Hati-Hati dalam Berpikir, Berkata, dan Berbuat

mimbar 5

 
Bila ada orang yang kelewatan, baik perbuatan, maupun perilakunya, secara kita juga ga punya ilmu, gimana yang benarnya? Ya doa aja. Asli doa aja.

Saya memahami diri saya ga bisa menafsirkan. Maksimum hanya mentadabburi. Mencari ilmu, mencari pembelajaran dan mencari hikmah, bukan menafsirkan. Maka jika ada kawan yang belom mencapai derajat menafsirkan, lalu menafsirkan, saya kagum. Berani banget. Apa ga takut salah? Apalagi ga ada kata-kata wallaahu a’lam bish-showaab nya. Ga ada kata-kata hanya Allah yang tau kebenarannya. Akhirnya cuma bisa doa dan mendoakan.

Saya lebih sering mengambil posisi doa dan mendoakan. Manakala banyak kawan-kawan yang puinter-puinter, tapi bikin dahi berkernyit, pikir saya, ah tentu karena diri ini yang tak mampu memahami pemikiran, perkataan, dan perbuatan kawan-kawan tersebut. Akhirnya, lagi-lagi doa dan mendoakan.

Banyaknya ilmu, bisa jadi menjauhkan dari kebenaran, jika sujudnya ga benar. Ibadah-ibadah wajibnya rusak. Zikirnya kurang. Imannya tipis. Dan ini, saya banget. Karena itu saya minta didoakan juga. Jangan ampe jadi orang belagu ketika mengeluarkan pemikiran, perkataan, dan perbuatan. Takut banget Allah ga ridho. Menjadi sikap saya, untuk memilih jangan jadi orang yang bebas banget mikir, berkata, dan berbuat. Sebab semua bakal dipertanggungjawabkan. Ngeri.

Makasih ya kawan-kawan atas doanya. Sering, yang namanya masih murid, tapi udah ngelampauin guru. Jangan sampe saya begini. Makasih sekali lagi.

Walaupun berbeda pendapat, masih bisakah kita duduk bareng? Baca selanjutnya.

You may also like...

4 Responses

  1. Roni Wijatmiko says:

    “Bismillaah dulu apa-apa. Supaya bukan kesombongan yang Nampak, supaya lurus.”
    Semua diawali dengan Bismillaah, Insha Allah berkah.

  2. Mari saling mendoakan, Semoga Alloh SWT selalu menunjukkan kita kepada jalan yang lurus, dan di jauhkan dari sifat berlebih lebihan dalam segala hal, karena berlebih lebihan adalah pangkal kesombongan, dan sungguh kesombongan akan membuat orang takabur bahkan kufur. Dan jika Alloh SWT sudah memberi petunjuk, maka tiada satupun yang bisa menyesatkan.

  3. devi anggraeni says:

    smoga tetap istiqomah kebenaran hanya milik Allah SWT…smg slalu dbimbing ke jalan benar …dikuatkan iman aminnn..

  4. amok says:

    Mempersembahkan Paytren untuk Indonesia bahkan untuk dunia menjadi tujuan dari salah satu produk PT Veritra Sentosa Internasional (TRENi) yang didirikan Ustadz Yusuf Mansur pada 2013 ini. Hal tersebut dia sampaikan dalam konferensi pers yang diadakan di ruang VIP, Masjid Istiqlal, Ahad (27/3).

    Paytren merupakan layanan perantara transaksi. Fungsi Paytren mirip seperti kartu ATM, Paypal, atau kartu belanja lainnya. Paytren bisa dijalankan pada semua jenis handphone atau smartphone dengan cara mendownload aplikasinya dan setiap user bisa bertransaksi dengan lebih praktis, efektif, dan untung.

    Paytren sendiri sudah ada di 17 negara, di antaranya Hongkong, Taiwan, Korea, Jazirah Arab, Timur Tengah, Australia, Amerika dan lain-lain. Bukan hanya di negara-negara luar bahkan sudah lintas benua.

    Ustadz Yusuf Mansur tahu betul jika teknologi sudah sangat canggih. “Teknologi ini besok akan kayak agama bos, udah kaya sesuatu yang melebihi beras, melebihi kebutuhan bahan pokok. Banyak aplikasi online bukan punya Indonesia, tapi ini masih punya Indonesia punya ustadz,” ujarnya sambil tertawa.

    Tidak hanya itu, Ustadz Yusuf Mansur bahkan mempunyai impian jika suatu saat nanti Paytren bisa menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Lalu keuntungannya apa kalau ini dipakai oleh Gubernur, oleh Presiden? Keuntungannya adalah single plan itu, dana masyarakatnya, digital society-nya, top,” tuturnya.

    Dia juga menyontohkan salah satu keuntungan dengan bergabung Paytren yaitu seseorang jadi mempunyai daya tawar. “Be to ustadz ustadz to jamaah. Kalau ibu datang ke bank manapun dan mau tutup rekening ibu, gak bakal bank itu sujud-sujud ke ibu. Kenapa? Karena ibu sendiri, coba ada 6000 orang di belakangnya. Pasti kan ditahan-tahan. Kalau berjamaah kita pasti punya daya tawar. Begitu disitemin dapat. Kalau anggota Paytren dan bekerja untuk Paytren ibu dapet namanya fee transaksi,” jelasnya.

    Selain memperkenalkan Paytren, pada kesempatan ini, Ustadz Yusuf Mansur juga mengajak masyarakat Indonesia agar berinovasi jangan hanya bicara. “Jangan cuma lihat gajah sama gajah bertarung tapi kita gak jadi gajah baru, ya jadi gajah baru aja. Penuhi taman perdagangannya, taman percaturannya, jadi buat bangsa Indonesia buat menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),” ungkapnya.

    Hal yang menarik, sambungnya, karena mendadak pasarannya jadi ratusan juta. Kita punya pasar Rp600 juta lebih di mana Rp200 jutanya ada di Indonesia. “Kebayang gak kalau kita semua main di dunia digital? Subhanallah,
    Pendaftaran
    Hub: 085642842132
    Pin: 51888ed9

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

facebook like