Yusuf Mansur

Jika “Yang Tidak Punya Allah” Saja Bisa Berubah, Apalagi Kita Yang Memiliki Allah?

ustadz-yusuf-mansur

Siapa yang yakin bahwa dirinya ga mungkin berubah, maka itulah yang akan terjadi.

Siapa yang yakin bahwa dirinya bisa berubah, maka keyakinannya ini pula yang akan memimpinnya berubah.

Inilah keyakinan mereka yang beraliran positif, mereka yang hanya “sekedar” yakin. Kita yang beriman, yang bertuhan Allah, tidak hanya “sekedar” yakin, mustinya bisa lebih positif lagi.

Siapapun yang meyakini bahwa dia akan berubah dan bisa berubah, alam akan memberikan energinya. yang beigini ini, Udah sunnatulloh dari sononya. namun nanti diperlukan keseimbangan. Sebab jika tidak, kepercayaan diri, keyakinan diri, yang membawa kepada perubahan, juga bisa menjerumuskan. Misalnya saat ujub, sombong, takabur.

Jika “yang tidak punya” Allah saja bisa berubah, jika yang tidak punya iman saja bisa berubah, masa yang beriman, betauhid bagus, beramal shaleh bagus, lalu malah ga berubah? Kan ga mungkin secara teori. Kecuali Allah berkehendak lain. Atau? Atau ya dia pun “tidak memiliki” Allah. Tidak mempunyai Allah. Dalam bahasa lain, dia tidak punya keyakinan positif dan dia tidak punya juga ibadah.

Baca selanjutnya

Exit mobile version