Mari Mengakrabi Quran

images

Oleh Tarmizi Ashidiq

‘’Jet, jet, emangnya jet pump,’’ seloroh Ustadzah Nurbaiti, disambut tawa sejumlah ibu. Sang Ustadzah tengah menuntun ibu-ibu melafalkan ‘’za’’. Para ibu warga Kampung Pondokmiri, Desa Rawakalong, Gunung Sindur, Bogor, ini umumnya mengucapkan huruf hijaiyah itu sebagai ‘’jet’’.

Walau kadang dicandai gurunya, para ibu itu tidak kapok. Malah tambah semangat. Semula mereka hanya 5-7 orang. Kini sudah belasan jumlahnya. Mereka pun tidak malu lagi tertatih-tatih mengeja huruf Al Quran di dekat anak-anak mereka yang tengah mengikuti kegiatan Balistung (baca-tulis-hitung) di Saung Bocah Taqwa binaan Daarul Quran.

Semangat ibu-ibu terbangun oleh petuah Ustadzah Nurbaiti Rohmah, bahwa membaca Kitab Suci Al Quran adalah ibadah bernilai pahala, meskipun masih tergagap.

Mengutip Muhammad Ali Al Hasan dalam kitabnya Al Manar fi Ulum Al Quran, Ustadzah menjelaskan bahwa Al Quran huwa kalamullah al-mu’jiz al-munazzal ‘ala al-nabiyyi al-manqul tawaturan wa al-muta’abbadu bihi tilawah. Quran adalah kalamullah yang bersifat mu’jizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang dinukil secara tawatur dan membacanya tergolong ibadah.

Orang yang tergagap kesusahan membaca Quran, kata Nabi Muhammad SAW, akan mendapat dua pahala (HR Bukhari dan Muslim dari Aisyah ra).

Karena itulah, Rasulullah dalam wasiat pungkasannya menetapkan Quran bersama Sunnah sebagai warisan terpenting bagi ummat Islam. Dengan berpegang teguh kepada keduanya, insya Allah, kaum muslimin akan selamat dunia-akhirat.

Nabi Muhammad SAW adalah uswatun hasanah, yang diutus ke dunia untuk menyempurnakan akhlak manusia. Saat ditanya bagaimana akhlak Rasul, Siti Aisyah ra menjawab, ‘’Akhlak Rasulullah adalah Al Quran” (HR Muslim dan Abu Dawud).

Untuk dapat hidup Qurani seperti Rasul, tentu saja ummat Islam mesti mengakrabi Al Quran. Hal ini dimulai dengan tidak membiarkan koleksi Kitab Al Quran menjadi sekadar penghias rak, almari, dashboard mobil, atau meja kantor. Al Quran mesti dibaca, sambil terus dipahami maknanya.

Nabi Muhammad SAW berpesan, “Sungguh, Allah mempunyai keluarga di antara manusia.’’ Siapakah mereka ya Rasulallah, tanya para sahabat. Rasul menjawab, “Para ahli Al Quran. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya” (HR. Ahmad).

Selain membaca dan menghafal, kaum muslimin juga mesti memiliki sejumlah komitmen Qurani lainnya.

Pertama, beriman kepada apa saja yang terkandung dalam Al Quran, baik yang menyangkut perkara-perkara aqaid seperti iman kepada surga, neraka, Hari Kiamat, maupun ahkam (hukum-hukum syariat), seperti kewajiban sholat, keharaman riba, kewajiban hukum potong tangan. Seluruhnya wajib diimani. tanpa kecuali. Karena seluruhnya telah tercantum dalam Al Quran yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Apabila seseorang tidak beriman pada satu atau dua ayat Al Quran misalnya, kafirlah dia. Rasul berkata,

“Barangsiapa ingkar (kufur) terhadap satu ayat saja dari Al Quran, maka sungguh sungguh dia telah kafir.” (HR. Ath Thabrani)

Kedua, menerima secara mutlak segala syariat, hukum dan ketentuan-ketentuan Allah yang tersebut dalam Al-Quran dengan cara mengamalkan dalam kehidupan individu, keluarga serta dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Inilah sikap seorang muslim sejati, sebagaimana firman Allah SWT:

“Maka demi Rabbmu, mereka itu (pada hakekatnya) tidak beriman sebelum mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa di dalam hati mereka suatu keberatan terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima (pasrah) dengan sepenuhnya” (QS. An Nisaa`: 65).

Ketiga, jikalau syariah, hukum dan nilai-nilai yang terkandung dalam Al Quran belum terujud secara nyata, maka seorang muslim yang mengimani Al Quran sebagai petunjuk dan pembeda antara yang haq dan yang batil akan berjuang keras untuk menegakkan Al Quran.

‘’Dilarang iri kecuali pada dua hal: Orang yang dikaruniai kefahaman Quran sedang dia membaca dan mengamalkannya siang dan malam, dan orang yang dikaruniai harta sedang di amenginfakkannya siang dan malam’’ (HR Bukhari-Muslim dari Ibnu Umar ra).

You may also like...

1 Response

  1. Semangaattt pagi Sahabat PayTren =-d
    News…
    Alhamdulillah sahabat2, Paytren makin ngetren nih… InsyaAllah inilah bisnis besar & bisnis masa depan…
    – Skrg Fitur BPJS dan Tiket Kereta Api sudah ready, wahhh ini betul2 akan membuat PAYTREN makin Booming…
    – Sistem UMRAH juga sudah mulai online juga… sahabat2 bisa daftar Umrah melalui member area..
    – Sistem Miracle Paytren juga dah ready… kerennn dah.. mantappp
    Yg mau gabung dgn keluarga paytren silakan klik http://www.sahabatpaytren.com/vp4090
    Yg sdh free member segera lalukan Upgrade.. daftar sekarang atau tinggal dibelakang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

facebook like