• home ym com


Korupsi Quran

 

1.al-quran-yang-mulia

Terhadap semua berita, tetap asasnya adalah praduga tidak bersalah. Pre-assumption of innocence juga ada di dalam fiqh dan menjadi asas. Tentu kita semua prihatin dengan berita korupsi Quran. Ini Quran. Koq ya dikorupsi. Tapi apakah kita lantas langsung menghukum? Menghakimi? Saya asli ga ngebela koruptor. Bahkan ketika berwujud kemenag dan orang-orang di dalamnya. Namun saya merasa baik sangka harus jadi imam.

Buat saya, itu lebih menentramkan. Apalagi kalo masih proses penyidikan. Sedang kan yang sudah divonis saja, kita ini tetap harus hati-hati bicara.

Kita pun harus dukung KPK dan penegak hukum lain membongkar kasus-kasus korupsi, tapi hati kita terhadap berita harus tetap dingin. Sejuk. Adem.

Suatu kejahatan pula bila kemudian kita melekatkan kejahatan kepada yang tidak brsalah, dan itu lebih jahat. Masih penyidikan. Belum vonis. Jangan sampe berita tentang sesuatu, lalu menimbulkan gelombang buruk sangka nasional, ghibah nasional. Bawa ke hal-hal yang positif. Misalnya ambil hikmahnya. Kita jangan ampe begitu. Ini misalnya. Jangan sampe menambah deretan stempel negatif juga untuk negeri ini.

Dalam kaidah ushul fiqh, ada istish-haaf misalnya. Yakni mengembalikan pada hukum asal. Manusia itu asalnya fitrah. Suci. Bersih. Kembalikan dulu. Sampe terbukti. Sudah terbukti pun, bukan urusan kita mencerca memaki.

Justru kita harus mendoakan. Kasian. Hukum Allah akan lebih berat lagi. Doakan. Dan yang lebih penting, ambil pelajaran. Jangan justru menimbulkan dosa baru buat kita. Yang korupsi akhirnya bersih dosanya sebab diomongin se-Indonesia. Sedang kita ++ dosanya.

Apalagi ini menyangkut nama sseorang, kemuliaan seseorang, hak seseorang yang dilindungi. Ini bicara yang masih dalam proses loh ya. Masih dalam kaidah ushul fiqh, ada al-ashl, baroo-atudz-dzimmah. Yakni manusia itu terlepas dari hukuman, tuduhan…tanggungan, sangkaan, hingga kemudian ada bayyinah, atau bukti. Proses persaksian, dan peradilan.

Dan kita disuruh untuk menjaga lisan kita juga agar tidak ada orang lain yang tersakiti dengan lisan kita. Salah satu bentuknya, jaga lisan…Agar jangan nuduh sembarangan, apalagi sampe beraksi, sebelum ada bukti.

Kalo di Twitter, jaga jempol, he he he. *kalem. *ga pake urat. Ayo atuuuhhh.. Senyum.. Udah berat hidup ini. Jangan ruwet-ruwet. Ambil hikmah, pelajaran, untuk kita, anak-anak kita, dan ambil sikap doa. Perbaikannya? Perbaikan ke depan…

Di sinilah kita berdoa dan berharap, penegak hukum kita, kuat, bersih, berwibawa, semangat, dan tanpa pandang bulu. Amanah itu ada di pundak mereka. Sementara, terhadap semua media, kita bener-bener kudu hati-hati. Sekali lagi, hati-hati. Jangan ampe jadi dosa nasional.

Yang malahan akan menambah parah deretan kesusahan negeri ini. Cukup sudah berita buruk seliweran di tv, koran, majalah…

Ini juga pelajaran buat kita. Pelajaran apa? Pelajaran memilih, mengambil, yang penting-penting. Jangan yang ga penting.

Kita dukung terus upaya perbaikan negara ini, dengan doa-doa kita. Salah 1 tugas kita adalah membentuk diri kita dan keluarga kita sndiri supaya anti korupsi.

Met istirahat. Jangan lupa baca Quran sebelum tidur + surah al Mulk + istighfar + syukur, dan doa-doa. Niat bangun malem dan shubuh jamaah.

 

You may also like...