Hati-Hati dalam Berpikir, Berkata, dan Berbuat

 

mimbar 5

 
Walaupun berbeda pendapat dan pendapatan, masa ga bisa duduk bareng? Ga akur? Bisa insyaaAllah. Duduk bareng paling enak, di tukang mie rebus sambil ngupi. Ketika berbeda, cari hal-hal yang sama. Untuk hal yang berbeda itu, kembalikan ke Allah. Ojo ngotot-ngotot. Carane ya dungo. Caranya ya doa. Minta hidayah.

Sebisa mungkin, kawan-kawan juga hati-hati dalam berpikir, berkata, dan berbuat. Bismillaah dulu apa-apa. Supaya bukan kesombongan yang Nampak, supaya lurus.

Biar pinternya ga ketulungan, kudu banyak-banyak istighfar. Kayak malaikat. Manteb. Jangan kayak iblis. Malaikat tetep merunduk dan nunduk. Pinter, tapi santun. Ga ngenyek, ga nyindir, ga nganggep orang lain bodoh, bakal tambah cakep kepinterannya. Mulia dan santun. Ga nganggep yang lain hina. Bakal tambah kemuliaannya. Kaya, dan ga sombong, maka kekayaannya itu malah enak diliat dan menginspirasi.

Bodoh itu bukannya ga pinter. Kadang orang pinter, yang sekolahnya tinggi, bisa nampak bodoh. Kapan disebut seperti ini hayooo…? He he he

You may also like...

4 Responses

  1. Roni Wijatmiko says:

    “Bismillaah dulu apa-apa. Supaya bukan kesombongan yang Nampak, supaya lurus.”
    Semua diawali dengan Bismillaah, Insha Allah berkah.

  2. Mari saling mendoakan, Semoga Alloh SWT selalu menunjukkan kita kepada jalan yang lurus, dan di jauhkan dari sifat berlebih lebihan dalam segala hal, karena berlebih lebihan adalah pangkal kesombongan, dan sungguh kesombongan akan membuat orang takabur bahkan kufur. Dan jika Alloh SWT sudah memberi petunjuk, maka tiada satupun yang bisa menyesatkan.

  3. devi anggraeni says:

    smoga tetap istiqomah kebenaran hanya milik Allah SWT…smg slalu dbimbing ke jalan benar …dikuatkan iman aminnn..

  4. amok says:

    Mempersembahkan Paytren untuk Indonesia bahkan untuk dunia menjadi tujuan dari salah satu produk PT Veritra Sentosa Internasional (TRENi) yang didirikan Ustadz Yusuf Mansur pada 2013 ini. Hal tersebut dia sampaikan dalam konferensi pers yang diadakan di ruang VIP, Masjid Istiqlal, Ahad (27/3).

    Paytren merupakan layanan perantara transaksi. Fungsi Paytren mirip seperti kartu ATM, Paypal, atau kartu belanja lainnya. Paytren bisa dijalankan pada semua jenis handphone atau smartphone dengan cara mendownload aplikasinya dan setiap user bisa bertransaksi dengan lebih praktis, efektif, dan untung.

    Paytren sendiri sudah ada di 17 negara, di antaranya Hongkong, Taiwan, Korea, Jazirah Arab, Timur Tengah, Australia, Amerika dan lain-lain. Bukan hanya di negara-negara luar bahkan sudah lintas benua.

    Ustadz Yusuf Mansur tahu betul jika teknologi sudah sangat canggih. “Teknologi ini besok akan kayak agama bos, udah kaya sesuatu yang melebihi beras, melebihi kebutuhan bahan pokok. Banyak aplikasi online bukan punya Indonesia, tapi ini masih punya Indonesia punya ustadz,” ujarnya sambil tertawa.

    Tidak hanya itu, Ustadz Yusuf Mansur bahkan mempunyai impian jika suatu saat nanti Paytren bisa menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Lalu keuntungannya apa kalau ini dipakai oleh Gubernur, oleh Presiden? Keuntungannya adalah single plan itu, dana masyarakatnya, digital society-nya, top,” tuturnya.

    Dia juga menyontohkan salah satu keuntungan dengan bergabung Paytren yaitu seseorang jadi mempunyai daya tawar. “Be to ustadz ustadz to jamaah. Kalau ibu datang ke bank manapun dan mau tutup rekening ibu, gak bakal bank itu sujud-sujud ke ibu. Kenapa? Karena ibu sendiri, coba ada 6000 orang di belakangnya. Pasti kan ditahan-tahan. Kalau berjamaah kita pasti punya daya tawar. Begitu disitemin dapat. Kalau anggota Paytren dan bekerja untuk Paytren ibu dapet namanya fee transaksi,” jelasnya.

    Selain memperkenalkan Paytren, pada kesempatan ini, Ustadz Yusuf Mansur juga mengajak masyarakat Indonesia agar berinovasi jangan hanya bicara. “Jangan cuma lihat gajah sama gajah bertarung tapi kita gak jadi gajah baru, ya jadi gajah baru aja. Penuhi taman perdagangannya, taman percaturannya, jadi buat bangsa Indonesia buat menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),” ungkapnya.

    Hal yang menarik, sambungnya, karena mendadak pasarannya jadi ratusan juta. Kita punya pasar Rp600 juta lebih di mana Rp200 jutanya ada di Indonesia. “Kebayang gak kalau kita semua main di dunia digital? Subhanallah,
    Pendaftaran
    Hub: 085642842132
    Pin: 51888ed9

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

facebook like