Kampanye Menkes Baru

3,576 Views

Baca artikel ini dg kalem, ga pake urat. Tp sekuat tenaga mulai berpikir juga bantu negara di urusan pencegahan freesex, hiv, aborsi, trmasuk narkoba. Betapapun, pencegahan lbh hebat dan utama, daripada memfasilitasi kondom…

Doain, segera saya akan menghadap Presiden dan menteri terkait…

InsyaAllah… Saya akan ajak bbrp ulama… Aaamiiin… Mhn doanya… Jika susah, ngadep Allah aja. Sekali lagi, jadilah ummat solutif. Ummat yg memberikan solusi. Kelihatannya, kalau bukan unsur kesengajaan merusak, ini sbb pemerintah, udah kepuyengan dg kasus hiv, aborsi, freesex, juga narkoba… Yuk, kita bantu. Minimal dg doa dulu, baik sangka, dan bergerak…

Mmmmm….
Kampanye calon bupati atau gubernur itu biasa. Kampanye calon Presiden juga biasa. Tapi kampanye yang satu ini bikin heboh negeri ini.
Menkes yang baru sudah resmi dilantik oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Beliau baru saja membuat suatu perubahan yang signifikan demi tercapainya kondisi kesehatan masyarakat yang lebih baik.
Apa pasal ? Beliau baru saja menandatangani kontrak kinerja dengan presiden. Yang bagus adalah, di dalam kontrak kinerja ada targetnya, misalnya memastikan pencapaian target kemenkes 2014. Jadi, beliau tinggal memonitor program-program yang ada agar selesai sesuai target yang ditetapkan bersama. .

Ketika Jumpa Pers, Menkes yang baru ini disindir wartawan mengenai permasalahan HIV/AIDS yang telah menjadi isu yang akrab ditangani selama beberapa tahun terakhir, Menkes yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Komite Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional ini berharap dapat melakukan gebrakan.

Yaitu mengusulkan agar remaja dipermudah aksesnya untuk mendapat kondom.

“Kita berharap bisa meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan reproduksi untuk remaja. Dalam Undang-Undang, yang belum menikah tidak boleh diberi kontrasepsi. Namun kami menganalisis data dan itu ternyata berbahaya jika tidak melihat kenyataan. Sebanyak 2,3 juta remaja melakukan aborsi setiap tahunnya menurut data dari BKKBN,” kata Menkes.

Menkes melihat, angka sebanyak itu menunjukkan bahwa banyak remaja mengalami kehamilan yang tidak diinginkan. Ia menegaskan, Undang-Undang perlindungan anak menyatakan bahwa setiap anak yang dikandung sampai dilahirkan harus diberikan haknya sesuai UU Perlindungan Anak.

Maka, mempermudah akses remaja untuk mendapatkan kondom diharapkan dapat menekan angka aborsi dan kehamilan yang tak diinginkan.

Tentu saja hal ini mungkin akan mendapat pertentangan dari kelompok-kelompok tertentu yang menganggap pemberian kondom kepada remaja dapat memicu seks bebas.

Tapi Menkes berpendapat, jika pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi sudah cukup baik, tidak perlu ada kekhawatiran idenya ini akan memicu seks bebas.

“Kita akan membahas bagaimana hak-hak anak dalam kandungan ini dapat terpenuhi. Kampanye kondom difokuskan untuk seks yang berisiko. Untuk mempercepat pencapaian goal MDGs, maka kampanye kondom merupakan suatu kewajiban. Setiap hubungan seks yang berisiko menularkan penyakit atau kehamilan yang tak diinginkan adalah hubungan seks yang berisiko,” tegas Menkes

Tentu saja ini menuai reaksi keras.

Mengobati penyakit ( AIDS) dengan Penyakit ( Maksiat)..

Mmmm…bagaimana menurut saudara ?


Article written by

30 Responses

  1. choirul roziqin
    choirul roziqin June 19, 2012 at 2:59 pm | | Reply

    sami’na wa atho’na ustadz, mudah mudahan ikhtiar ustadz bersama ulama mampu memberikan solusi atas kebatilan ini. semoga Allah melindungi kita, amiin

  2. sagitajeemar
    sagitajeemar June 19, 2012 at 3:03 pm | | Reply

    Assalamualaikum wrwb
    Kalau menurut saya,
    Ya kalau dilihat dari sudut pandang medis, pencegahan kehamilan ataupun penularan penyakit menular seksual (PMS)memang bisa dilakukan dengan penggunaan kondom. Selain murah juga cukup efektif. Tapi bila dipandang dari segi agama, saya tidak setuju. Melegalkan pembelian kondom pada anak dibawah umur seperti “menghalalkan” perbuatan seks bebas. Yang bahkan didalam agama berbuat zinah adalah perbuatan yang tercela dan hukumannya sangat berat. Bila kondom dilegalkan, dengan melihat kondisi pergaulan anak-anak jaman sekarang ini, saya jadi takut angka seks bebas yang akan meningkat. Bila disuruh memilih angka seks bebas atau angka kehamilan diluar nikah + PMS yang meningkat, saya tak ingin keduanya. Tapi bila terpaksa memilih, saya lebih memilih yang kedua. Kehamilan di luar nikah dan PMS mungkin akan menimbulkan efek jera kepada mereka. Hukuman sosial akan lebih menyakitkan daripada hukuman polisi. Namun bila kondom dilegalkan, angka seks bebas akan meningkat karena mereka berfikir tidak akan ada resiko bila mereka melakukannya terus-menerus. Toh bisa dicegah.

    Semoga negara ini selalu dalam lindungan Allah SWT.
    Dan semoga Allah berkenan memberikan jalan keluar yang lebih baik lagi untuk bangsa ini dalam menangani kasus HIV dan seks bebas.

    1. Ahmad Bani Ramadian
      Ahmad Bani Ramadian October 22, 2012 at 6:52 am | | Reply

      :)
      Mari kita berdoa bersama, semoga menemukan jalan keluar atas masalah ini :)

  3. adi
    adi June 19, 2012 at 3:17 pm | | Reply

    Astagfirullohalaziim, semoga Alloh swt memberikan kita kekuatan untuk terus melawan kaum kafir yg terus menerus berusaha menghancurkan Islam dengan berbagai cara, dan semoga Alloh memberikan kemenangan yang gemilang bagi umat Islam. Bersatulah wahai kaum muslimin! Alfatihah…

  4. rizalisme
    rizalisme June 19, 2012 at 3:30 pm | | Reply

    Assalamualaikum

    Wah ustad boleh saja mau kampanye kondom tapi target usianya, dan siapa yang diberikan nah kalo yang dpt anak yg ngerti tuh kondom tgl berpikir kapan dipakai nich, kalo yg gak ngerti plg dibuang. Kalo mau nekan angka kelahiran mendingan dibagi ke pasutri miskin biar gak beranak terus.

  5. ewa
    ewa June 19, 2012 at 3:33 pm | | Reply

    ustadz n ulama2 emang msti turung tangan lgsg ngadepin pemikiran menkes kita yg baru ini, klo ampe dbiarkan, gmn jadinya negri kita ini y stadz :(

  6. manggala
    manggala June 19, 2012 at 3:44 pm | | Reply

    100% setuju ustadz,kami doa kan,klo bisa semua elemen islam :MUI,ormas,ulama di ajak skalian ke kantor presiden..

  7. manggala
    manggala June 19, 2012 at 3:48 pm | | Reply

    Setuju 100% tadz,benar2x gak ada unsur pertimbangan moral agama disitu,kami doakan, skalian dukungan dari elemen islam:MUI, ormas islam,ulama untuk ktemu presiden.wassalam

  8. untung amjah
    untung amjah June 19, 2012 at 3:54 pm | | Reply

    Ustadz klu yg namanya zina itu, dosa besar apa lagi klu remaja yg belum menikah di permudah mendapatkan kondom klu menurut saya sangat2 tidak setuju apa lagi di mata dunia negara kita adalah mayoritas muslim .

  9. Evalina
    Evalina June 19, 2012 at 4:01 pm | | Reply

    Naudzubillahi min dzalik,sy sngt tdk setuju atas wacana untuk mpermudah akses para remaja mdptkan kondom,krn pmasalahannya hrs diketahui dulu sberapa prosentase remaja yg mgerti pendidikan kes.reproduksi dgn yg tdk.Atau malah lbh tggi yg tdk mgerti,shgga mepertinggi pula resiko freesex.bgmanapun”Penanaman ahklak itu yg lbh dibthkan pr remaja”InsyaAllah,kita bisa atas pertolongan Allah..Aamiin..

  10. puguh
    puguh June 19, 2012 at 4:12 pm | | Reply

    Sangat tidak Setuju! mungkin HIV AIDS sedikit tercegah, tapi Seks bebas semakin berkembang pesat, kemaksiatan merajalela.
    Tanpa Kondom dan Jelas jelas Pra Nikah tidak boleh berhubungan saja udah banyak pelanggaran, apalagi difasilitasi. Na’udzubillah.

  11. vandi
    vandi June 19, 2012 at 4:14 pm | | Reply

    Pakai otot mengatakan TIDAK SETUJU

  12. muhamadusep
    muhamadusep June 19, 2012 at 4:22 pm | | Reply

    Waaah … Ini akan memicu turunnya moral generasi bangsa, diatur undang” saja melanggar, apalagi diberi sinyal hijau seperti itu.
    Tinggal tunggu azab allah

  13. Al Husaini
    Al Husaini June 19, 2012 at 4:55 pm | | Reply

    Astaghfirullah.. mohon scepatnya menghadap president ust,jgn sampai pemikiran2 sesat dan jahiliah spt ini tersosialisasi… bukannya malah menyelesaikan masalah, malah menambah masalah baru…ckckck

  14. shinta ferrania arjanto
    shinta ferrania arjanto June 19, 2012 at 4:55 pm | | Reply

    Sebenarnya permasalahan di negeri kita memang sdh sangat kompleks,yg haram dihalalkan dg sejuta alasan pembenaran. Agama sdh mjd komoditas yg sangat lumrah. Sbnrnya pembekalan agama sejak dini itu yg sangat diperlukan,agama itu slh satu rem kehidupan. Penanggulangan mslh akhlak & moral dg slh satu contoh freesex bukan hny tanggungjawab seorang MenKes, tetapi semua pihak terkait, dari hulu ke hilir,bahkan setiap keluarga yg ada.jikalau memang Ustay sdh bulat keputusan utk mencalonkan diri mjd MenKes,izinkan sy mberi saran,fikirkan lg dg matang & kepala dingin,bukan krn emosi sesaat,butuh kesiapan mental luar biasa krn pusaran angin & airnya di pemerintahan sungguh sangat dahsyat,jgn jd penyesalan di kemudian hari..But back again,life is a choice..whatever decision you have or will made,I believe you already considere very carefully about the consequences & we support you 100% as always..

  15. hery
    hery June 19, 2012 at 5:14 pm | | Reply

    Sobat saya mampir…. Artikelnya baguss
    Pokoknya jaga diri sendiri dari maksiat
    Tegur yang ga layak…. Semoga diberikan kemudahan dan di jauhkan dari segala dosa :)

  16. Wimar
    Wimar June 19, 2012 at 5:34 pm | | Reply

    Di Islam menghindari maksiat adalah lebih utama drpd beramal sholeh… Dan pemikiran mentri kita ini jelas ga ada nyambung2nya dengan syariat… Semoga ini smw bukan krn politik ekonomi si produsen kondom.

    Saya yang muda ini mrasa betul bahwa ruang gerak free sex di Indonesia benar2 terbuka. Kelhatannya tabu scr sosial, namun sungguh berbeda di lapangan. Ga perlu jadi nakalpun, remaja bs dpt dgn mudah mendapatkan akses ke dunia pornografi. Dan ini tak lepas dr undang2 anti pornografi yg jelas2 tak punya gigi untuk “mendidik” masyarakat.

    Di jaman saya SD (1995)an, nyari gambar porno mah tinggal pesen ke abang2 penjual mainan di depan sekolah. Itu dulu, saat teknologi informasi dan internet belum booming. Nah skrg?

    Yahh, semoga Allah masih sayang dengan umat Islam. InsyaAllah saya bantu doa.

  17. asnal ma'arif
    asnal ma'arif June 19, 2012 at 6:46 pm | | Reply

    Sama halnya denagan mencuci baju dengan sabun cuci tapi air kencing yg digunakan untuk mencuci, bgmn bs bersih???!!

  18. maliq
    maliq June 19, 2012 at 6:57 pm | | Reply

    saya pikir itu bukan jalan keluar,justru akan menambah deretan masalah yang lebih panjang lagi, pernahkah kita berpikir jika yang terkena AIDS/HIV,, , .adalah keluarga kita, apalagi anak-anak kita, dan sangat mungkin sekali diantara para pembaca yang budiman keluarganya memang sedang terjangkit. Namun apakah mungkin mereka bercerita disini.
    Oleh karenanya itu bukan merupakan beban seorang ustad saja, namun itu adalah menjadi beban yang harus kita angkat bersama-sama,…benar kata pak ustad,…’minimal dengan do’a kita bersama’ yakin bahwa Alloh subkhanaahu wata’ala akan membantu, kita dan di jauhkan dari penyakit/azab yang mengerikan…

    silahkan berkomentar, mari kita samakan suara hati kita dengan do’a,.

  19. robert hadiid
    robert hadiid June 19, 2012 at 7:01 pm | | Reply

    Massyaallah… ini mungkin pikiran yang “KETERLALUAN” pinternye..faham2 BARAT yang bikin rusak moral..yang di perlukan edukasi pendidikan sex nya yang bener,, “Mengobati penyakit ( AIDS) dengan Penyakit ( Maksiat)..” aduhh….jangan sampai jebloss nih, kalau ini jeblos bisa bahaya.bisa2 ada peraturan “nyeleneh” lagi, misal kan melegalkan/mengakui “manusia 3 jenis/banci/homo” itu lebih bahaya lagi!! bisa2 azab Allah lansung turun,kan ada tuh kaum Nabi yang di azab karena karena “homo/banci” itu fakta sejarah dan bukan cerita dongeng saja! dan juga saya agak heran kenapa banci2 itu yang dijadikan alat untuk “mengangkat” diri.kaumnya itu biasanya dengan bagi2 KONDOM yang di si balut dengan edukasi AIDS??? aneh…

  20. moe
    moe June 19, 2012 at 10:54 pm | | Reply

    diberikan akses ke maksiat ?
    harusnya kampanye dakwah agar menghindari maksiat

  21. yuni
    yuni June 19, 2012 at 11:10 pm | | Reply

    masyaAlloh…presiden salah angkat,
    Menkes edan! Menkes ga punya agama itu ! Jadi geram nih…! Tlng stad, sgera temuin presiden dan menteri terkait.

  22. sabilillah
    sabilillah June 19, 2012 at 11:17 pm | | Reply

    masyaAlloh ,,, eling eling ,,,

  23. Vandi
    Vandi June 19, 2012 at 11:58 pm | | Reply

    Ajak2 kebaikan yang buruk jangan dicerca…

    1. Rey Putra
      Rey Putra July 24, 2013 at 1:15 pm | | Reply

      kesian bangsa ini…. mau di bawa kemana…

  24. mbah kun
    mbah kun August 30, 2012 at 9:40 am | | Reply

    weleh..
    emang dah bobrok bener nih mentrinya..
    pikiran barat .. kayak orang gak beragama aja..
    lah presidennya gimana tuh.. hehehehe..

    ini salah masyarakat semua.. yg dulu milih orang yg gak bisa dipegang amanahnya..

  25. » Nasional Opini Uncategorized » Menkes, Kondom, dan Seks Bebas

    [...] satu ini bikin heboh negeri ini,” ujar pemimpin Pondok Pesantren Daarul Qur’an Tangerang itu di http://www.yusufmansur.com. Diapun berniat untuk segera menghadap presiden dan menteri [...]

  26. booming
    booming December 5, 2013 at 3:27 am | | Reply

    pemikiran yang sangat buruk, kalo dengan bebasin pemakaian Kondom untuk mencegah HIV aids. ini Indonesia, mayoritas Islam. yang tidak bisa diam melihat maksiat merajalela. seharusnya kondom dilarang keras bagi yg belum menikah memilikinya. sehingga zina bisa hilang, itu harapan. untuk pencegahan HIV sebaiknya hilangkan tempat pelacuran di dunia ini. jalankan hukum islam bagi pelaku zina sekarang juga.

  27. Krim Sari Skin Care
    Krim Sari Skin Care June 17, 2014 at 2:32 am | | Reply

    astagfirullah…. meski fakta ini sudah beberapa bulan berlalu tapi tidak basi untuk memberikan komentar iya kan ust…. karena sampai saat ini pun menteri kesehatannya masih orang itu, ust,,,, sebenarnya negeri kita tercinta ini mau dibawa kemana, ko yang begitu an malah di fasilitasi. apa pemimpin negeri ini sudah bosan menuntaskan problematika rakyatnya? ust… kenapa ya pemimpin negeri ini seolah-oleh tak peduli dengan penderitaan rakyatnya? ust,,,, terus kenapa mereka menjabat jika mereka tidak peduli dengan apa yang rakyat nya keluhkan…. ust,, sya jadi sakiiiiit hati dengan sistem saat ini, dimana2 teman saya banyak yang hamil di luar nikah, trus banyak pula kasus aborsi yang menimpa umuran sebaya saya, ust… saya jadi bingung sebenarnya apa y sih yang salah di negeri ini???? apa orangnya kah? apa sistemnya kah? kalau orangnya sudah benyak orang bergantian tapi tidak memberikan perubahn pada negeri ini, berarti masalahnya ada pada penerapa sistem yang saat ini tengah di terapkan apa lagi jika bukan Demokrasi biang kerusakan……… hm, jadi inget slogan,,,#Indonesia_Milik_Allah terap kan aturan allah bukan yang lain,,, setuju gx ust. Yusuf Mansur

  28. Les Privat
    Les Privat July 8, 2014 at 8:06 am | | Reply

    semoga kita di jauhkan dari hal hal yang buruk

Please comment with your real name using good manners.

Leave a Reply

facebook like