Yusuf Mansur

Jangan Menambah Kebencian Dengan Membenci

benciJangan menambah kebencian, dengan membenci yang membenci. Dan jangan nambah kita juga membenci yang membenci. Belom tentu membenci karena sebener-benernya pembencian. Bisa jadi karena ga kenal, ga ada yang menyapa, ga ada yang memberi warna lain. Sehingga informasi, ga imbang.

Apakah Allah berfirman kepada Nabi Musa… Begini…: Jauhi Fir’aun? Jangan kau injak istananya?

Engga kan?

Perintah awal, “Datangi Fir’aun. Datangi Istananya. Temuin Fir’aun…”

Ini lagi, bukan Fir’aun kan? Msh sodara. Cuma lagi berantem aja. Hehehe. Lagi ga sepaham. Lagi se-street. Ga sejalan.
Akhirnya, Nabi Musa, emang disuruh juga meninggalkan Fir’aun. Tapi sudah dalam keadaan berhasil, bawa 400-600rb bangsa Bani Israil. Ini keberhasilan juga. Dan banyak hikmahnya. Cerita tentang keberanian, pengorbanan, perjuangan. Bahwa berhasil dan tidak, bukan urusan kita.

Di setiap perusahaan yang, bahkan lebih gila dari perusahaan, yang kawan-kawan cap ini itu, selalu ada orang-orang sholeh sholehah, yang merintih, berdoa, agar perjuangannya dari dalam, ditemani. Setidaknya, besok, bisa ngajak keluar, dan membuat sesuatu yang lebih besar.

Berjuang aja dulu. Toh, ga dibayar. Tapi nasuk dengan bayar. Ga bakalannya ada intervensi. Jika kawan-kawan positif, semua insyaaAllah bergerak ke arah yang positif. Jika ada yang negatif, saya mah maunya positif aja.

 

sumber gambar: samaggi-phala.or.id

Exit mobile version