Khanza

Gambar Hanya Sebagai Ilustrasi

Alhamdulillah, kita masih bisa disampaikan sampai pada hari ini, malam Kamis yah, sudah pada selesai Syawalan? Kita berdoa mudah-mudahan masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk terus bisa beribadah dalam keadaan pandemi begini. Besok, silakan puasa Kamis.

Saya jadi teringat dan akhirnya ingin bercerita tentang seorang bocah, anak seorang pengusaha, bocah itu bernama Khanza.

“Za… Bangun… Shubuh…” Anak ini terkejut. “Hah, shubuh..?” Khanza, umurnya baru delapan tahun, kemudian menangis. Kenapa coba? Karena gak sahur, Ustadz? Bukan, emangnya ente, hehehe. Sebab apa? Sebab dia ketinggalan tahajjud… JEGGEER!

Khanza, 8 tahun, putri seorang pengusaha di Kalimantan Timur, sudah cinta tahajjud, sejak lima tahun! Tambah kagum saya dengernya. Ananda bahkan sudah puasa Senen dan Kemis juga! Edan! Jadi sang pengusaha di Kaltim ini bersyukur sama Allah, ketika mencintai amalan-amalan sunnah, termasuk juga sedekah, bukan hanya diangkat derajatnya, dan dipercaya megang dunia. Tapi juga dikarunia Khanza.

Yang miskin, yang susah, yang butuh jodoh,yang butuh sehat, yang butuh modal, yang pengen haji, qum. Qumillaila illaa qoliilaa. Tahajjudlah, walau dua rakaat. Ustadz kan sekarang lagi puasa, kapan sahurnya? Justru sempetin shalat 2 rakaat sebelum sahur.

Karena sahur itu waktu terbaik buat doa dan beribadah, lho! Sahur paling berapa menit sih? 15 menit paling lama kan, ya sempet lah tahajjud dulu dua rakaat.

Apalagi mereka yang dengan dipercaya Allah dunia-Nya, yang dengan senang, dengan bersukacita, sudah bersuami, sudah beristri, sudah beranak keturunan, bersyukurlah dengan tahajjud. Usahakan doyan juga amalan-amalan sunnah lainnya. Dhuha, sedekah, puasa, silaturahim ke tetangga, kawan dan sanak saudara. Deket sama yang miskin, zikir, dan lain-lain.

Sungguh Allah menunggu doa-doa kita. Allah juga menunggu rasa syukur kita. Jangan cuma maunya kita yang kudu Allah perhatikan. Tapi juga maunya Allah. Selesaikan urusan dengan Allah, maka Allah akan selesaikan urusan kita dengan manusia. Perhatikan Allah, maka Allah akan memberi lebih.

Khanza, gadis kecil umur delapan tahun, sungguh menambah pesona Karunia Allah. Kata Bimbo, kan, apalagi yang lebih berharga, daripada harta berupa anak yang salehah. Anak-anak kita bisa kayak Khanza, bila kita bisa kayak ayah ibunya Khanza. Pengusaha sukses yang kaya raya, bekas orang susah, namun ahli ibadah.

Ayah ibunya Khanza, bukan hanya ahli ibadah saat susah. Tapi tak ditinggalkan tatkala senang. Luar biasa. Saya, Yusuf Mansur pun juga perlu belajar ke mereka-mereka ini. Lantas, kita-kita ini gimana? Susahnya ya males, senangnya ya lupa diri, hehehehe. Mudah-mudahan enggak ya.. Semua bakal mati.. InsyaAllah mau kok ibadah dan beramal saleh.

_____________________________________________________________________________________________

Buku Terbaru: Kekuatan Impian Kekuatan Percaya Perjalanan Impian Perjalanan Percaya

You may also like...

Leave a Reply

%d bloggers like this: