Ladang Amal Bag.2

3,717 Views

179004_kematian_663_382Kematian adalah bukti riil, bahwa kepemilikan sejati hanya dimiliki Sang Pemilik, Tuhan Rabbul ‘alamin.

Kesejatian harta satu-satunya yang bisa dimiliki seseorang hanyalah amal kebaikan, tidak ada yang lain.

Di salah satu riwayat hadits disebutkan bahwa selain amal kebaikan,

ada dua hal lagi yang bisa “dimiliki” oleh mereka yang mati,

yaitu keturunan yang baik yang mendoakannya, dan ilmu yang bermanfaat.

Melalui pembelajaran atas kematian bos-nya tersebut, kawan saya itu tidak berubah kerja kerasnya.

Kawan saya itu juga tidak berubah pandangan hidupnya mengenai eksistensi manusia yang dikenal lewat bekerja, berusaha dan berkarya.

Tetapi menurutnya, kini ia berusaha juga memenuhi unsur lain yang sebelumnya tidak terlalu ia perhatikan.

Unsur lain itu adalah kehidupan dibalik sisi kasarnya sebagai manusia,

yaitu kehidupan ruhnya, nilai-nilai keluarga, nilai-nilai pertemanan, dan hal-hal lain di dunia ini yang tidak melulu berisi sesuatu yang sifatnya materi.

Islam tidak melarang manusia untuk kaya.

Yang dilarang adalah mencari dan menggunakan kekayaan dengan melupakan Sang Pemberi dan hak sesama.

Islam justru menyokong kemakmuran sebesar-besarnya bagi manusia,

agar bisa menyebar kemakmurannya itu ke seluruh penjuru negeri.

Bangun perusahaan sebanyak-banyaknya, niatkan sebagai ladang amal juga,

di mana para karyawan bisa hidup darinya.

Bangun sentra-sentra perdagangan, biar banyak orang juga yang bisa mengais rizki di sana.

Tidak ada yang dilarang oleh Islam sejauh ia bisa mendatangkan manfaat.

Pelarangan pemanfaatan itu baru ada ketika hanya diri sendiri yang bisa merasakan manfaat yang ia peroleh.

Apalagi sampai merugikan orang.

Untuk itulah, selagi kita diberi-Nya kesempatan untuk bernafas,

kita buka sebanyak-banyaknya ladang amal untuk negeri terakhir kita.

Kesusahan mereka yang susah, kemiskinan mereka yang miskin dan penderitaan mereka yang menderita adalah beban,

bila kita menganggapnya ‘akan mengambil bagian rezeki kita’, ‘akan mengurangi kekayaan kita’, atau ‘hanya menghamburkan waktu’.

Tapi akan dengan mudah kita ulurkan tangan,

dengan sangat ringan kita maju untuk meraba penderitaan dan kesulitan mereka,

bila kita anggap itulah ladang amal yang Allah sediakan bagi kita.


Article written by Admin

One Response

  1. Muhammad yusuf al mansur
    Muhammad yusuf al mansur March 4, 2013 at 4:22 pm | | Reply

    YA ALLAH, Engkaulah yang maha pengampun, maka kami memohon ampunan Mu atas segala dosa-dosa kami. YA ALLAH, segala puji bagi Mu yang selalu memberikan nikmat dan karunia Mu pada kami. YA ALLAH, Engkaulah yang maha pengasih,maka untuk itu kami memohon karuniakanlah kepada kami amal-amal yang tiada terputus,ilmu yang bermanfaat yang dapat kami ajarkan pada masyarakat kami,dan karuniakanlah kami anak-anak yang sholeh yang selalu mendoakan kami YA ALLAH. amin

Please comment with your real name using good manners.

Leave a Reply

facebook like