Derajat Yakin Tertinggi

Dalam Tafsir Annabulsi

“Di antara pujian itu bukan cuma memuji terhadap apa apa yang menjadi nikmat tapi juga engkau kemudian memuji allah atas musibah. terkadang engkau mengeluhkan keadaan yang tidak baik menurut dirimu: musibah, penderitaan, apa yang membuat mengganggu, tidak tenang, sedih, engkau terganggu, dan membuat menjadi resah. Tapi karena ilmu mu terhadap Allah yang hendak memberimu kebahagiaan maka engkau tetap mengucap Alhamdulillahirabbil alamin terhadap musibah ini.”

karena sesunggunya semua itu adalah perhatian dari Allah. Terkadang seorang guru agak keras terhadap muridnya agar kemudian muridnya menjadi juara di kelas. Jadi, ketika Allah terlihat ga peduli, keras, ga perhatian sesungguhnya dia sedang menempa kita.

Jika seandanya anak yang digembleng keras itu menjadi juara, maka anak itu kelak akan memuji gurunya itu atas sikap keras gurunya bukan karena prestasinya.

“makasih ya pak guru” Penderitaan itu justru akan diterimakasihi. Dia akan memuji gurunya karena sikap keras gurunya. Begitu juga anda mengenal Allah di setiap pengenalan, anda akan memujinya di setiap musibah.

Ridho dengan takdir yang tidak disukai adalah derajat yakin paling tinggi. kita yakin tapi buruk sangka sama Allah, maka itu tidak disebut yakin. yakin itu disebut derajat paling tinggi ketika kita bisa ridho dengan takdir yang tidak disukai karena yakin Allah tidak pernah salah.

Misalnya nih, ada orang ganggu kita mau jalan. jadi ga bisa jalan. Kita baik sangka “yaudah gapapa ya Allah” padahal nih kalau jalan dapet uang 70 juta, dapet bonus tambahan 10 juta. tapi kita ridho hilang semua itu. sebab yakin Allah akan berikan yang terbaik, oh mungkin kalau tidak diganggu saya akan celaka di jalan.

Allhamdulillah ilang, alhamdulillah berkurang, alhamdulillah kemalingan, maka alhamdulillah itu pada posisi yang terbaik.

Jadi tingkat keyakinian paling tinggi pada kasih sayang allah adalah ridho pada takdir yang tidak disukai.
“takdir yang tidak engkau sukai, maka ketika engkau mengucap alhamdulillah, berarti anda mengenal Allah.”

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

facebook like