• home ym com


Kemenangan Semu Bag.3

Allah sendiri juga bilang,

jauhi perbuatan judi karena tidak akan menguntungkan.

Kalau saja judi adalah menguntungkan, tentu Allah-lah yang pertama yang memerintahkan kepada kita untuk berjudi.

Nyatanya, Allah malah mengharamkannya;

“Hai orang-orang yang percaya kepada-Ku, sesungguhnya minum-minuman keras, berjudi dan mengundi nasib itu adalah perbuatan setan. Maka jika kalian hendak beruntung, maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu.” (al Mâ-idah: 90).

Dari dialog dua orang tersebut juga Luqman memperoleh satu kalimat baru tentang perbuatan judi.

Bahwa sejatinya kemenangan judi itu adalah rizki kita di masa datang yang disegerakan Allah untuk diberikan kepada kita. Dengan demikian, tidak ada lagi hak kita di masa-masa mendatang.

Hal tersebut juga sangat mungkin berlaku juga bagi pelaku korupsi, pelaku perampokan, penipuan, korupsi dan segala macam kejahatan.

Bahwa bisa jadi ‘kemenangan’ mereka dalam memakan hak orang lain adalah ‘keberhasilan yang semu’.

Maka ditemukan banyak cerita di sekitar kehidupan kita,

bahwa kehidupan mereka yang bergelimang dengan harta haram, adalah kehidupan yang kering.

Kehidupannya dekat dengan permasalahan yang membuatnya tidak tenang.

Dan sering juga kita saksikan ending yang memprihatinkan, memilukan, dari kehidupan seorang penjahat, kalau mereka tidak keburu tobat

You may also like...

7 Responses

  1. neng says:

    Ustad, ketika seorang penjudi/koruptor bertobat, tapi dia masih hidup dg harta hasil judi/korupsi (rumah, kendaraan), apakah itu benar? Apa yg seharusnya dilakukan dg harta itu?

  2. Novaty Eny Dungga says:

    Semoga kita paham dan menjauhkan diri kita dan keluarga kita dari kesenangan semu. Astaghfirulloh..

  3. Nick says:

    bagaimana tadz jika uang hasil keuntungan asuransi dan investasi lainnya yang sumber uang dan usahanya bersifat ghoror (tidak jelas)?

  4. dewi yana says:

    Allah SWT befirman, Katakanlah: “Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan (QS. Al Maa’idah : 100).

    Tidak sama kualitas harta haram dengan harta halal, sekalipun harta yang haram begitu menakjubkan dan banyak . Benar, harta haram tidak akan pernah sama dengan harta halal. Harta haram dalam ayat di atas, Allah SWT sebut dengan istilah khabiitsu. Kata khabiits menunjukkan sesuatu yang buruk, tidak baik dan tidak pantas, apalagi untuk dikonsumsi karena akan merusak tubuh: secara fisik maupun mental. Sementara harta halal disebut dengan istilah thayyib, artinya baik, menyenangkan dan sangat membantu kesehatan fisik dan mental jika dikonsumsi.

  5. candra praditya says:

    Ustad sy hamba allah yg d zholimi ama temen saya. Sehingga sy d keluarkan dr pekerjaan BUMN, dan harus mengganti kerugian perusahaan sehingga harta sy habis sampai meninggalkan hutang,yg sy tanyakan temen yg menzholimi saya apakah ada balasan dr Allah SWT nantinya? Dan bagaimana sy hrs membangun keluarga agar menjadi sakina,mawadah,warohmah. Dan bangkit dr keterpurukan ini.

  6. murtosiyah says:

    Kalauuu uang menang togel ap trmsuk judi????

  7. shaifuddin zuhri says:

    Assalamu’alaikum ustadz… bisnis forex (jual beli mata uang) termasuk judi bukan.?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.