Come to HIM, Talk to HIM

6,251 Views
- KuliahDhuhaa 01 –
By Yusuf Mansur atas izin Allah

Come to HIM, Talk to HIM
Datang ke Allah, dan bicaralah

Ada Allah.
Kenapa ga datang dan memohon kepada-Nya?

(+) Kenapa pake “Him” sih? Ga sopan. Kenapa ga langsung pake Allah saja? Ga usah pake kata pengganti. Masa nyamain Allah, dengan dia?

(-) He he he, baru nulis judul udah dikomen… Kebiasaan nih… Ga fokus sama konten…

(+) Kurang Sreg.

(-) Jarang baca terjemahan al Qur’an berbahasa Inggris ya?

(+) Emangnya Situ pernah…?

(-) He he he, engga. Sama ya…?

(+) ???

(-) Gini ya. Di dalam bahasa Arab dan juga Inggris, dikenal kata pengganti. Memang kata pengganti seperti menunjuk pada laki-laki. HE, HIM, HIS. Kadang juga seperti “aku” dalam bahasa Inggris, sebab memakai “I”. Contoh: “… If you are grateful I will give you more; But if you are ungrateful verily My punishment is indeed severe.” Ini sepenuh-sepenuhnya terjemahan surah Ibroohiim ayat 7. “Sesiapa yang bersyukur, Aku akan tambahkan nikmat-Ku. Dan sesiapa yang tidak bersyukur, maka azab-Ku sungguh teramat penting. Dan sama sekali tidak menunjukkan bahwa kata pengganti “I” dan “My” di sana lalu jadi menyamakan dengan menyebut manusia. Itu tetap untuk menyebut Allah, dan tanpa juga merendahkan. Karena itu kadang untuk membedakannya, dipakai huruf capital.

(+) Oh ini yang pernah dimuat di Twitter @yusuf_mansur ya?

(-) Iya. Dan di bahasa Indonesia dan Arab, kan juga relatif sama. “Aku”, “Dia”, “Kepunyaan-Nya”, sama-sama menunjukkan kata ganti. Tapi kita mafhum. Maka untuk pembedaannya pun disiasati dengan memakai huruf kapital di awal, atau huruf kapital semua: AKU, DIA, Kepunyaan-NYA. Sama sekali bukan penistaan dan perendahan terhadap Allah. Pemakaian kata-kata Allah, asli Allah, maka berubah pula strukturnya dalam bahasa Inggris. Misal; His universe. Maka His universe ini tidak bisa disebut: Allah universe. Harus begini bunyinya: Allah’s universe.

(+) Tapi tetep kurang sreg…

(-) He he, ya ga apa-apa. Ini soal wawasan juga, ha ha ha. Ga apa-apa koq beda. Silahkan kalau mau makai Allah, maka sesuaikan saja kalimatnya. Di dalam bahasa Arab, dhomir “ana/saya/aku”, “nahnu/kami, “huwa/dia”, “anta/engkau”, pun lazim dipakai. Ini sudah jadi “taste” berbahasa, he he. Biasa aja. Sekali lagi, di dalam bahasa Indonesia, untuk menunjukkan kesopanan, pake kapital: Aku, Kami, Engkau. Di dalam bahasa arab, ga ada kapital kapitalan, he he. Semua sama. Bahkan dulu malah parah. Ga ada titik ga ada koma.

(+) Jadi…?

(-) Jadi… Come to HIM, Talk to HIM… he he he.

(+) Jadi ga masalah nih? Termasuk pemakaian GOD, LORD?

(-) Kalo saya mah, ga masalah. Biasa aja. Udah jadi kepahaman.

(+) Tetep ga sreeeeeggg…

(-) Kurang baca kali… Kurang ngerti juga.

(+) Tapi ya ngapain juga bicara tentang HIM, HIS, HE? Bukannya pengen ngomongin tentang Come to HIM, Talk to HIM? Datang ke Allah, dan bicaralah?

(-) Yeeeeeee… Situ yang memulai diskusi ini…?

(+) Iya. Itulah kita ya? Malah diskusi yang keluar dari konteks. Yang seharusnya ga perlu, yang seharusnya ga penting.

(-) Tapi ya penting juga. Supaya jadi pengetahuan buat yang belum paham. Kata-kata HE di dalam bahasa Inggris bisa juga untuk penyebutan yang dihormati, atau penghormatan tertinggi.

(+) Loh, dibahas lagi…?

(-) He he, iya. Gini aja… Sesiapa yang bisa bikin artikel seputar ini, seputar pemakaian kata ganti, bolehlah bikin artikelnya, dan kirim ke: YusufMansur_wh@yahoo.com. Kasih judul: He, Him, His. Buat menambah referensi.

(+) Ya udah, bahas dah nih “Come to HIM, Talk to HIM.”

(-) Besok aja dah.

(+) Loh loh loh… Ngambek…?

(-) ENgga. Semua udah diatur Allah. Santai aja. Ini juga toh ilmu adanya. Yang belom tau, nanya, ngomong. Yang sedikit taunya, ya kasih tau. Yang penting engga ribut. Jangan lupa, di setiap buka KuliahDhuhaa (dan sebenernya pas ngapain aja), baca bismillaah di awal. Walaupun saya ga menyeru, ga menulis, tapi harus sudah menjadi kebiasaan ya. Supaya jad ibadah, dan berkah.

(+) Ok dah. Makasih buat penjelasannya. Saya boleh ngasih bocoran tentang pembahasan “Come to HIM, Talk to HIM”?

(-) He he, koq jadi Situ yang mau bocorin? Heran. Emangnya Situ siapa? Dan siapa yang mau membahas?

(+) Situ sama saya sama saja. Saya Yusuf Mansur, Situ juga Yusuf Mansur.

(-) He he he, nanya sendiri, jawab sendiri…

(+) Ga juga. Ini kan pertanyaan di Twitter… Banyak yang nanya.

(-) Ya udah, katanya mau ngasih bocoran…

(+) Sebelom KuliahDhuha ini dimulai, di tanggal 21 Mei 2012, @yusuf_mansur menulis…

(-) Siapa tuh @yusuf_mansur?

(+) He he he, Situuuuuuu…

(-) Nah, itu termasuk “kata pengganti” juga adanya, ha ha ha.

(+) @yusuf_mansur menulis tentang doa. Nah pembahasan ini terkait dengan soalan doa. Kan katanya mau ngajarin doa tentang menjadi pengusaha sakses, kaya raya, saleh salehah… Tulisan tentang Come to HIM, Talk to HIM, terkait dengan ini. Bagaimana keinginan kita untuk menjadi pengusaha, ya bicara baik-baik, ke Allah. Sampaikan ke Allah. Jangan hanya disimpan di hati, tidak jadi ibadah. Atau malah mencari manusia, disampaikan ke manusia, baik itu sahabat, pemodal, relasi, calon investor, atau pengusaha sakses, pengusaha senior. Sementara ada Allah, ga diajak ngomong.

(-) Saya tambahin ya…

(+) Ya. Silahkan. Kan ini halaman Situ juga. Sama-sama Yusuf Mansurnya.

(-) Di KuliahDhuha edisi-edisi awal, nanti bicara juga tentang Pembukaan Doa, urut-urutannya pembukaan doa, bacaannya seperti apa, kayak apa, yang menjadi sunnah ketika mau berdoa. Terus bodi konten doa, dan kemudian penutup doa. Saya bermaksud, kalau orang udah memahami struktur pembukaan dan penutup doa, maka konten menjadi bebas. Apa aja kontennya, walopun kita tidak mengerti tentang doa apa di dalam bahasa arab, atau doa apa yang diajarkan Rasul langsung, jadi ga terlalu masalah. Kita bisa bicara, bisa berdoa, dengan bahasa sendiri. Dengan pembukaan dan penutup yang diajarkan rasul.

(+) Betul. Dengan cara begini, kontennya bener-bener bisa luas. Seorang pelajar, dengan mempelajari pembuka dan penutup doa, akan bisa berdoa dengan doa yang hebat, untuk bisa nembus keluar negeri, dengan beasiswa, dan begitu pulang, peluang kerja dan usaha langsung terbentang.

(-) Betul. Nanti setelah mempelajari Come to HIM, Talk to HIM, seseorang bisa berdoa dengan doa yang hebat di urusan ga punya anak supaya punya, ga punya jodoh supaya punya jodoh, punya hutang supaya bisa lunas, ga kerja, supaya kerja, ga usaha, jadi punya usaha, punya modal, dan seterusnya.

(+) He he he, dua Yusuf jadi diskas ya?

(-) Oke, nanti saya sambung Jum’at besok ya. Ikuti terus Kuliah Dhuha ini ya. Versi Twitter hanya link nya saja. Saudara harus buka “open link” nya. Supaya enak dibaca.

(+) Siap. Sampe ketemu Jum’at besok. Tanggal 25 Mei 2012. Jam 7 pagi. Jam yang sama. Di jam 7 itu postingan pertama akan diposting di hari tayangnya. Makasih ya.

(-) Sebentar. Koq Situ yang terima kasih?

(+) Kan saya yang membuka tulisan ini… Lihat saja, siapa yang duluan nanya? Kan saya…

(-) Gedubrak… Sama aja kali. Tapi ya udah dah. Pusing. Sampe ketemu besok. Makasih atas pertanyaannya, saya jadi ga ngebahas hari ini, bahasnya yang lain.

(+) Ga apa-apa. Ok, saya ngucap salam dulu sama semuanya.

(-) Ya, silahkan deh. Take your time…

(+) Sampe ketemu ya.

(-) Sebentar… Koq Jum’at ya? Katanya KuliahDhuhaa ini tiap hari? Koq Jum’at? Postingan pertama, Senen, 21 Mei. Berarti 2x doang dong setiap minggunya?

(+) Tadinya emang tiap hari rencananya. Tapi kemudian diduakalikan saja setiap minggunya. Supaya materi bisa diendapkan, dan Saudara masih bisa mengikuti KuliahOnline tanpa kemuntahan materi. Kebanyakan makan ntar muntah, he he he. 2x KuliahDhuhaa insya Allah jadi bisa ada waktu berdiskusi, ikut KuliahOffline nya, dll.

(-) Iya. Bener juga. Oke deh. Ass…

(+) Eh eh eh, ga boleh tuuuuhhh…. Ass., itu artinya pantaaaaaaatttt… Tahu ga…???

(-) Wow… Panjang lagi nih…

(+) Iyaaaaa… Udah deh. Udah salam. Udah pada mau kerja juga… Eh, ditunggu imel tentang pembahasan hari ini ya. Sampe ketemu.

(-) Berapa kali “sampe ketemu” nih…?

(+) Kabbbbbuuuuuuuurrr…

***

Onliners yang dirahmati Allah, selamat datang di DhuhaaCoffee atau KuliahDhuhaa di www.yusufmansur.com. Insya Allah mulai tanggal 21 Mei 2012, seminggu 2x KuliahDhuhaa hadir; Senen dan Jum’at. Dipostingnya jam 7 pagi. Materi kedua KuliahDhuhaa insya Allah ditayangkan tanggal 25 Mei 2012. KuliahDhuhaa, yang sedianya setiap hari, dibuat 2x seminggu saja. Supaya ada waktu buat Saudara mengendapkan materi, saling berdiskusi, dan saling berbagi materi dengan yang lainnya. KuliahDhuhaa insya Allah berbicara tentang banyak hal sehari-hari. Di Twitter @yusuf_mansur insya Allah disediaan linknya untuk menuju materi hariannya KuliahDhuha. Dengan adanya KuliahDuhaa ini, Saudara bisa memiliki jadwal tetap “melirik”, “mengintip” twitter. Sehingga punya jadwal tetap juga ‘sedikit belajar dan berbagi”.

KuliahDhuhaa ini diselenggarakan FREE. Berbeda dengan KuliahOnline yang BERBAYAR. KuliahOnline sendiri insya Allah berlangsung lagi mulai tanggal 28 Mei 2012 di website www.wisatahati.com.

Kepada seluruh mahasiswa KuliahOnline, baik kanal Kuliah Dasar, Kuliah Pilihan dan atau Kuliah Solusi Terapan, Yusuf Mansur banyak-banyak minta maaf atas keterlambatan dan gangguan pelaksanaan Kuliah. Insya Allah dengan doa semuanya, perkuliahan bisa berjalan lebih lancar dari sebelumnya.

Tanggal 28 mei besok insya Allah akan dilaunching tambahan pilihan materi baru KuliahOnline dengan materi yang baru:

  1. Semua Bisa Menjadi Pengusaha.
  2. 40 Hari Menjadi Kaya.
  3. Dream, Pray, ‘n Action.
  4. Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus.
  5. Quantum.
  6. Dream 2.0.
  7. Allah Tuhanku, Islam agamaku, Nabi Muhammad Nabiku. (Edisi khusus pelajar/untuk pelajar SD kelas 4 ke atas, SMP, dan SMA).

Materi-materi baru ini sekaligus sebagai “PENGANTAR” akan segera hadirnya: “SEKOLAH BISNIS ONLINE YUSUF MANSUR (SBO – Yusuf Mansur)
& SEKOLAH PEMIMPIN ONLINE YUSUF MANSUR (SPO – Yusuf Mansur).

Tunggu tanggal mainnya. Mohon doa dari semuanya.

***

Untuk semua yang sedang punya hajat, apapun hajatnya, dan untuk semua yang sedang punya masalah, apapun masalahnya, segeralah datang kepada Allah. Dan bicaralah kepada-Nya. Sungguh DIA Maha Mendengar semua keluhan, Maha Mendengar semua permintaan, dan Maha Kuasa juga mengabulkan, dan mewujudkan. Sungguh, tiada yang pantas didatangi, diperdengarkan segala curahatan hati, kecuali Allah. Hanya Allah yang bisa menjaga rahasia. Hanya Allah juga yang punya kemampuan dan kekuasaan, dan Allah juga yang memiliki segala kehendak dan pertolongan.
Kedekatan diri kepada Allah, dan kesabaran meniti jalan di Jalan-Nya, insya Allah akan berbuah ketenangan, dan terangnya jalan hidup.

Sementara itu, tiada juga yang sedang berusaha, bekerja, memiliki usaha, dan pekerjaan, seharusnya ia lebih dekat lagi dengan Allah. Allah yang sudah memberinya segala karunia, justru kadang menjadi yang pertama dilupakan, dilalaikan, disepelekan.

Ga punya modal, minta modal, nyari modal. Sebelom dapat modal, punya modal, sudah lupa sudah lalai, kemudian bertambah-tambah lupanya, bertambah-tambah kelalaiannya.

Kadang Allah memberi kepada seseorang, padahal orang tersebut sebenernya tiada datang kepada-Nya, tiada meminta kepada-Nya. Barangkali Allah menghendaki orang tersebut menjadi jala rizki bagi hamba-hamba-Nya dan alam ini. Namun berlimpahnya karunia, rupanya tetap tidak membuat orang tersebut mampu bersyukur. Hingga akhirnya Keputusan itu datang. Keputusan mengurangi, dan mencabut, atau bahkan Keputusan Allah memberinya beban kehidupan yang berat.
Dari sendirian, hingga berkeluarga. Dari tidak punya anak, hingga punya anak. Semua Karunia tentu saja dari Allah. Namun tidak ada Allah di dalam keluarga ini, tidak ada Allah di dalam kehidupannya. Jangankan ibadah-ibadah yang sunnah; dhuha, tahajjud, berbagi, urusan yang wajib pun; shalat 5 waktu, puasa, zakat, haji, berantakan.
Bila ada orang yang tidak bertuhan Allah di kemiskinannya, di keterpurukannya, maka ada juga yang tidak bertuhan Allah di kekayaannya, di kejayaannya. Semoga kita tidak termasuk di dalamnya. Di dalam kemiskinan dan kekayaan, kita senantiasa terus bersama Allah. Di dalam kemiskinan kita tangguh, bersabar, dan bersyukur. Dan di dalam kekayaan, kita semakin tangguh, semakin bersabar, semakin bersyukur.

Insya Allah sebagaimana KuliahOnline, ada KuliahOffline nya, insya Allah KuliahDhuhaa ini juga ada KuliahOfflinenya. Semuanya berbentuk Training in Movie. Insya Allah segera hadir di kota-kota Anda. Semua yang berminat menjadi penyelenggara Training in Movie, agen buku, simpul wisatahati, bisa mengeksplore www.yusufmansur.com untuk mendapatkan informasi.

Berbagai PR Yusuf Mansur dkk, yang sebab kesibukannya atas izin Allah keliling daerah dan manca negara, mudah-mudahan bisa tuntas satu-satu; dari saham travel, sedekahsawah, kuliahonline itu sendiri, distribusi freedvd cabe tomat bawang, keagenan buku/dvd, simpul, hingga yang teranyar; patunganusaha, rame-rame jadi pengusaha u/ beli ulang Indonesia. Mohon doa dari semuanya, dan mohon maafnya.

Salam dan doa, Yusuf Mansur.


Article written by

7 Responses

  1. ujang pamungkas
    ujang pamungkas August 29, 2012 at 5:40 am | | Reply

    semoga sukses

  2. Ahmad nurwakhid
    Ahmad nurwakhid August 30, 2012 at 12:34 am | | Reply

    Bissmillah hirroh maanirrokhim.asskum ustadz,q nurwakhid q skrang lg dililit htang bnyak q pnya aset usha tinggalan ortu rencana kan q jual tp sulit bnget,q sdah berkali2 do”a sama ALLAH entah kenapa rasaya do”a q belum terkabul kan padal htang ku udah klewat btas pembyaran,q bingung ustadz

  3. annisapurbo
    annisapurbo January 3, 2013 at 7:56 am | | Reply

    kalo saya mah gak sregnya sama qur’an terjemahan inggris itu kata HE,HIM,HIS itu kan kata ganti untuk laki2… padahal Allah kan bukan laki2 atau perempuan… kl bahasa indonesia kan kata gantinya “Dia”. jadi ga merujuk ke laki2 atau perempuan… itu aja tadz.. #kalem

  4. kundaka
    kundaka January 15, 2013 at 11:41 am | | Reply

    Assalamualaikum Wr.Wb,

    Coba Anda simak surat Al-Ikhlas, yang berbunyi, “Qul HUWA Allah Ahad”. Kata “HUWA’ dalam bahasa Arab memang menunjukkan untuk dia laki-laki yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan menjadi “HE”.

    Jadi, jika Quran terjemahan bahasa Inggris menyebutkan He untuk menuntuk ke Allah, tidaklah melanggar sisi kebahasaan ataupun sisi Aqidah.

    Nah, begini penjelasannya. Lafaz Allah dalam bahasa Arab memang bersifat maskulin. Sebagaimana lafaz Muhamamd bersifat maskulin, begitupula ‘Ali, Umar dan Utsman. Sebaliknya lafaz A’isyah, Maryam, Hafshah, Ummi bersifat feminin.

    Yang menarik, lafaz Khuzaimah itu maskulin. Namun karena memakai “…ah” diakhir kata diduga oleh orang Indonesia bersifat feminin. Akhirnya, dinamakanlah anak perempuannya dengan Khuzamah :-)

    Analoginya dalam bahasa kita adalah: Syarif itu maskulin, sedangkan Syarifah itu feminin. Tetapi tidak semua yg pakai “…ah” di akhir kata adalah perempuan. Bagaimana dengan Syaifullah? Heheh…

    Dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris, semua kata mengandung salah satu sifat, apakah itu feminin atau maskulin. Tidak ada satu kata ganti pihak ketika dalam bahasa Arab yang bersifat netral, sebagaimana dalam bahasa Inggris ada “it” (dia benda), dan dalam bahasa Indonesia lebih netral lagi: “dia” saja, atau bahkan “beliau”. Jadi, kalaupun kata Allah bersifat feminin, tidak akan merujuk bahwa Allah itu perempuan; sebagaimana kalau diterjemahkan menjadi “He” tidak berarti kita menganggap Allah itu lelaki!

    Allah tentu saja bukan lelaki dan bukan perempuan. Namun, dalam bahasa Arab dan Inggris, kejelasan status feminin atau maskulinnya suatu kata akan sangat berpengaruh pada gramatika kata selanjutnya. Jadi, kaidah kebahasaan mengharuskan kita memilih satu kata untuk menyebut nama Tuhan kita, dan kata itu, dalam kaidah bahasa Arab, tidak ada yang netral. Meskipun dalam bahasa Inggris ada “It” yang “sedikit” netral, namun kata ini menunjuk kepada ia yang tidak bernyawa.

    Ini murni masalah (rasa) bahasa. Contoh lain, dalam bahasa Indonesia dan seluruh bahasa daerahnya kata ganti pihak kedua (Anda/kau) memiliki sekian banyak varian tingkatan (kasta). Tidak demikian dengan bahasa Inggris yang cukup dengan “You” saja. Sedangkan dalam bahasa Arab kembali dibedakan antara maskulin dan feminin. Untuk kata ganti pihak pertama bahasa Arab dan Inggris sepakat untuk tidak membedakan kasta (Ana/I dan Nahnu/Our), sedangkan bahasa Indonesia dan seluruh bahasa daerahnya memiliki sekian banyak kasta (Aku/Saya).

    Akhirnya, inilah kelemahan bahasa manusia dalam mengungkapkan Dzat Allah. Maha Suci Allah dari segala kekurangan bahasa manusia!

  5. dewi
    dewi February 14, 2013 at 2:12 pm | | Reply

    Coba deh skali2 belajar linguistic..insyaAllah pasti ngerti kenapa pakai kata “HE/HIM/HIS” …itu memang sudah dipakai sejak lama.. disebutnya sexist language..tp bukan berarti mengacu klo Allah itu *laki2*.

  6. Leli Puji Astuti
    Leli Puji Astuti February 15, 2013 at 6:26 am | | Reply

    Asslmkum wrwb.
    Ustadz, sy janda. Sdh hmpir 1 th bercerai. Sy sdg mempunyai hajat, yaitu mendptkan jodoh suami yg terbaik mnrt Alloh utk dunia & akhrt sy. Alhmdllh setiap bln sy mengusahakan sedekah sbsr 500rb utk anak yatim ato org yg membthkan, kadang ke daruul quran jg. Sy pun berusaha merutin kan sholat dhuha, & sholat sunnah lainnya. Insya Alloh, 11 Maret 2013 sy umroh. Ustadz, apa yg harus sy lakukan agar hajat sy dpt dikabulkan Alloh. Sy jg mhon didoakan, oleh ustadz. Sebelumnya trmksh. Wasslmkum wrwb.

  7. ike
    ike December 29, 2013 at 10:56 am | | Reply

    ustadz, mohon petunjuk, doa ataupun dzikir apa yg hrs saya amalkan untuk lekas membayar hutang, ustadz…, saya terkadang “minder” meminta padaNya, krn saya banyak dosa….

Please comment with your real name using good manners.

Leave a Reply

facebook like