Desa Penglipuran di Bali Adalah Desa Terindah Sedunia

Desa Penglipuran di Bali adalah desa terindah juga terbersih sedunia.

Desa Penglipuran di Bali
Desa Penglipuran di Bali

Predikat yang saya juga sudah membuktikannya sampai saya cek sampai ke belakang-belakang rumah dan ke rumah-rumah sebagian penduduk desa.

Dan keseluruhan BALI, memang kesadaran bersih dan kebersihan, memang luar biasa tinggi dan bagusnya. Udah istiqomah. Udah jadi karakter. Sudah jadi kebiasaan yang mengakar. Pelancong, kayak saya juga kita-kita kali ya, yang suka nyampah ga nyadar.

Kalau Bali asli, udah kelar kayaknya urusan bersih dan kebersihan. Hebat banget.

Semoga kampung saya, Kampung Ketapang, juga pesantren-pesantren kami, sebersih dan jauh lebih bersih, dari Desa Penglipuran ini.

Met SIT. Met AYM Empat Surah. Juga met sedekah.

Jangan lupa, daftar di gerbong besar, jadi donatur harian, mingguan, bulanan, buat program-program tahfizh, pendidikan, dan kemanusiaan, via daqu dan pppa. 

Didoakan yang tidak dan belom mampu, ke depan mampu. Dan jadi donatur tetap aja. Harian, mingguan, bulanan. Dengan nominal, bebas. Bismillaah. Nih rekeningnya:

Rekening Sedekah
Mandiri 101.000.025.2229
BNI Syariah 777.110.7707
BCA 603 083 1002
an. Yayasan Daarul Qur’an Nusantara

Konfirmasi Sedekah Layanan Whatsapp
Laznas PPPA Daarul Qur’an
0817 019 8828 Saudari Nurul (WA Only)

*

Desa Penglipuran di Bali

Penglipuran adalah salah satu desa adat dari Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Indonesia. Desa ini terkenal sebagai salah satu destinasi wisata di Bali karena masyarakatnya yang masih menjalankan dan melestarikan budaya tradisional Bali di kehidupan mereka sehari-hari. Arsitektur bangunan dan pengolahan lahan masih mengikuti konsep Tri Hita Karana, filosofi masyarakat Bali mengenai keseimbangan hubungan antara Tuhan, manusia ,dan lingkungannya. Mereka berhasil membangun pariwisata yang menguntungkan seluruh masyarakatnya tanpa menghilangkan budaya juga tradisi mereka. Pada tahun 1995, Desa Penglipuran juga mendapatkan penghargaan Kalpataru dari Pemerintah Indonesia atas usahanya melindungi Hutan Bambu di ekosistem lokal mereka. (Sumber dari Wikipedia)

Secara administratif, desa adat ini termasuk dalam wilayah Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Bangli.

*

Buku Yusuf Mansur, bacaan solusi hidup: https://bukuyusufmansur.com/catalog/promo

Kuliah Wisatahati untuk hidup yang lebih baik lagi: kuliahwisatahati.com

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: