Kalem Aja

Jika engkau adalah orang yang sering difitnah, diserang, diujari kebencian, disebut sebagai pembohong, penipu atau apalah. Jangan dulu melawan. Bahkan kadang ga perlu melawan. Yang penting, teliti dulu dirimu. Benar atau salah. Di jalur yang benar atau yang salah. Jika sudah ada di tempat yang benar. melangkah dengan langkah yang benar. Mengambil keputusan dengan keputusan yang benar. Maka biarkan saja orang lain ga suka. Ga ngaruh. Makin mereka menyerangmu maka akan semakin tampak kebodohan mereka. Semakin jelas kebencian mereka, semakin jelas kesalahan mereka. Bukan kawan-kawan.Dan jangan terjebak permainan kata-kata, tulisan, dan tindakan mereka. Kalem aja. Tenang aja. Fokus saja sama kerjaan dan tujuanmu. Anggap aja mereka adalah pupukmu.

Kecuali jika dirimu salah. Kalau cuma karena orang salah menilai mah, ga usah buru-buru menjelaskan. Biasanya orang-orang yang menyerang, mau dijelaskan kayak apa, tujuannya bukan pengertian, bukan pemahaman, bukan kebenaran, koq. Tapi emang dasaran nyari-nyari kesalahan. Jadi, buktikan aja dengan kerja keras. Buktikan dengan prestasi. Ga usah ikut irama mereka. Ga usah ikut tabuhan genderang mereka.

Ini berlaku umum. Di sekolah. Di kampus. Di persaingan kerja. Persaingan usaha. Di lembaga pemerintahan dan swasta. Bahkan di dunia dakwah.

Sekali lagi, kecuali emang confirm, bahwa kita salah. Ya perbaiki saja. Itu pun, tetep ga usah ikut arus. Selow aja. Allah Aja Ya Maha Penerima dan Pengampun. Ga bakal pepes keyang. Ga bakal ngejejek terus menerus. Maksudnya, ya kalo orang udah taubat, ya udah. Pastikan aja lagi kita terus ya benar.

Cuma kemudian, benar menurut siapa? Ukurannya apa?

Ukurannya adalah Allah dan Rasul-Nya. Qur’an dan Sunnah. Terus apalagi? Ukurannya regulasi. Tata kelola pemerintah. Perundang-undangannya. Banyak nanya. Sama ulama. Sama pemerintah. Sama yg ngerti. Bukan nanya yang nyerang. Apalagi bila yg nyerang kawan-kawan adalah orang yang nyerang di belakang kawan-kawan. Wes, ga usah dianggap. Tar malah menghambat kawan-kawan sendiri. Bismillaah. Mudah-mudahan intinya bisa dipahami ya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: