Kisah Si Pengantar Jenazah

 

 Kisah Si Pengantar Jenazah

 

Sudah menjadi kebiasaan jika ada seseorang yang meninggal maka para tetangga dan kerabat dekat berkumpul datang bertakziyah (melayat). Tidak hanya sekedar itu mereka juga membantu melayani jenazah hingga keliang lahat. Terlebih seorang muslim yang melekat kewajiban terhadap saudaranya yang meninggal yakni; memandikan, mengkafani, menshalatkan, memakamkan.

Tapi yang dialami oleh almarhum Sugiharto (60) sangat memilukan. Saat ia meninggal rumahnya sepi. Hanya ada segelintir orang saja. Bahkan mayatnya tidak ada yang mengajikan.  Mayatnya hanya diurus anak dan menantunya.

“Alasan warga sekitar karena ia seorang pendatang” tutur Rojali petugas layanan Ambulance PPPA Daarul Quran.

Rojali mengatakan awalnya ia mendapat panggilan telepon yang mengabarkan ada warga di sebuah daerah di Tangerang yang meninggal dan butuh bantuan layanan ambulance. Ia pun segera meluncur dan terkaget saat tiba dilokasi tidak ada keramean seperti layaknya ada yang berduka.

“Sepi aja. Hanya ada beberapa orang sedang duduk di bangku plastik”

Akhirnya, Rojali berinisiatif menanyakan kepada keluarga untuk membantu melayani jenazah. Ia segera menyiapkan peralatan untuk memandikan jenazah dan kain kafan. Tidak lupa ia juga menyiapkan persyaratan administrasif untuk pemakaman.

Sesudah mayat dimandikan dan dikafankan kisah pilu terjadi lagi saat hendak menyalatkan jenazah. Rojali menanyakan dimana jenazah hendak dishalatkan. Ia mendapat jawaban yang mengagetkan dari salah satu pelayat yang datang.

“Shalatkan disini aja pak” kata salah seorang yang ada dilokasi menunjuk halaman rumah almarhum.

“Heh, ini mayat manusia yang butuh penghormatan. Masih ada masjid atau mushola di sekitar sini, kan?” tegas Rojali.

Ia pun akhirnya mencari mushola disekitar lokasi. Akhirnya ia menemukan sebuah mushola dan meminta ijin kepada warga yang sedang berbincang untuk melaksanakan shalat jenazah. Ijin diberikan tapi para warga yang ada di sekitar mushola tetap duduk tidak beranjak untuk melaksanakan shalat jenazah.

Rojali pun mengaku baru mendapatkan pengalaman seperti ini. Selama ia melayani jenazah biasanya bantuan dari tetangga atau kerabat terdekat sangat baik.

“Disini kabarnya jika orang pendatang meninggal yah seperti gak ada apa-apa saja” tambah Rojali.

You may also like...

9 Responses

  1. Bayu says:

    Masya Allah kita umat islam dan manusia seutuhnya jangan seperti hewan, kalau hewan temennya mati dia diam saja. Ustadz itu bagaimana pertanggungjawabannya orang-orang warga situ ketika mereka di hisab sama ALLAH SWT karena sudah lalai terhadap sesama,terutama para ustadz,haji dan orang-orang yg dituakan?

  2. fitri says:

    Subhanallah… Lahaulawala quwwata illa billah.
    Saya seorang pendatang di sebuah kota kecil. Saya menangis dan menepuk dada membaca artikel ini.
    Ustad dan ustazah di televisi begiru gencarnya mengisi tausiah mereka dengan tema2 duniawi seperti percintaan, magnet rejeki. Semuanya untuk duniawi.
    Tidak ada yang menyentuh tema karakter muslim. Seperti kewajiban muslim terhafap muslim yang lain. Semoga ustaz dan udtazah yang punya acara si telebisi bisa membentuk karakter karakter muslim terhadap muslim lainnya.

  3. sakzam says:

    Astaghfirullahal adzim…
    Kenapa masih ada pemikran seperti ini dizaman skrg. Salah pendatang apa ya.

  4. Andalina Nurmalia says:

    Di beberapa tempat memang msh Ada yg seperti ini. Memang sangat disayangkan, kenpa mrk mbedakan antara pendatang dan bukan? Mgkn alangkah baiknya, Ada ustadz yg mau memberikan tausiah kpd mrk….

  5. Yoga says:

    Karena sangat jarang yang mengajarkan rukun Iman dan bagaimana cara mengamalkannya, pada faktanya lebih banyak yang mengenal rukun Islam dan cara melaksanakannya tapi tidak memadukan rukun Iman didalamnya….

  6. fiqri ardiansyah says:

    Astagfirulloh ..pendatang dan pribumi d bedakan begitu.

  7. devi anggraeni says:

    Astaghfirullah..smoga smua warga nya diampuni Allah…coba andai kita ada diposisi pendatang, maukah diperlakukan demikian…tanya hati nurani.. :'(

  8. Ainun jariah says:

    Peluang Bisnis Dahsyat Bersama Ustadz Yusuf Mansur

    Modal Besar Hasil Besar Itu Biasa,
    Di TRENI, Cukup dengan Modal Kecil- Hasil WOW..!!
    Bisnis Virtual Payement ini akan menjadikan HP
    atau Gadget Anda serasa ATM PRIBADI yang akan
    melayani segala kebutuhan pembayaran Anda.

    Anda Penasaran dan Ingin Tahu Info Selengkapnya??
    Buruan Klik LINK Dibawah Ini :

    ainun-treni.blogspot.com
    Atau bbm 5A26E01D, wa 081380853500

  9. suparmi says:

    Aamiin…
    Assalamu’alaikum saudara ku,

    Paytren itu bisa dipake buat Pemakaian Pribadi (isi pulsa utk sendiri dan orang rumah, bayar2 tagihan,dll)

    Bisa juga dipake buat mengembangkan bisnisnya dgn potensi income ratusan ribu sampai jutaan per hari..
    (referensikan paytren ke teman kerabat kita)

    atau bisa juga dua2nya dijalanin. utk pribadi sambil kembangin bisnisnya..

    Enak bgt deh jalanin Paytreenn.
    Ga perlu repot2 stok barang, gx da tutup poin, dll. bahkan sebetulnya kita bs Berbisnis sekaligus mencari ilmu..

    Ayoooo gabung PAYTREN..
    Info pendaftaran:
    http://www.leadersuksespaytren.com/VP29121
    WA/SMS : 08562882676

    Pesen ustadz YUSUF MANSUR:
    “Gabung aj dulu insyaAllah tau manfaat nya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

facebook like