Istana Rumah Qur’an

istana rumah quran (3)

Oleh Tarmizi As Shidiq (@tarmizi_as)

Pondasi 50 rumah dikerjakan secara gotong royong dan bersamaan, dengan semangat kebersamaan seluruh masyarakat untuk mempunyai tempat tinggal yang layak dan berkah.

Tawa canda riuh, sukacita pun semakin nampak, tatkala para ibu menghidangkan makan siang untuk para suami dan pemuda yang rehat kerja.

Lalu di bawah naungan pohon rindang, dengan alas tanah, makan siang dengan menu pokok jagung, terasa nikmat tiada tara. Larut dalam kebahagiaan penduduk OeUe itu, membuat penat perjalanan udara 4 jam dari Jakarta ditambah 6 jam perjalanan darat ke lokasi di atas perbukitan, jadi tak terasa. Sungguh, momentum indah yang tak bakal saya lupakan.

Begitu juga saat menjenguk Kampung Qur’aan di Desa Glagah Harjo, Sleman, DIY, di lereng selatan Gunung Merapi. Kidung Tembang Saringat yang dibawakan Ustadz Abdul Qodir, mengalun syahdu dari pengeras suara di atap Saung Qur’an Glagah Harjo.

Dipadu dengan shalawat Nabi, alunan kidung mengajak warga sekitar bersegera berkumpul di Saung Qur’an untuk sholat dan gaji. Tak lama kemudian, Glagah Harjo diselimuti khusyuknya warga berjamaah maghriban.

Lalu mulai terdengar sahutan bacaan Qur’an, dan kemudian Ustadz Abdul Qodir mengajarkan tata cara ibadah. Itulah pemandangan rutin setiap hari di Kampung Qur’an Glagah Harjo. Dengan gotong royong dan semangat kebersamaan warga setempat, alhamdulillah sudah 80 rumah berdiri dan ditempati mereka.

Kegembiraan juga terpancar dari wajah Asaatidz dan santri Rumah Tahfidz Al-Maarif, Tasikmalaya, tatkala beberapa waktu lalu memanen 12 kolam ikan; Hal yang sama kita temui di Rumah Tahfidz Daarul Qur’an Ciseeng, ketika memanen ikan lele hasil budidaya mereka. Sedangkan para santri Rumah Tahfidz Daarul Qur’an Bintaro, Jakarta Selatan, mempersilakan para donatur dan manajemen PPPA Daarul Qur’an mencicipi hasil panen jamur tiram putih.

Subhanallah, tentunya kebahagiaan segenap warga Rumah Qur’an, Kampung Qur’an, maupun Rumah Tahfidz, juga merupakan kebahagiaan Anda para dermawan. Dengan membersihkan harta Anda untuk mengukir senyum Asaatidz dan santri, insya Allah hidup Anda menjadi berkah.

Seperti dalam syair lagu We Are The World: We are the ones who make a brighter day, so let’s start giving. Pakar marketing Yuswohady menegaskan, memberi (giving) adalah reason for being. Memberi adalah alasan kita ada, alasan kita hidup, dan alasan eksistensi kita.

Dengan memberi, Anda berarti berbagi (sharing) kesempatan; Kesempatan bagi saudara-saudara di pelosok pedalaman untuk menikmati rumah yang layak huni; Kesempatan bagi anak-anak dhuafa untuk nyantri dan menghafal Qur’an, dan seterusnya.

Kalau boleh bertamsil dari dunia maya, bukankah Facebook, Twitter, Google, dan Wikipedia besar karena gemar berbagi dan memberi? Thats the power of Giving And Sharing. Jazakallah khairan katsiran.

 

Rekening Sedekah PPPA Daarul Qur’an

BCA : 6030 30 8041

Mandiri: 128 000 509 2975

Bank Syariah Mandiri : 074 006 5000

BNI Syariah : 1699 1699 6

an. Yayasan Daarul Qur’an Nusantara

Informasi: www.daqu.or.id – 021 500 311

You may also like...

2 Responses

  1. PayTren says:

    Mari Ikutan Proyek bersama Ustadz Yusuf Mansur dan Darul Qur’an untuk buat 100 Pesantren di 100 Kota…
    Info hubungi Darul Qur’an,,Insya Allah Proyek besar-besaran bersama Allah, semoga berkah,,apalagi untuk teman-teman yang punya hajat. Semoga diganti Allah berlipat-lipat.Aamiin

  2. rima says:

    Subhanallah..merinding aju bacanya stadz..terima kasih ppppa. Semoga sll barokah dunia akhirat..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

facebook like