Sukses Berkomunikasi

Kampanye Menkes Baru

Baca Juga ...

30 Komentar

  1. choirul roziqin says:

    sami’na wa atho’na ustadz, mudah mudahan ikhtiar ustadz bersama ulama mampu memberikan solusi atas kebatilan ini. semoga Allah melindungi kita, amiin

  2. sagitajeemar says:

    Assalamualaikum wrwb
    Kalau menurut saya,
    Ya kalau dilihat dari sudut pandang medis, pencegahan kehamilan ataupun penularan penyakit menular seksual (PMS)memang bisa dilakukan dengan penggunaan kondom. Selain murah juga cukup efektif. Tapi bila dipandang dari segi agama, saya tidak setuju. Melegalkan pembelian kondom pada anak dibawah umur seperti “menghalalkan” perbuatan seks bebas. Yang bahkan didalam agama berbuat zinah adalah perbuatan yang tercela dan hukumannya sangat berat. Bila kondom dilegalkan, dengan melihat kondisi pergaulan anak-anak jaman sekarang ini, saya jadi takut angka seks bebas yang akan meningkat. Bila disuruh memilih angka seks bebas atau angka kehamilan diluar nikah + PMS yang meningkat, saya tak ingin keduanya. Tapi bila terpaksa memilih, saya lebih memilih yang kedua. Kehamilan di luar nikah dan PMS mungkin akan menimbulkan efek jera kepada mereka. Hukuman sosial akan lebih menyakitkan daripada hukuman polisi. Namun bila kondom dilegalkan, angka seks bebas akan meningkat karena mereka berfikir tidak akan ada resiko bila mereka melakukannya terus-menerus. Toh bisa dicegah.

    Semoga negara ini selalu dalam lindungan Allah SWT.
    Dan semoga Allah berkenan memberikan jalan keluar yang lebih baik lagi untuk bangsa ini dalam menangani kasus HIV dan seks bebas.

  3. adi says:

    Astagfirullohalaziim, semoga Alloh swt memberikan kita kekuatan untuk terus melawan kaum kafir yg terus menerus berusaha menghancurkan Islam dengan berbagai cara, dan semoga Alloh memberikan kemenangan yang gemilang bagi umat Islam. Bersatulah wahai kaum muslimin! Alfatihah…

  4. rizalisme says:

    Assalamualaikum

    Wah ustad boleh saja mau kampanye kondom tapi target usianya, dan siapa yang diberikan nah kalo yang dpt anak yg ngerti tuh kondom tgl berpikir kapan dipakai nich, kalo yg gak ngerti plg dibuang. Kalo mau nekan angka kelahiran mendingan dibagi ke pasutri miskin biar gak beranak terus.

  5. ewa says:

    ustadz n ulama2 emang msti turung tangan lgsg ngadepin pemikiran menkes kita yg baru ini, klo ampe dbiarkan, gmn jadinya negri kita ini y stadz :(

  6. manggala says:

    100% setuju ustadz,kami doa kan,klo bisa semua elemen islam :MUI,ormas,ulama di ajak skalian ke kantor presiden..

  7. manggala says:

    Setuju 100% tadz,benar2x gak ada unsur pertimbangan moral agama disitu,kami doakan, skalian dukungan dari elemen islam:MUI, ormas islam,ulama untuk ktemu presiden.wassalam

  8. untung amjah says:

    Ustadz klu yg namanya zina itu, dosa besar apa lagi klu remaja yg belum menikah di permudah mendapatkan kondom klu menurut saya sangat2 tidak setuju apa lagi di mata dunia negara kita adalah mayoritas muslim .

  9. Evalina says:

    Naudzubillahi min dzalik,sy sngt tdk setuju atas wacana untuk mpermudah akses para remaja mdptkan kondom,krn pmasalahannya hrs diketahui dulu sberapa prosentase remaja yg mgerti pendidikan kes.reproduksi dgn yg tdk.Atau malah lbh tggi yg tdk mgerti,shgga mepertinggi pula resiko freesex.bgmanapun”Penanaman ahklak itu yg lbh dibthkan pr remaja”InsyaAllah,kita bisa atas pertolongan Allah..Aamiin..

  10. puguh says:

    Sangat tidak Setuju! mungkin HIV AIDS sedikit tercegah, tapi Seks bebas semakin berkembang pesat, kemaksiatan merajalela.
    Tanpa Kondom dan Jelas jelas Pra Nikah tidak boleh berhubungan saja udah banyak pelanggaran, apalagi difasilitasi. Na’udzubillah.

  11. vandi says:

    Pakai otot mengatakan TIDAK SETUJU

  12. muhamadusep says:

    Waaah … Ini akan memicu turunnya moral generasi bangsa, diatur undang” saja melanggar, apalagi diberi sinyal hijau seperti itu.
    Tinggal tunggu azab allah

  13. Al Husaini says:

    Astaghfirullah.. mohon scepatnya menghadap president ust,jgn sampai pemikiran2 sesat dan jahiliah spt ini tersosialisasi… bukannya malah menyelesaikan masalah, malah menambah masalah baru…ckckck

  14. shinta ferrania arjanto says:

    Sebenarnya permasalahan di negeri kita memang sdh sangat kompleks,yg haram dihalalkan dg sejuta alasan pembenaran. Agama sdh mjd komoditas yg sangat lumrah. Sbnrnya pembekalan agama sejak dini itu yg sangat diperlukan,agama itu slh satu rem kehidupan. Penanggulangan mslh akhlak & moral dg slh satu contoh freesex bukan hny tanggungjawab seorang MenKes, tetapi semua pihak terkait, dari hulu ke hilir,bahkan setiap keluarga yg ada.jikalau memang Ustay sdh bulat keputusan utk mencalonkan diri mjd MenKes,izinkan sy mberi saran,fikirkan lg dg matang & kepala dingin,bukan krn emosi sesaat,butuh kesiapan mental luar biasa krn pusaran angin & airnya di pemerintahan sungguh sangat dahsyat,jgn jd penyesalan di kemudian hari..But back again,life is a choice..whatever decision you have or will made,I believe you already considere very carefully about the consequences & we support you 100% as always..

  15. hery says:

    Sobat saya mampir…. Artikelnya baguss
    Pokoknya jaga diri sendiri dari maksiat
    Tegur yang ga layak…. Semoga diberikan kemudahan dan di jauhkan dari segala dosa :)

  16. Wimar says:

    Di Islam menghindari maksiat adalah lebih utama drpd beramal sholeh… Dan pemikiran mentri kita ini jelas ga ada nyambung2nya dengan syariat… Semoga ini smw bukan krn politik ekonomi si produsen kondom.

    Saya yang muda ini mrasa betul bahwa ruang gerak free sex di Indonesia benar2 terbuka. Kelhatannya tabu scr sosial, namun sungguh berbeda di lapangan. Ga perlu jadi nakalpun, remaja bs dpt dgn mudah mendapatkan akses ke dunia pornografi. Dan ini tak lepas dr undang2 anti pornografi yg jelas2 tak punya gigi untuk “mendidik” masyarakat.

    Di jaman saya SD (1995)an, nyari gambar porno mah tinggal pesen ke abang2 penjual mainan di depan sekolah. Itu dulu, saat teknologi informasi dan internet belum booming. Nah skrg?

    Yahh, semoga Allah masih sayang dengan umat Islam. InsyaAllah saya bantu doa.

  17. asnal ma'arif says:

    Sama halnya denagan mencuci baju dengan sabun cuci tapi air kencing yg digunakan untuk mencuci, bgmn bs bersih???!!

  18. maliq says:

    saya pikir itu bukan jalan keluar,justru akan menambah deretan masalah yang lebih panjang lagi, pernahkah kita berpikir jika yang terkena AIDS/HIV,, , .adalah keluarga kita, apalagi anak-anak kita, dan sangat mungkin sekali diantara para pembaca yang budiman keluarganya memang sedang terjangkit. Namun apakah mungkin mereka bercerita disini.
    Oleh karenanya itu bukan merupakan beban seorang ustad saja, namun itu adalah menjadi beban yang harus kita angkat bersama-sama,…benar kata pak ustad,…’minimal dengan do’a kita bersama’ yakin bahwa Alloh subkhanaahu wata’ala akan membantu, kita dan di jauhkan dari penyakit/azab yang mengerikan…

    silahkan berkomentar, mari kita samakan suara hati kita dengan do’a,.

  19. robert hadiid says:

    Massyaallah… ini mungkin pikiran yang “KETERLALUAN” pinternye..faham2 BARAT yang bikin rusak moral..yang di perlukan edukasi pendidikan sex nya yang bener,, “Mengobati penyakit ( AIDS) dengan Penyakit ( Maksiat)..” aduhh….jangan sampai jebloss nih, kalau ini jeblos bisa bahaya.bisa2 ada peraturan “nyeleneh” lagi, misal kan melegalkan/mengakui “manusia 3 jenis/banci/homo” itu lebih bahaya lagi!! bisa2 azab Allah lansung turun,kan ada tuh kaum Nabi yang di azab karena karena “homo/banci” itu fakta sejarah dan bukan cerita dongeng saja! dan juga saya agak heran kenapa banci2 itu yang dijadikan alat untuk “mengangkat” diri.kaumnya itu biasanya dengan bagi2 KONDOM yang di si balut dengan edukasi AIDS??? aneh…

  20. moe says:

    diberikan akses ke maksiat ?
    harusnya kampanye dakwah agar menghindari maksiat

  21. yuni says:

    masyaAlloh…presiden salah angkat,
    Menkes edan! Menkes ga punya agama itu ! Jadi geram nih…! Tlng stad, sgera temuin presiden dan menteri terkait.

  22. sabilillah says:

    masyaAlloh ,,, eling eling ,,,

  23. Vandi says:

    Ajak2 kebaikan yang buruk jangan dicerca…

  24. mbah kun says:

    weleh..
    emang dah bobrok bener nih mentrinya..
    pikiran barat .. kayak orang gak beragama aja..
    lah presidennya gimana tuh.. hehehehe..

    ini salah masyarakat semua.. yg dulu milih orang yg gak bisa dipegang amanahnya..

  25. booming says:

    pemikiran yang sangat buruk, kalo dengan bebasin pemakaian Kondom untuk mencegah HIV aids. ini Indonesia, mayoritas Islam. yang tidak bisa diam melihat maksiat merajalela. seharusnya kondom dilarang keras bagi yg belum menikah memilikinya. sehingga zina bisa hilang, itu harapan. untuk pencegahan HIV sebaiknya hilangkan tempat pelacuran di dunia ini. jalankan hukum islam bagi pelaku zina sekarang juga.

  26. astagfirullah…. meski fakta ini sudah beberapa bulan berlalu tapi tidak basi untuk memberikan komentar iya kan ust…. karena sampai saat ini pun menteri kesehatannya masih orang itu, ust,,,, sebenarnya negeri kita tercinta ini mau dibawa kemana, ko yang begitu an malah di fasilitasi. apa pemimpin negeri ini sudah bosan menuntaskan problematika rakyatnya? ust… kenapa ya pemimpin negeri ini seolah-oleh tak peduli dengan penderitaan rakyatnya? ust,,,, terus kenapa mereka menjabat jika mereka tidak peduli dengan apa yang rakyat nya keluhkan…. ust,, sya jadi sakiiiiit hati dengan sistem saat ini, dimana2 teman saya banyak yang hamil di luar nikah, trus banyak pula kasus aborsi yang menimpa umuran sebaya saya, ust… saya jadi bingung sebenarnya apa y sih yang salah di negeri ini???? apa orangnya kah? apa sistemnya kah? kalau orangnya sudah benyak orang bergantian tapi tidak memberikan perubahn pada negeri ini, berarti masalahnya ada pada penerapa sistem yang saat ini tengah di terapkan apa lagi jika bukan Demokrasi biang kerusakan……… hm, jadi inget slogan,,,#Indonesia_Milik_Allah terap kan aturan allah bukan yang lain,,, setuju gx ust. Yusuf Mansur

  27. Les Privat says:

    semoga kita di jauhkan dari hal hal yang buruk

  1. January 25, 2013

    [...] satu ini bikin heboh negeri ini,” ujar pemimpin Pondok Pesantren Daarul Qur’an Tangerang itu di http://www.yusufmansur.com. Diapun berniat untuk segera menghadap presiden dan menteri [...]

Please comment with your real name using good manners.

Leave a Reply


8 + = 12

facebook like