Yusuf Mansur

Kurang (bagian 4)

 

Perjalanan Mas Jody dan Mbak Aniek membangun Perusahaan Kuliner berbrand Waroeng Steak and Shake yang memasuki usia ke-14 tahun dengan cabang hampir 100 tempat di tahun 2014, tidak lepas dari kecintaannya beliau berdua dengan sedekah.

Amalan sedekah berbalut amalan-amalan seputar Quran, mulai dari baca Quran, mendirikan rumah tahfidz, mengajak dan membiasakan ngaji, baca, dan ngafal Quran di lingkungan karyawan karyawati Waroeng, serta amalan-amalan sunnah yang lain, pun menjadi faktor amalan sedekahnya tumbuh subur.

Bisa ditiru untuk semua kawan-kawan. Sedekah mah Janji Allah. Ga bakalannya meleset.

***

Bapak yang kuli bangunan yang di tahun 2001 sedekah 800 ribu upah bulanannya berbuah.

Senengnya saya sebagai “Simpul Sedekah”, bertambah-tambah. Pertama, seneng sebab Bapak ini sedekah. Ini sudah diceritakan di (Kurang bagian 3).

Sebagaimana saya ceritakan, dulu saya mencatat. Saya sudah sedekah berapa, dan sedekah orang, berapa. Maklum, punya target sedekah saat itu. Sekian sekian.

Tapi ya lama-lama dah ga dicatet lagi. Masa-masa belajar juga pernak pernik ilmu sedekah. Senang berikutnya, adalah ketika dapet senyum sumringahnya Bapak ini. Kisah ini mudah-mudahan diizinkan Allah jadi bagian kisah sedekah.

Semoga Allah mengampuni saya dan kita semua yang suka bercerita. Tidak ngapusin amal kita. Aamiin. Dan bahkan menjadikannya berlipat-lipat sebab sebagai motivasi sedekah dan mengajak sedekah pula.

Bapak ini cerita. Satu sore, beberapa hari setelah sedekah, dia mendengar percakapan antara anak majikan dan majikan dari rumah yang sedang si bapak ini perbaiki.

Ada sisa dolar Australia, kalo ga salah, yang masih ada. Anaknya majikan Pengen nyedekahin. “Tapi ke siapa ya?”

Baca selanjutnya

Exit mobile version