300 Juta! Siapa? Saya sendiri juga, bwahahaha.

Ya saya kan nawarin dituker 300 Juta juga dengan keperluan asrama. Asrama sendiri, sudah ngabisin juga sekitar 6 M berikut tanah. Dan ga ada juga duit sedekah di sana. Demen aja bangun-bangun. Nanti yang kelola Daqu. Daqu jadi lembaga yang saya percaya.

Dari awal saya bilang ke Allah, saya pengen jadi donatur terbesarnya Daqu. Ya, kita sama. Sama-sama donatur. Bedanya, saya ikut kerja.

Cerita ini, berbagi. biar pada semanget bersedekah.

Saya ada urusan 300 M. Dengan men-takeover 300 juta ini, yakin sekali, 300M bisa beres. Izin Allah.

Dulu, sejak 1999, dapet duit berapa aja, relatif saya ga bawa ke rumah. Pamit sama istri dan mertua. Biar di rumah, dijamin Allah. Dan ya mertua bantu dengan dagang-dagang mie ayam, ngewarung dan lain sebagainya. Duit hasil saya, pokoknya sedekaaaaaaaaaaaaaaaahhhh aja. Saya dulu tukang fotokopi, dagang asongan es, jadi penjaga toilet, tukang potong ayam, tukang anter-anter ayam, dan lain sebagainya. Sehari bisa Rp.7.000 sampai dengan Rp.20.000. Ini yang di-jedar jederin sedekah.

Ga taunya, 2006 pertengahan, jadi bintang iklan Bank Muamalat. Mereka membayar 2 M. Pajak ditanggung Muamalat. Dan anehnya, saya ga pernah difoto, direkam, atau apa untuk keperluan iklan. Utang 1,4 M, selesai. 600 jutanya kemudian saya tanya istri, di 2006 itu. Mau bangun rumah, bisa. Mau beli mobil, bisa. Apa lagi? Bisa. Ini 600 juta. Tapi istri saya bilang, “Enolin aja…”

Jadilah kemudian kami ngenolin. Alhamdulillaah, 2007, kontrak dengan Trans TV, 9 M. Trans TV bayar per tahun, 1,8 M. Dan ya terus aja ngehajar sedekah.

Cerita ini semoga menginspirasi juga.

Cara Mendapatkan 300 Milyar

Lima tahun terakhir, situasi keuangan jadi Pekerjaan Rumah dan tantangan banget-banget. Khususnya tiga tahun terakhir. Wabil khusus, satu setengah tahun terakhir. Kayak mati lampu. Tapi rizki lain, begitu banyak. Nah, semoga sedekah 300 juta untuk keperluan asrama, membuka rizki 300 M dan kemudian jadi 300 T, per bulan, hehehe. Sepanjang umur. Supaya benar-benar bisa bangun, bikin, ngembangin rumah tahfizh di seluruh desa di seluruh dunia. Bukan buat perkaya juga. Udah kaya, hehehe. Kaya anak, lima anaknya. Kaya dengan kawan, sedunia kawannya. Di mana aja ada kawan. Masuk resto mana aja, masuk hotel mana aja. Terbang ke mana aja, udah gak pernah bayar, nyaris sama sekali. Ini sungguh kaya sekali.

*

Cerita Lainnya Bisa Dibaca di Buku Tawakal Lagi: https://bukuyusufmansur.com/catalog/book-detail/147

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: