It’s All About Leader. About 2019. About a Hundred. (6)

Do not lean to others. Rely on God.

HE Wants you to be the leader. HE Wants you to lead yourself.

to the bad future … or the good future.

HE Gives you all abilities, all sciences, all knowledge, to make you leader. at least leader for yourself.

and maasyaaAllah, HE gives you experiences in this living. so you can learn from these experiences. you can watch, you can read, you can listen, yours or other experiences.

To be continued …

Previous: part 1, part 2, part 3, part 4, part 5

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. Delviana berkata:

    asalamualaikum

    mau nanya ustad, lebih baik mana?
    a. jadi leader bagi diri sendiri dulu (kayaknya ngurus diri sendiri aja udah susah, kan belom yakin udah masuk surga apa engga, kecuali nabi dan rosul kali ya yang pasti masuk surga, eh tapi kan gak ada yang tau hal yang pasti kecuali Allah), kalo udah bener baru boleh sok deh ngurus orang lain (tapi kan sebagai hamba Allah kita gak boleh sok kan ya? apalagi kalo kurang berkualitas, oh iya dan yang nilai harus orang lain. tapi orang lain yang nilai juga harus yang bener kayaknya, yang gak ketipu sama serigala berbulu domba, lagian kalo sok mengajukan berarti sombong dong)
    b. mau jadi leader, tapi lebih banyak ngurusin bisnis (padahal Allah kan Maha Kaya dan Maha Luas, btw kalo mau jadi leader itu dipilih Allah apa mengajukan diri sendiri sih?)

    oh iya saya tertarik banget tuh denger cerita mimpi anak ustad yang ketemu nabi Muhammad,tolong ceritain lagi dong kisah mimpi anak ustad, seperti gimana kejadiannya dan bagaimana karakteristik nabi Muhammad, di blog atau engga di youtube biar banyak yang nonton, suci banget yaa anak ustad 🙂 bisa ketemu nabi

    terima kasih banyak, telah sudi membaca pertanyaan ini, lebih berkenan lagi kalau dijawab 🙂

    wassalamualaikum
    (hamba Allah yang ilmunya dikit, untung aja Allah Maha Pengasih sama Maha Penyanyang, jadi walopun saya ilmunya dikit tetep bisa memohon jadi hamba Allah)

  2. Delviana berkata:

    assalamualaikum

    saya mohon maaf apabila pertanyaan saya kurang sopan, tidak bermaksud apa-apa hanya bertanya saja. memang saya hanya remaja perempuan yang bodoh dan sedikit ilmunya tentang Islam, tidak sesuci anak ustad yang ketemu nabi. memang saya tidak seberuntung anak ustad yang memang sudah dekat dengan Islam sedari kecil dan memiliki ayah seorang ustad yang ternama di Indonesia atau mungkin sudah go international. memang tidak semua anak bisa beruntung dilahirkan di lingkungan yang baik. tapi masih adakah kesempatan bagi anak tersebut? terima kasih

    wassalamualaikum

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: