Dhuha Dahsyat

 

 

Pembaca Cerdas,

Apa amalan yang paling akrab dengan yang wajib? Yaitu amalan sunnah, baik yang muakkad maupun ghoiru- muakkad.

Jadi, jangan sepelekan hal-hal sunnah, karena justru itulah pelempang jalan kita untuk mencintai Allah dan Rasul-Nya. Di dalamnya banyak keutamaan yang luar biasa, sehingga hanya orang-orang cerdas yang tidak mau ketinggalan dari amalan sunnah.

Imam Ahmad dan Imam Al Hakim meriwayatkan, dari Ibnu Umar RA, beliau berkata : Rasulullah bersabda:

أَوَّلُ مَا افْتَرَضَ اللهُ عَلىَ أُمَّتىِ الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ ، وَأَوَّلُ مَا يُرْفَعُ مِنْ أَعْمَالِهِمْ الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ ، وَأَوَّلُ مَا يُسْأَلُوْنَ عَنْهُ الصَّلَوَات الْخَمْسُ فَمَنْ كَانَ ضَيَّعَ شَيْئًا مِنْهَا يَقَولُ اللهُ تَعَالىَ : اُنْظُرُوْا هَلْ تَجِدُوْنَ لِعَبْدِي نَافِلَةً مِنْ صَلاَةٍ تُتِمُّوْنَ بِهَا مَا نَقَصَ مِنَ الْفَرِيْضَةِ ، وَانْظُرُوْا فيِ صِيَامِ عَبْدِى شَهْرَ رَمَضَانَ فَاِنْ كَانَ ضَيَّعَ شَيْئًا مِنْهُ ، فَانْظُرُوْا هَلْ تَجِدُوْنَ لِعَبْدِي نَافِلَةً مِنْ صِيَامٍ تُتِمُّوْنَ بِهَا مَا نَقَصَ مِنَ الصِّيَامِ ، وَانْظُرُوْا فيِ زَكَاةِ عَبْدِى ، فَاِنْ كَانَ ضَيَّعَ شَيْئًا مِنْهَا فَانْظُرُوْا هَلْ تَجِدُوْنَ لِعَبْدِيْ نَافِلَةً مِنْ صَدَقَةٍ تُتِمُّوْنَ بِهَا مَا نَقَصَ مِنَ الزَّكَاةِ ، فَيُؤْخَذُ ذَلِكَ عَلىَ فَرَائِضِ اللهِ ، وَذَلِكَ بِرَحْمَةِ اللهِ وَعَدْلِهِ ، فَاِنْ وُجِدَ فَضْلاً وَضَعَ فيِ مِيْزَانِهِ ، وَقِيْلَ لَهُ اُدْخُلِ الجَنَّةَ مَسْرُوْرًا ، فَاِنْ لَمْ يُوْجَدْ لَهُ شَئْ ٌمِنْ ذَلِكَ أُمِرَتْ بِهِ الزَّبَانِيَّةُ فَأَخَذُوْا بِيَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ ، ثُمَّ قَذَفَ بِهِ فيِ النَّارِ.

 

“Perintah yang pertama kali diwajibkan kepada ummatku adalah shalat lima waktu, yang pertama kali diangkat dari amal perbuatan mereka adalah shalat lima waktu, dan yang pertama kali dipertanyakan dari amal perbuatan mereka adalah shalat lima waktu. Barangsiapa yang pernah meninggalkan sesuatu daripadanya maka Allah SWT berfirman (kepada malaikat): ‘lihatlah! Apakah kalian mendapatkan dari hamba-Ku shalat-shalat sunnah yang menyempurnakan kekurangannya dari shalat fardhu?

Lihatlah puasa ramadhan hamba-Ku, apabila tertinggal (pernah tidak berpuasa) maka lihatlah apakah hamba-Ku mempunyai pahala puasa sunnah yang akan menyempurnakan kekurangan puasa wajibnya? Dan lihatlah zakat hamba-Ku, bila ia sempat tidak mengeluarkannya maka lihatlah apakah kalian mendapatkan hambaku bersedekah yang akan menyempurnakan kekurangan zakatnya?

Maka diambilah pahala sunnah tersebut untuk melengkapi kekurangan atas kewajiban yang Allah perintahkan, yang demikian terjadi karena rahmat Allah dan keadilan-Nya.

 

Baca selanjutnya

Apabila didapati pahalanya lebih banyak (melengkapi pahala ibadah wajib) dalam timbangannya, maka dikatakan kepadanya: “masuklah surga dengan senang hati”.

Namun bila tidak didapati satupun pahala sunnahnya, maka Malaikat Zabaniyyah akan diperintah oleh Allah untuk menyeret tangan dan kakinya kemudian dilempar ke neraka.”

Shalat Dhuha, adalah salah satu amalan sunnah yang tidak akan ditinggalkaan oleh orang cerdas. Apalagi ibadah yang ringan ini dilakukan di saat badan sedang segar-segarnya, sinar matahari juga sedang sehat-sehatnya buat badan manusia.

Shalat sunnah Dhuha dikerjakan saat matahari tengah naik (sekitar pukul 07.00-10.00 WIB) dengan jumlah rakaat sholat dhuha minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Dan dilakukan dalam satuan 2 rakaat sekali salam.

Pembaca Cerdas… Baca selanjutnya

 

Cape mengejar dunia kalau tidak kenal pemiliknya, cape mengais rizki kalau tidak dekat dengan pemberinya. Kalau caranya masih konvensional, masih sama dengan kebanyaakan orang. Coba iring dengan jalan ibadah!…

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“siapa saja yang beramal shaleh baik laki-laki maupun perempuan dan dia percaya (trust; yakin sama Allah), maka Kami akan anugerahkan kepadanya KEHIDUPAN YANG BAIK, dan akan Kami berikan kepadanya pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka lakukan (di dunia).” (QS. An Nahl 97)

…وَمَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُوْلَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ يُرْزَقُونَ فِيهَا بِغَيْرِ حِسَابٍ

“…Siapa saja yang beramal shaleh baik laki-laki maupun perempuan dan dia beriman (trust; yakin sama Allah) maka mereka akan masuk surga dan diberi rizki di dalamnya tak terhingga (unlimited).” (QS. Ghafir: 40)

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا وَمَا رَبُّكُ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ

“siapa saja beramal shaleh maka (sungguh untuk dirinya sendiri) dan siapa saja yang berbuat keburukan maka hal itu untuk dirinya juga. Allah tidak akan berlaku zhalim atas terhadap hamba-hamba-Nya.” (QS. Fushshilat 46)

Ayat-ayat di atas senafas dengan hadits qudsi yang ditakhrij Imam Ahmad, dari Abi Hurairoh, dari Nabi , beliau bersabda, Allah SWT berfirman :

يَا ابْنَ آدم تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِي أَمْلأْ صَدْرَكَ غِنًى وَأَسُدَّ فَقْرَكَ ، وَإِلاََّ تَفْعَلْ مَلأْتُ يَدَيْكَ شُغْلاً وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ.

 

“ Wahai anak Adam berkonsentrasilah kamu untuk beribadah kepada-Ku, maka Aku akan memenuhi hatimu dengan rasa cukup (dari segala kebutuhan) dan Aku akan memenuhhi kebutuhanmu (dari makhluk). Jika kamu tidak melakukan hal tersebut, maka Aku akan memenuhi kedua tanganmu dengan kesibukan dan Aku tidak akan memenuhi kebutuhanmu (kepada manusia).”

Baca selanjutnya

Sholat Dhuha, yah… ia begitu besar keutamaannya, ia dikenal dengan shalat pembuka rizki, begitu tinggi kedudukannya, serta hampir-hampir syari’at Islam mewajibkannya. Dalilnya antara lain Hadits qudsyi yang diriwayatkan Imam Hakim dan Imam Thabrani, sebagaimana ditulis Sayid Sabiq, dalam bukunya Fiqih Sunnah; diriwayatkan oleh Imam Al Hakim dan Imam Thabrani, Allah ‘azza waa jalla berfirman:

ابْنَ اَدَمَ لاَ تَعْجِزَنْ عَنْ اَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فىِ اَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ اَخِرَهُ

”Wahai anak adam jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada permulaan siang (yaitu sholat dhuha), nanti akan Ku-cukupi kebutuhanmu pada sore harinya.’’

 

Apa saja kedahsyatan shalat sunnah Dhuha? Baca selanjutnya

Pertama, Dua raka’atnya bila rutin dilaksanakan maka akan menghapus dosa-dosa walau sebanyak buih di lautan. jadi, ini amalan pengiring taubat di samping shalat taubat dan istighfar. Hadiah apa lagi yang lebih istimewa dari Allah selain ampunan dan ridho dari-Nya?

Kedua, engan shalat dhuha, pahala haji dan umroh dengan sempurna kita bisa dapat. Buat yang belom punya uang, belum ada kesempatan, belom ada panggilan ke Baitullah, maka ini bisa jadi solusi alternatif untuk tetap meraih pahala haji umroh bahkan sempurna, sempurna dan sempurna. Bagaimana caranya?

عَنْ اَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : مَنْ صَلَّى الْفَجْرَ فىِ جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللهَ حَتىَّ تَطْلُعُ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ, كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ, تَامَّة, تَامَّةٍ, تَامَّةٍ . (رواه الترمذى)

Anas rodhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, beliau berkata, Rasulullah berkata: “Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Tirmidzi)

 

Kalau tidak bisa tiap hari, ya mungkin bisa di saat libur saja. Kan lumayan dalam seminggu bisa sekali berhaji umroh…

Apalagi kita sebagai pengurus masjid apa gitu di sekita rumah, lalu menganjurkan hal ini bahkan dieventkan rutin kajiannya dan dhuhanya, subahanllah… bisa banyak dapat pahala haji umroh tuh.

Nah yang lebih cerdas, kalau pas ada kesempatan di masjid Nabawi lakukan hal mulia ini, apalagi di sana habis shubuh bisa ikut kajian, paham enggak paham bahasanya, ikut saja, suapaya dapat berkahnya juga, bahkan di masjidil haram habis shubuh bisa thawaf, tadarrus dan lain sebagainya.

 

Ketiga, Dua rakaa’atnya setara dengan sedekah untuk 360 persendian. Sebuah konversi yang cerdas!

 

Imam Ahmad, Imam Muslim dan Imam Abu dawud meriwayatkan, Dari Abi Dzarr RA, beliau berkata; Rasulullah SAW bersabda…

” يُصْبِحُ عَلىَ كُلِّ سُلاَمَي مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةً …

“Di setiap sendi seorang dari kamu terdapat sedekah…”

 

Hadits tersebut di atas dipertegas Rasulullah SAW dengan jumlah persendian, sebagaimana Imam Ahmad dan Imam Abu dawu meriwayatkan, Dari Buraidah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

 

“فيِ الْاِنْسَانِ سِتُّوْنَ وَثَلاَثُمِائَةِ مِفْصَلٍ عَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مِفْصَلٍ مِنْهَا صَدَقَةٌ…”

 

Di dalam tubuh manusia ada 360 sendi, yang atasnya masing-masing dia bersedekah, setiap sendi satu sedekah. “

 

Baca selanjutnya

Pembaca cerdas…

Adalah suatu hal yang mengagumkan bahwa dalam hadits Rasulullah SAW di atas beliau menyebutkaan bahwa jumlah persendiaan pada tubuh manusia dengan sangat detail yaitu 360 sendi, bayangkan… 14 abad yang lalu, di zaman yang belum berkembang ilmu anatomi tubuh dan jumlah kerangka tulang beserta sejumlah persendian yang ada di dalamnya.

Dalam membentuk rangka tubuh, tulang yang satu berhubungan dengan tulang yang lain melalui jaringan penyambung yang disebut persendian. Pada persendian terdapat cairan pelumas (cairan sinofial). Otot yang melekat pada tulang oleh jaringan ikat disebut tendon. Sedangkan, jaringan yang menghubungkan tulang dengan tulang disebut ligamen.

 

Sahabat dan guru saya, Dr. Sagiran, seorang Dokter sholeh, Dosen dan juga penulis aktif, beliau lahir Bantul, 8 Juli 1968. Kepala Bagian Ilmu Bedah FKIK UMY dan Anggota Tim Dokter Bedah RSU PKU Muhammadiah YK dan RS Nur Hidayah Bantul ini meraih gelar Magister Kesehatannya (M.Kes) di UGM Bidang Dasar Minat Anatomi dan pada Rabu, 25 April 2012 memperoleh gelar doctor (S3) di Program Pascasarjana Universitas Muhammadiah Yogyakarta. Beliau adalah Doktor Psikologi Pendidikan Islam Program Pascasarjana pertama di UMY sejak dibuka pada tahun 2007, beliau berhasil mempertahankan disertasinya dengan predikat Sangat Memuaskan dengan judul “Palliative Care di Rumah Sakit Islam dengan Konsep Husnul Khatimah (Hu Care) Pada Pasien Gagal Ginjal”.

Dalam sebuah kesempatan menginap di kediaman beliau, saya bertanya tentang persendian manusia dan hubungannya dengan hadits Rasulullah SAW yang bertutur tentang sedekah untuk persendian. Suami Dr Mimin ini memberikaan penjelasan gamblang plus beberapa literature yang beliau miliki dan saya copy-kan ke flashdisk saya, beliau menjelaskan tentang macam-macam persendian pada tubuh manusia yang dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan: sinartrosis, amfiartrosis, dan diartrosis.

  1. Sinartrosis

Persendian yang tidak memungkinkan terjadinya pergerakan disebut sinartrosis. Tulang-tulang dipersatukan oleh jaringan tulang, contohnya pada tulang-tulang kepala.

 

  1. Amfiartrosis

Persendian tulang dengan gerakan yang sangat terbatas disebut amfiartrosis. Amfiartrosis dibagi menjadi dua macam, yaitu sinkondrosis dan sindesmosis. Sinkondrosis ialah persendian yang dihubungkan oleh tulang rawan hialin. Contoh sinkondrosis pada pelekatan tulang dada dan tulang iga. Sedangkan, sindesmosis ialah persendian yang dihubungkan oleh jaringan penyambung.

 

  1. Diartrosis

Diartrosis merupakan hubungan antara tulang yang satu dengan yang lain, yang dihubungkan oleh persendian. Persendian yang menyebabkan gerakan bebas dan mobilitasnya cukup besar, biasanya terjadi pada tulang-tulang panjang. Ujung tulang-tulang ini ditutupi oleh tulang rawan dan terdapat rongga sinofial yang berisi cairan sinofial untuk memudahkan gerakan. Persendian ini ditutupi oleh pembungkus jaringan fibrosa. Persendian diartrosis dapat dibagi menjadi beberapa macam sendi, yaitu:

 

  1. Sendi Putar

Persendian yang memungkinkan adanya gerakan rotasi atau berputar. Hal ini terjadi apabila ujung tulang yang satu bergerak mengitari ujung tulang yang lain. Contoh sendi putar adalah tulang tengkorak dengan tulang atlas, pergelangan tangan, dan pergelangan kaki.

  1. Sendi Engsel

Persendian yang menyebabkan gerakan satu arah karena berporos satu disebut sendi engsel. Contoh sendi engsel ialah hubungan tulang pada siku, lutut, dan jari-jari.

  1. Sendi Pelana

Sendi pelana adalah persendian yang membentuk sendi, seperti pelana, dan berporos dua. Contohnya, terdapat pada ibu jari dan pergelangan tangan.

  1. Sendi Peluru

Sendi peluru adalah persendian yang memungkinkan gerakan yang lebih bebas. Sendi ini terjadi apabila ujung tulang yang satu berbentuk bonggol, seperti peluru masuk ke ujung tulang lain yang berbentuk cekungan. Contoh sendi peluru adalah hubungan tulang panggul dengan tulang paha, dan tulang belikat dengan tulang atas.

 

Pembaca Cerdas…

Seorang Doktor Muslim bernama Hamid Ahmad Hamid di dalam bukunya ‘The Journey of Faith inside the Human Body’ (Perjalanan Iman di dalam tubuh manusia). Menyebutkan dengan sangat detail 360 persendian pada manusia, sebagaimana yang disebutkan secara ekslplisit sangat jelas oleh Rasulullah SAW di dalam haditsnya 14 abad yang lalu. Adapun jumlaah persendian tersebut adalah sebagai berikut:

  • 147 persendian yang terdapat pada vertebrae/ tulang punggung :
  • 25 sendi di area vertebrae/tulang punggung
  • 72 sendi di antara vertebrae/tulang punggung dan costae/tulang rusuk
  • 50 sendi di antara vertebrae/tulang punggung
  • 2 sendi di antara 2 tulang dada dan rongga dada
  • 18 sendi di antara dada dan rusuk
  • 2 sendi di antara tulang selangka dan tulang bahu
  • 2 sendi di antara tulang bahu dan dada
  • 2 sendi di antara 2 tulaang bahu
  • 6 sendi di antara 2 siku tangan
  • 8 sendi di antara 2 pergelangan tangan
  • 70 sendi di antara 2 tulang-tulang tangan
  • 2 sendi di antara 2 paha
  • 6 sendi di antara 2 lutut
  • 6 sendi di antara 2 mata kaki
  • 74 sendi di antara 2 kaki
  • 4 sendi di antara tulang lutut
  • 4 sendi di antara tulang punggung dan tulang ekor
  • 6 sendi di antara tulang pangkal paha
  • 1 sendi pada simfisis pubis (pubic symphysis)
  • 24 persendian pada torax/dada :
  • 86 persendian area atas :
  • 92 sendi di area bawah :
  • 11 sendi gelang panggul :

 

Jumlah keseluruhan adalah :

147 + 24 + 86 + 92 + 11 = 360 sendi.

 

Rangka manusia terdiri dari kumpulan tulang yang fungsinya menyangga tubuh dan memberinya bentuk, sekaligus melindungi alat-alat dan bagian-bagiannya, plus menyediakan permukaan yang kokoh yang menjadikan landasan urat. Tanpa persendian yang disiapkan Allah aagar sebagian besar tulang rangka manusia yang keras dapat bergerak, tentu manusia akan kaku seperti robot, manusia akan menderita banyak kesakitan, dan menghadapi berbagai macam persoalan dan beragam kesulitan. Oleh karena itu Rasulullah SAW berwasiat kepada manusia untuk bersyukur kepada Allah dengan bersedekah sebanyak persendian yang kita miliki, satu sendi satu sedekah.

Ketika perintah itu diutarakan kepada para sahabat, mereka balik bertanya :

“فَمَنِ الَّذِي يُطِيْقُ ذَلِكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟”

“Siapa yang sanggup bersedekah sedemikian banyak ya Rasulullah?”

Ternyata wajar bila para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW. Coba saya ilustrasikan ya…

360 sendi, hemmh…

Kalau nilai sedekah yang harus dikeluarkan tiap satu sendinya adalah Rp. 1000,- mungkin banyak yang sanggup, karena sehari cuma Rp. 360.000,-

Lalu bagaimana bila nilai sedekahnya Rp. 10.000,- ? wa…h lumayan tuh, Rp. 3.600.000,- sedekah perharinya. Anda sanggup?…

He he he… kayaknya mah akan banyak yang tidak mampu sedekah segitu, lha wong… gajinya aja Cuma 1 juta, 1,5 juta, 2 juta atau bahkan pas di angka 3,5 jt, habis dah buat sedekah sendi saja. Subhanallah…

Allah Maha Pengasih dan Penyayang buat kita, makanya diberlakukanlah amalan alternative sebagai bentuk konversi dari sedekah sendi tersebut. Apa itu? Berikut kelanjutan haditsnya…

“… فَكُلُّ تَسْبِيْحَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَحْمِيْدَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَهْلِيْلَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَكْبِيْرَةٍ صَدَقَةٌ …

…setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir (ucapan Allahu akbar) adalah sedekah,

“…وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوْفِ صَدَقَةٌ ، وَنَهْيٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ …

“…menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah…”

…وَيُجْزِي مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى.

“…Dan dua rakaat Dhuha sebanding dengan pahala semua itu “

 

Dalam riwayat lain, ada alternative yang ditawarkan, sangat-sangat sederhana..

…النَّخَامَةُ فيِ الْمَسْجِدِ يُدْفِنُهَا أَوِ الشَّئُ يُنَحِّيْهِ عَنِ الطَّرِيْقِ ,

 

“…menghilangkan dahak (kotoran) di masjid, atau membuang sesuatu yang mengganggu di jalan…”

“…فَإِنْ لَمْ يَقْدِرْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُ عَنْهُ”

maka bila tidak sanggup cukup diganti dengan dua raka’at shalat dhuha yang pahalanya serupa dengannya.

 

Jadi merugilah kita bila tidak shalat sunnah dhuha…, kenapa? karena kita kehilaangaan moment konversif dari keharusan bersedekah untuk persendian kita. Karena kita sadari bahwa tasbih, tahmid, takbir dan tahlil yang kita ucapkan terbatas dan lebih sering alpanya. Padahal kalau kita rutin 33 tasbih tahmid dan takbir x 5 waktu shalat sudah bisa mengkonversi sedekah sendi. Tapi… yaitulah, setan lagi di salahin… (‘setan nih bikin saya malas’… he he he).

Untuk amar ma’ruf dan nahyi mungkar, ini sebenranya lebih simple, maksudnya?… ya lebih mudah, coba kita ajak sahabat kita di kantor, temaan di jejaring social untuk shalat dhuha misalnya, lalu dari 1000 orang yang terinspirasi, termotivasi dan tersadarkan untuk melakukaan dhuha hanya 10%, subhanallah… itu sudah 100 amar ma’ruf, dan seterusnya silahkan kembangkan…

So… Don’t Miss It!…

  1. Mau jadi Pengusaha?

Mau tidak? punya usaha, punya bisnis, punya kerjaan yang tempatnya deket sama rumah, penghasilannya besar, omzetnya besar dan berkah, dan cepet pulangnya, bahkan sewayah-wayah…jawabannya… rutinkaan shalat sunnah dhuha.

Imam Ahmd, Imam Thaabrani dan Imaam AAbu yaa’laa meriwayatkan, dari Abdillah bin ‘Amru RA, beliau berkata; “Rasulullah mengirim sebuah pasukan perang, lalu sekembalinya mereka memperoleh keuntungan (ghanimah) yang banyak dan pulangnya cepat. Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya). Lalu Rasulullah SAW menawarkan satu hal yang saangat menarik kepada mereka :

“…أَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلىَ أَقْرَبَ مِنْهُمْ مَغْزًى وَأَكْثَرَ غَنِيْمَةً وَأَوْشَكَ رَجْعَةً ؟ مَنْ تَوَضَّأَ ثُمَّ غَدَا إِلىَ الْمَسْجِدِ لِسُبْحَةِ الضُّحَى فَهُوَ أَقْرَبَ مَغْزًى وَأَكْثَرَ غَنِيْمَةً وَأَوْشَكَ رَجْعَةً…

“Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya?

Mereka menjawab; “Ya!

Rasul berkata lagi: “Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya”

 

Masih banyak kedahsyatan shalat sunnah dhuha lainnya, terus belajar dan jadikan shalat sunnah dhuha sebagai pakaian sehari- hari ya…

___

Buku-Buku Diskon 50%–90% di bukuyusufmansur.com.

Pentalogi Twitter 5 Buku dari Rp.250.000 Diskon 90% jadi Rp.25.000

Kun Fayakun Series 5 Buku dari Rp.350.000 Diskon 90% jadi Rp.35.000

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: