Yusuf Mansur

Doa Kami Untukmu, Guruku

 

 

Yaaa Allah air mata saya ini ngalir. Menetes. Untuk guru yang saya pernah menimba langsung ilmu darinya.

Untuk guru yang pernah menyentuh kulit saya, memegang tangan saya, membelai kepala saya, mengusap rambut saya, dan memeluk saya, langsung.

Kini, beliau sudah wafat menemui Kekasihnya. Menemui Allah Jallaa Jalaaluh.

Prof DR. Wahbah az Zuhaili, penulis buanyak kitab fiqh dan kitab-kita tafsir, seperti al Fiqhul Islaam wa adillatuh, sekurang-kurangnya 23 jilid. Tafsir al Muyassar.

Dan banyak lagi kitab, yang masih dipake di semua perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.

Mohon semua cabang-cabang rumah tahfidz dan pesantren-pesantren. Juga masjid-masjid, bikin shalat ghaib untuk Ulama Syiria yang sangat ‘alim tapi tawadhu’ ini.

Rasanya, ga ada ulama dan ustadz ustadzah masa kini yang ga dapet keberkahan ilmunya. Baik langsung ataupun tidak langsung.

Sebab kitab-kitab atau buku-buku tulisannya, jadi rujukan perguruan-perguruan tinggi Islam dalam dan luar negeri. Atau jurusan-jurusan agama di berbagai perguruan tinggi negeri.

Sampe yang termasyhur macam al Azhar Cairo, Madinah University, Ummul Quro Makkah, semuanya ga ada yang ga make kitab-kitab tulisan beliau.

Terima kasih buat semua doa yang kawan-kawan panjatkan. Bahkan saat kawan-kawan ga kenal pun, panjatkan doa untuk beliau. Sungguh, kami mencintainya.

Jika kawan-kawan mendapatkan banyak hal positif dari saya dan kawan-kawan Daqu, maka itu pun adalah jariahnya. Sangat wajar kita mendoakannya dan menyalatkan ghaib untuk nya.

Exit mobile version