Gerbong

 

gerbong

 

Seorang perempuan, diadili di alam kubur. Tuduhannya ga main-main, membunuh dan memperkosa. Ga terima si perempuan ini. Bagaimana bisa? Tangannya ketika di dunia begitu lembut. Ga bisa ia melihat ayam dipotong. Lalu bagaimana ia bisa dituduh membunuh untuk sesuatu yang tidak ia kerjakan juga? Dan kok bisa ia dituduh memperkosa? Bukankah mestinya perempuanlah yang diperkosa? Aneh.

Ia minta keadilan Allah. Tapi pengadilan kubur terus berjalan. Siksa kubur mulai dikenakan kepada beliau, dengan standar hukuman para pembunuh dan pemerkosa.

Rupanya, ketika di dunia, ia senang memakai rok mini dan pakaian-pakaian yang mengundang syahwat. Hingga ada satu laki-laki yang terangsang. Namun ia ga berani sama ini perempuan. Beraninya sama anaknya. Anak perempuannya sendiri dimakannya. Kemudian sekaligus dibunuh. MasyaaAllah.

Di dalam urusan koneksi antar-manusia dan antar perbuatan, laa hawla walaa quwwata illaa billaah, ternyata, si perempuan itu pun dianggap pelaku. Belom lagi kalau ia paham, setiap mata yang tertuju padanya, adalah maksiat mata, yang sialnya ia yang pake itu pakaian, malah ia dapat dosa dobel-dobel dan berlipat-lipat. Yakni dapet juga doa dari banyaknya mata yang melihat auratnya.

NAMUN insyaaAllah mata rantai kebaikan juga ga kurang-kurang limpahan rizki pahalanya. Saya contohnya, ketika baca Al-Qur’an di stasiun TV, maka huruf-huruf yang saya dapat, bukan saja dari yang saya baca. Melainkan berapa juta pemirsa yang dengar, itu semua akan dibawa ke hadapan saya.

Dan apakah saya doang yang dapat? Seluruh keluarga besar stasiun TV, kru-krunya, dan seluruh orang yang terlibat di stasiun TV tersebut, yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, hingga tukang listrik, OB, sampe direksi dan owner-nya, semuanya dapat… Subhaanallaah…

Kiranya semua yang Allah karuniakan, mudah-mudahan dapat dibawa untuk kepentingan-Nya. Maka jadilah yang berada di mata rantai kebaikan. Jangan berada di mata rantai keburukan.

Sekecil apapun peran Saudara semua, jadilah di mata rantai kebaikan. Pokoknya, jangan di mata rantai keburukan. Syukur-syukur bisa jadi gerbong kebaikan. Dan na’uudzu billaah, jangan ampe jadi gerbong keburukan.

You may also like...

1 Response

  1. kumala says:

    Seneng banget baca n denger ceramah daei Pak Ustadz, walopun belum pernah liat secara langsung, moga berkah dilimpahkan buat Pak Ustadz n keluarga. Oiya, nitip doa Pak Ustadz, lagi skripsi ini, moga dikasih kemudahan sama Allah buat ngerjain skripsi n petunjuk sampe nanti ujian. Makasih tadz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

facebook like