Doa Pengubah Nasib dan Keadaan

Bumi ini diisi oleh saya dan keluarga saya. Kelak diisi oleh anak-anak keturunan dan keluarga-keluarga saya dan keturunan-keturunan serta keluarga-keluarga saya hingga akhir zaman nanti.

Lalu kenapa saya ga mau berdoa? Nitip-nitip nasib dan keadaan, perubahan dan perbaikan, keamanan dan perlindungan serta semuanya kepada Allah.

Secara di Al-Faatihah dibuka dengan sesuatu yang berkenaan dengan alam semesta dan isinya. Lalu An-Naas, diisi dengan segala sesuatu yang berkenaan dengan Allah sebagai Robbunnaas, Malikunnaas, dan Ilaahunnaas. Tuhannya seluruh manusia, Rajanya seluruh manusia. Sembahannya manusia. Yang sekaligus pemilik, pengatur, pengendali, penjaga, pelindung, pemenuh kebutuhan dan keperluan, penolong, bahkan sebenarnya pelayan. Ya, Allah Yang Maha Tinggi, melayani semua makhluk-Nya. Apa ga malu? Kita malah ga mau melayani balik ke Allah? Dan berkhidmat untuk semesta.

Saya kepengen hidup enak di belahan bumi manapun. Diterima di belahan bumi manapun. Bisa ke belahan bumi manapun. Dan berharap berlaku untuk semua keluarga dan keturunan sampe akhir zaman. Karena itu, minimal saya memberi energi doa. Agar apa-apa dan siapa-siapa, diberitahu dengan izin Allah, bahwa saya sering-sering, rutin-rutin, membaca doa untuk apa-apa dan siapa-siapa yang ada di Indonesia dan di alam semesta, bukan hanya manusia, tapi semua makhluk di seluruh alam. Tanah di bumi dengan segala isinya di dalam dan di atasnya. Langit dengan seluruh benda langitnya. Sejauh, sebanyak, sebesar, seluas ciptaanNya.

Dengan doa begini, misalnya, saya senang. Bisa mendoakan agar seluruh tanaman, dilindungi Allah. Cape-cape kita minta manusia, siapa juga manusia yang mendengar? Apalagi sampai menjangkau semua manusia? Ga ada. Ga bisa. Seberapa sering juga? Asli ga bakalan bisa. Dan mampu apa manusia? Mending langsung dah. Minta sama Penghulunya Alam Semesta, agar Allah menjaga dan bahkan terus berkenan menumbuhkan berbagai tanaman dan memberkahi seluruh bagian dari tanaman di seluruh bumi.

Entah ya. Dengan begini aja, saya suka merasa, tanaman-tanaman di belahan bumi manapun, kayak tersenyum. Sebab tau didoakan, hehehe.

Nah, doa-doa begini, saya rutinin. Saya tempel di shalawat, istighfar dan di bacaan-bacaan Qur’an. Alias saya baca itu semua, lalu saya berdoa: UNTUK APA-APA dan SIAPA-SIAPA yang ada di Indonesia dan semesta.

You may also like...

Leave a Reply

facebook like