LAKUKAN SEDEKAH TAHU ILMU DAN CARANYA

LAKUKAN SEDEKAH TAHU ILMU DAN CARANYA

LAKUKAN SEDEKAH TAHU ILMU DAN CARANYA
https://www.instagram.com/yusufmansurnew/

Penulis: Siska Artati*

(Berdasarkan tausiyah tentang sedekah oleh Ustadz Yusuf Mansur)

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Pembaca yang dirahmati oleh Allah SWT,

Kita akan belajar sesuatu yang ringan, namun tetap membutuhkan ilmu untuk belajar. Meskipun ringan, belajar yang satu ini luar biasa dahsyat.

Belajar tentang apa? Jawabannya, sedekah.

Sedekah kok perlu belajar?

Oiya, karena bersedekah pun ada ilmunya.

Segala sesuatu yang melakukannya berdasarkan ilmu, insyaa Allah tambah berkah.

Kita ingin rezeki, kaya, senang, sehat, sejahtera, makmur, bahagia dunia-akhirat, Allah memberikan cara yang terbaik untuk kita mendapatkannya.

Caranya melalui shalat malam, mendirikan qiyamul lail, tapi belum tentu kita mau melakukannya. Caranya melalui sholat dhuha, membuka pintu rezeki dengan sholat sunnah tersebut, eh masih malas-malasan. Bisa juga caranya melalui sedekah, berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan atau menyalurkan kepada lembaga atau pengelola sedekah / zakat / infaq.

Kok malah takut harta berkurang? Padahal Rasul telah memberikan teladan kepada kita bagaimana cara-cara menggapai rezeki tersebut. Demikianlah jika seseorang melakukan sesuatu tanpa ilmu, apa yang diperolehnya itu dianggap sebagai kebetulan belaka.

Kita mengenal teori matematika sedekah. Bahwa setiap kita memberi satu, pasti kita dapat sepuluh kali lipat. Bisa jadi hal tersebut tidak menjadi ilmu buat kita. Namun apabila menjadi dasar ilmu sedekah, hasilnya insyaa Allah luar biasa dahsyat.

Mungkin kita tak memiliki banyak uang, namun apabila punya ilmu dan caranya, maka uang akan makin bertambah, bertambah dan bertambah buat kita.

Tidak ada penawaran terbaik di dunia ini selain sedekah, prospektusnya adalah Alquran. Karena Alquran turun bukan untuk memberatkan agar manusia menjadi susah, melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut kepada Allah (QS.Thaahaa: 1-3).

Mari kita mengingat kembali matematika sedekah ini.

Setiap kita memberi satu, maka kita dapat sepuluh kebaikan. Jika kita punya sepuluh, kurang satu, bukan sembilan. Tapi sembilan belas kita dapat.

LAKUKAN SEDEKAH TAHU ILMU DAN CARANYA

Nah, kita tidak hanya sekadar praktek, tapi telah menjadi pelaku sedekah. Kini mari mendorong diri untuk meningkatkan dan mengkonsistenkan (istiqomah). Bersedekah bukan hanya kegiatan seremonial atau kebetulan. Pas kebetulan ke masjid, sedekah. Pas kebetulan ketemu ada penggalangan dana, sedekah. Bukan gitu lagi, tapi kita yang aktif dan rutin untuk bersedekah.

Pada matematika sedekah, sepuluh kurang satu bukanlah sembilan. Karena dalam sedekah ada dimensi hari akhir, hari segala amal perbuatan diperhitungkan. Tentu penghitungan sedekah tak hanya berhenti hanya sampai situ saja.

Bagaimana supaya sepuluh kurang satu jadi sembilan belas? Ya, harus memenuhi syarat dan ketentuan berlaku. Bersih dari maksiat, jangan berbuat dosa, selalu mohon ampun kepada Allah, taat menjalankan perintah dan menjauhi larangannya. Kalaupun ada yang masih berbuat dosa kok dapat rezeki menurut kacamata kita, ya itulah Allah, saking baik-Nya kepada makhluk. Kita nih yang tak tahu terimakasih ke Allah.

Kita punya sepuluh kurang satu aja jadi sembilan belas kebaikan yang berlipat. Gimana gak tambah banyak, jika sepuluh kurang sepuluh? Ya, dalam matematika sedekah, berlipat jadi seratus.

Belajar begini darimana ilmunya? Matematika sedekah belajarnya dari Surah Al-An’am ayat 160.

Barangsiapa yang berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi)

Bayangkan jika kita bersedekah lebih banyak lagi, bukan berarti uang atau harta kita berkurang, melainkan bertambah, bertambah dan makin bertambah, karena janji Allah itu PASTI.

Sedekah adalah kebaikan, pembuka pintu rezeki. Lakukan dengan keyakinan, maka mengalirlah rezeki itu dari arah tak disangka, tak diduga, yang Allah berikan untuk kita. Insyaa Allah, Aamiin.

*Penulis adalah Peserta Pelatihan Menulis Paytren Academy

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: