Buku Yusuf Mansur

Come to HIM, Talk to HIM

Baca Juga ...

9 Komentar

  1. Bissmillah hirroh maanirrokhim.asskum ustadz,q nurwakhid q skrang lg dililit htang bnyak q pnya aset usha tinggalan ortu rencana kan q jual tp sulit bnget,q sdah berkali2 do”a sama ALLAH entah kenapa rasaya do”a q belum terkabul kan padal htang ku udah klewat btas pembyaran,q bingung ustadz

  2. shantiie lello says:

    asalamuaikum pa ustad tolong bantu saya. saya seddang bingung mikirin masalah keluarga jg rrmh tangga yg smkn meraut sy butuh bimbingan pa ustad gini ceritanya sy sdh menikah dgnsuami yg tau agama sy jg pnya kluarga nmn mereka ga tau agama lwt ddidikan suami sy cb salurkan tx kluarga tp susah hingga tejadi sy berantem dgn ortu sendri karna aib yg ga bs sy jelaskan hinga sy mlawat rtu krna ssh tx hdp dijln allah sy sd minta maaf tp td dimaafkan pdhl ksalahan bkn hanya dlm diri sy sendiri sy tkt azab allah sy hrs gmn sy trsiksa pa ustad

  3. annisapurbo says:

    kalo saya mah gak sregnya sama qur’an terjemahan inggris itu kata HE,HIM,HIS itu kan kata ganti untuk laki2… padahal Allah kan bukan laki2 atau perempuan… kl bahasa indonesia kan kata gantinya “Dia”. jadi ga merujuk ke laki2 atau perempuan… itu aja tadz.. #kalem

  4. kundaka says:

    Assalamualaikum Wr.Wb,

    Coba Anda simak surat Al-Ikhlas, yang berbunyi, “Qul HUWA Allah Ahad”. Kata “HUWA’ dalam bahasa Arab memang menunjukkan untuk dia laki-laki yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan menjadi “HE”.

    Jadi, jika Quran terjemahan bahasa Inggris menyebutkan He untuk menuntuk ke Allah, tidaklah melanggar sisi kebahasaan ataupun sisi Aqidah.

    Nah, begini penjelasannya. Lafaz Allah dalam bahasa Arab memang bersifat maskulin. Sebagaimana lafaz Muhamamd bersifat maskulin, begitupula ‘Ali, Umar dan Utsman. Sebaliknya lafaz A’isyah, Maryam, Hafshah, Ummi bersifat feminin.

    Yang menarik, lafaz Khuzaimah itu maskulin. Namun karena memakai “…ah” diakhir kata diduga oleh orang Indonesia bersifat feminin. Akhirnya, dinamakanlah anak perempuannya dengan Khuzamah :-)

    Analoginya dalam bahasa kita adalah: Syarif itu maskulin, sedangkan Syarifah itu feminin. Tetapi tidak semua yg pakai “…ah” di akhir kata adalah perempuan. Bagaimana dengan Syaifullah? Heheh…

    Dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris, semua kata mengandung salah satu sifat, apakah itu feminin atau maskulin. Tidak ada satu kata ganti pihak ketika dalam bahasa Arab yang bersifat netral, sebagaimana dalam bahasa Inggris ada “it” (dia benda), dan dalam bahasa Indonesia lebih netral lagi: “dia” saja, atau bahkan “beliau”. Jadi, kalaupun kata Allah bersifat feminin, tidak akan merujuk bahwa Allah itu perempuan; sebagaimana kalau diterjemahkan menjadi “He” tidak berarti kita menganggap Allah itu lelaki!

    Allah tentu saja bukan lelaki dan bukan perempuan. Namun, dalam bahasa Arab dan Inggris, kejelasan status feminin atau maskulinnya suatu kata akan sangat berpengaruh pada gramatika kata selanjutnya. Jadi, kaidah kebahasaan mengharuskan kita memilih satu kata untuk menyebut nama Tuhan kita, dan kata itu, dalam kaidah bahasa Arab, tidak ada yang netral. Meskipun dalam bahasa Inggris ada “It” yang “sedikit” netral, namun kata ini menunjuk kepada ia yang tidak bernyawa.

    Ini murni masalah (rasa) bahasa. Contoh lain, dalam bahasa Indonesia dan seluruh bahasa daerahnya kata ganti pihak kedua (Anda/kau) memiliki sekian banyak varian tingkatan (kasta). Tidak demikian dengan bahasa Inggris yang cukup dengan “You” saja. Sedangkan dalam bahasa Arab kembali dibedakan antara maskulin dan feminin. Untuk kata ganti pihak pertama bahasa Arab dan Inggris sepakat untuk tidak membedakan kasta (Ana/I dan Nahnu/Our), sedangkan bahasa Indonesia dan seluruh bahasa daerahnya memiliki sekian banyak kasta (Aku/Saya).

    Akhirnya, inilah kelemahan bahasa manusia dalam mengungkapkan Dzat Allah. Maha Suci Allah dari segala kekurangan bahasa manusia!

  5. dewi says:

    Coba deh skali2 belajar linguistic..insyaAllah pasti ngerti kenapa pakai kata “HE/HIM/HIS” …itu memang sudah dipakai sejak lama.. disebutnya sexist language..tp bukan berarti mengacu klo Allah itu *laki2*.

  6. Leli Puji Astuti says:

    Asslmkum wrwb.
    Ustadz, sy janda. Sdh hmpir 1 th bercerai. Sy sdg mempunyai hajat, yaitu mendptkan jodoh suami yg terbaik mnrt Alloh utk dunia & akhrt sy. Alhmdllh setiap bln sy mengusahakan sedekah sbsr 500rb utk anak yatim ato org yg membthkan, kadang ke daruul quran jg. Sy pun berusaha merutin kan sholat dhuha, & sholat sunnah lainnya. Insya Alloh, 11 Maret 2013 sy umroh. Ustadz, apa yg harus sy lakukan agar hajat sy dpt dikabulkan Alloh. Sy jg mhon didoakan, oleh ustadz. Sebelumnya trmksh. Wasslmkum wrwb.

  7. ike says:

    ustadz, mohon petunjuk, doa ataupun dzikir apa yg hrs saya amalkan untuk lekas membayar hutang, ustadz…, saya terkadang “minder” meminta padaNya, krn saya banyak dosa….

  8. Les Privat says:

    terima kasih informasi beritanyaa

Please comment with your real name using good manners.

Leave a Reply


9 + = 13

facebook like