• home ym com


Makin Berat Safarnya, Makin Berat Timbangan Kebaikannya

Safar itu, atau bepergian, adalah baik dan berkah. Di dalamnya, ia jadi ibadah. Asal bismillaaaaah aja. Dah dah. Dah jadi ibadah. Selama untuk kebaikan. Bukan safar maksiat. Dan tidak tinggal shalat yang fardhu. Itupun bisa diqoshor. Ada kemudahan.

Karena ia jadi ibadah, maka keberkahan dan kebaikannya pun, mengiringi dan meluas. Biayanya jadi sedekah. Dan doa yang safar, dikabul Allah. Maka, jangan sia-siakan yang sedang bersafar. Apalagi SAFAR MUDIK. Berganda-ganda kebaikan dan keberkahannya.

Makin berat safarnya, sebab macet, sebab sakit, sebab keabisan duit, sebab jauh, sebab susah, sebab sukar… maka bobot ibadah dan doanya menjadi tambah berat timbangan kebaikannya, dan tambah keren pengabulan doanya. makin lagi macetnya, makin lagi sukar dan jauhnya perjalanan, makin berat lagi timbangan amal kebaikan dan tingkat keberkahannya. Dan makin jadi pula pengabulan doanya.

Yang demikian, jika ada kesabaran pada diri mereka yang sedang safar, yang sedang bepergian. Ga ngeluh, ga ngedumel, banyak zikir, sambil baca-baca buku, supaya jadi kebaikan tambahan. Sambil baca Qur’an. Dengerin melalui headset. Sesekali bercanda sama supir busnya, bolehlah. Siapa tau jadi suami nanti… hehehehe. Sesekali bercanda sesama penumpang. Ketawa ketiwi. Tebak-tebakan. Berbagi makanan. Pokoknya, menghindari keluhan dan omelan.

Setiap tetes rizki yang dikeluarkan, trmasuk untuk ongkos, makan, dan jajan, demi Allah, jadi sedekah. Sebab ngongkosin silaturahim. Ngongkosin birrul walidain juga. Ngongkosin kebaikan. Semua ini, bakal diganti 700x lipet lebih oleh Allah. Maka bergembiralah. Jangan pelit-pelit jajan. Nyenengin abang-abang atau ibu-ibu tukang jajanan. Supaya mereka juga bisa nyenengin anak dan bini atau suaminya. Toh, bakal diganti oleh Allah.

Siapa tau bentuk kebaikan dan keberkahan dari Allah, pulang bisa dapet jodoh, dapet relasi, dapet mitra baru Paytren… ahaaaa…!!! Ya. Sambil berbagi pulsa. Sambil promosi. Hehehe. Sama kawan-kawan sesama penumpang segerbong. Manteb itu. Gaet camit. Hahaha. Calon mitra. Keren dah. Pulkam, pake kaos, kemeja, kerudung, tas, berlogokan dan bertuliskan Paytren.

Saya suka menyengaja safar. Travelling bahasa inggrisnya. Demi apa? Demi mengejar doa yang dikabulkan. Beneran. Sumpah. Doa mereka yang sedang safar, maqbuul bener.

Dan usahakan, safar tidak dalam pakaian yang kena najis, dan tidak berhadats. Supaya komunikasi dengan Allah nya, lancaaaarrr…

Titip doa ya. Agar mereka yang membenci saya, menjadi sodara sepaytren se land water. Aaamiiin. Dan saya bisa lebih lagi mendoakannya dengan doa yang baik-baik…

Titip doa juga untuk seluruh problem kebangsaan dan keummatan.

Salam buat orang satu kabupaten ya. Mampir aja ke radio/tv lokal di sana. Pinjem mik. Kirim-kirim dah salam dari saya. Jangan lupa gitu. Coblos Yusuf Mansur. Halaaaah!

 

sumber gambar: refiza.com

You may also like...

1 Response

  1. IinSartika says:

    Mau berbisnis sambil bersedekah?
    Yuk daftar PayTren saja.
    Ownernya Ustadz Yusuf Mansur.
    In shaa Allah sukses bisnisnya berkah hidupnya.

    Info klik http://goo.gl/sGKfY0
    BBM : D55EED6A
    WA : 087885001264

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.