Jangan Buru-buru Dipercaya

Terkait dengan beredarnya surat permohonan bantuan, dari satu lembaga besar Islam di tanah air, kepada rumah ibadah pemeluk agama lain… Maka saya bilang mah, jangan buru-buru dipercaya…

Gini ya. Saya aja berkali-kali kok diberitain. Sebagiannya ada yang mengolah data sehingga tampak benar adanya. lalu menimbulkan provokasi-provokasi. Sebagiannya lagi, emang ga bener sama sekali. Tidak diolah dari data sama sekali.

Maka saya bilang, yang namanya berita jangan buru-buru dipercaya. Dan lebih baik ga usah dipercaya dulu. Kalaupun ada respon, responlah dengan baik sangka, semangat solusi, dan harus jadi doa. Jangan malah ngembangin lebih negatif lagi.

Banyak hati-hati. Sekarang orang gampang share-share berita yang belom tentu bener. Salah-salah, udah mah ga bener, kita dah terlanjur ngeshare. Udah terlanjur ikut ngebangunin opini, dan persepsi. Dosanya banyak, panjang, lagi luas. Banyak-banyak nahan diri. Lagian, jangan biasain menduga-duga jelek dan ikut campur jelek. Menduga-duga baik dan ikut campur baik, bagus. Tapi yang jelek, jangan. Bila pun benar, harus solutif. Jangan ngenye’, jangan ngehina. Jangan ngejudge. Bisa jadi sebab dosa kita loh…

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

facebook like