Dawamin Qiyaamul Lail Sebelum Tidur, Bolehkah?

 

أَمَّا الرَّأْىُ الثَّانِى قَالُوْ بِالْجَوَازِ وَهَؤُلَاءِ الْحَنَفِيَّةُ وَاسْتَدَلُّوْا بِأَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى جَمَاعَةً بِابْنِ عَبَّاسٍ وَابْنِ مَسْعُوْدٍ وَحُذَيْفَةَ وَكَذَلِكَ قَالُوْ صَلَّى سَلْمَانُ بِأَبِى الدَّرْدَاءِ وَمِمَّنْ أَيَّدَ هَذَا الرَّأْيَ بْنُ تَيْمِيَّةَ وَلَكِنْ اِشْتَرَطَ اَلاَّ يَكُوْنَ هُنَاكَ اِتِّفَاقٌ عَلَى هَذِهِ الصَّلَاةِ مِنْ قَبْلِهَا وَكَذَلِكَ اَنْ تَكُوْنَ هَذِهِ الصَّلَاةُ مَثَلًا مِنْ أَجْلِ تَعْلِيْمِ الطُّلَّابِ مَثَلًا فَهَذَا يَجُوْزُ
Adapun pendapat kedua mereka mengatakan boleh. Ini merupakan pendapat madzhab Hanafi, mereka berdalil bahwa Nabi SAW pernah melakukan sholat malam berjamaah dengan Ibnu ‘Abbas, Ibnu Mas’uud, Hudzaifah. Mereka juga mengatakan Salman melakukan sholat malam berjamaah dengan Abu Darda’, dan ulama yang menguatkan pendapat ini diantaranya adalah Ibnu Taimiyah akan tetapi beliau mensyaratkan bahwa harus tidak ada kesepakatan sebelumnya untuk melaksanakan sholat tersebut. Dan begitu juga jika sholat tesebut dimaksudkan untuk contoh demi mendidik pelajar maka itu boleh.

Baca selanjutnya

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

facebook like