Cegat Shalat Agar Terwujud Hajat dan Impian

Cegat shalat agar terwujud hajat. Jangan durhaka. Bagian yang paling kecil kita durhaka sama Allah, kita juga menyuruh Allah menunggu. Ini satu rangkaian cerita dengan: http://yusufmansur.com/kita-serahkan-semua-urusan-sama-allah/

Cegat Shalat Agar Terwujud Hajat

Kita juga memberi perintah ke Dia. Perintah apa? Perintah tunggu! Allah kita kerjain juga suruh menunggu kita. Kemudian ketika adzan berkumandang, “Allahu Akbar Allahu Akbar…” kita menyuruh Allah menunggu lagi dengan berkata,

“Tunggu ya, saya masih di tol!”

“Tunggu ya, saya lagi kerja!”

“Nanti ya, saya lagi meeting!”

“Nanti ya, saya lagi siaran!”

“Sebentar ya, saya lagi mengajar!”

“Sebentar ya, saya lagi dagang!”

“Bisa tunggu dulu ya, saya lagi usaha!”

“Bisa tunggu ya, saya lagi di pasar!”

“Tunggu ya, saya lagi belanja!”

“Tunggu ya, saya lagi di dapur!”

Allah jadi kita suruh menunggu terus! Akhirnya kita jadi begini, nih.

Di mana  masjid yang penuh ketika zhuhur, ashar, magrib, isya, juga shubuh serta di sepertiga malam? Itu hanya ada di pesantren! Alhamdulillah, Allah memberi kia bumi ini pesantrennya banyak.

Kemudian ketika waktu adzan tiba, kita pada enggak ada. Yang mau ditolongin oleh Allah enggak ada! Akhirnya, ketika adzan berkumandang, “Hayya ‘alash shalah…. hayya ‘alal falah… mari sini shalat, Aku akan berikan kejayaan, Aku akan berikan kemenangan, Aku akan berikan kesuksesan, Aku akan berikan kemuliaan, Aku akan berikan pertolongan,” kita enggak datang! Kita seperti orang-orang yang “qamu kusala” yaitu berdiri seperti orang-orang yang malas.

Bukan main amanah orang tua kita. Apa mereka bilang?

Cegat Shalat Agar Terwujud Hajat

“Kalau kamu lagi punya masalah, cegat shalat ashar!”

“Kalau kamu lagi bermasalah, cegat shalat zhuhur!”

“Kamu lagi punya masalah? bangunlah jam tiga malam, shalat tahajjud!”

“Kamu lagi bermasalah, datang sebelum adzan ke madjid, kamu adzan!”

“Jegat Allah! Jegat! Sambut Dia!”

Begitu Allah datang, Dia kemudianmemanggil juga,  “Allahu Akbar Allahu Akbar…”

Kita jawab, “Labaik…. Allahu Akbar Allahu Akbar…”

Hanya orang yang di dalam masjid-Nya yang kemudian menjawab seruan-Nya. Sampai jika ada panggilan di radio, kalau kita bukan di masjid, belum tentu juga kita bisa menjawab. Lihat saja jika punya TV, begitu adzan berkumandang, apa iya kita juga menjawab panggilan adzan?!

Maka ketika Allah berkata, “Wahai hamba-Ku, Aku sudah datang!”

Kita menjawab, “Iya ya Allah, saya juga sudah disini!”

***

Buku tentang sholat dan ibadah lainnya untuk menggapai sukses: Tawakal Lagi (https://bukuyusufmansur.com/catalog/book-detail/147)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: