Fokus, Jangan Ribut

 

jangan ribut

 
Ada yang antar saudara, senengnya ribut. Ada yang dibuat ribut oleh orang lain. Ketika ribut, pasti lengah. Energi habis buat ribut. Fokusnya ke ribut. Jadi ga jaga dapur. Ga jaga lemari. Ga jaga yang lain yang barangkali diincer yang lain.

Jika satu kaum ga bisa ditundukkan dari luar, maka diacak-acak tuh kaum supaya pada ribut sendiri. Demikian juga keluarga kita.

Ketika ayah ibu ribut, maka anak-anak pasti terbengkalai. Sesekali ribut, wajar barangkali. Tapi, kalau terus-terusan dan membesar? Semua elemen keluarga, musti banyak menahan diri. Liat kepentingan yang lebih besar. Jangan liat kepentingan sesaat dan pribadi.

Saya jadi inget tulisan saya tentang ayam. Ayam dari tadi liat ada makanan di dalem. Tapi, ada orang-orang yang menjaganya. Dan ayam nunggu momen.

Hingga akhirnya ayam melihat, orang-orang ini, ribut. Masuklah ayam. Nyelonong ke dapur dan makan makanan yang diincer.

Sebenarnya, orang-orang ini tau, bahwa ada ayam masuk. Sebagiannya malah liat. Sebagiannya lagi, udah ngendus duluan rencana ayam.

Tapi semua lagi pada ribut. Terkuasai hawa nafsu untuk ribut, yang memang jadi stempel ke manusia, yang dikhawatirkan malaikat-malaikat Allah. Dan ayam pun berhasil bawa makanan yang diincernya. Orang-orang yang pada ribut, liat, tau, dan bengong. Tappiiii ribut lagi.

Kata mereka, “Elo sih…” “Elo tuh…” ” Elo…” “Elo…” sementara ayam, malah manggil ayam-ayam lain, untuk ikut ambil. Lagi dan lagi.

Baca selanjutnya.

You may also like...

1 Response

  1. kamila says:

    Gabung paytren nya ustad yusuf mansur…
    berbisnis juga sedekah…dunia dapet akhirat dapet. Ayuk gabung skrg di http://leadertreni.net/kamila
    Wa 081939430454

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

facebook like