Berjihad di Tengah Keterbatasan

berjihad di tgh keterbatasan

Siang itu selepas sholat Jumat di Masjid Al Hidayah, Depok, anak muda bernama Imron mencuri perhatian.

Postur tubuh yang mungil, terlihat seperti remaja pada umumnya. Siapa sangka dia pembina dan pengajar di Pesantren Takhasus III Cimanggis.

Pemuda 20 tahunan ini, lahir pertama dari dua bersaudara, merupakan santri teladan saat mengenyam pendidikan di Pesantren Daarul Quran Ketapang.

Ihwal berdirinya Pesantren Takhassus III Cimanggis, Imron bercerita saat tahun 2012 Ustadz Yusuf Mansur mengisi tausiyah di Masjid Al Hidayah, dan bertanya kepada jamaah, “pengen gak dibuatin pesantren di sini?”.

Tentu, sontak para jamaah merespon tanda setuju dan mulai mengumpulkan sedekah.

“Dengan keterbatasan ilmu yang saya diminta fokus untuk mengajar dan membina santri,” ujar Imron. Baca selanjutnya

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

facebook like