Mentadabburi Q.S. Al Maaidah: 51

57

 

Lesen Tri

Sekali lagi saya tegaskan, bahwa kali ini, kita akan mempelajari Q.S. Al Maaidah ayat 51, tanpa nafsu, tanpa emosi, tanpa syahwat, dan tanpa kepentingan. Saya ulangi. Ilmu untuk ilmu. Pengetahuan untuk pengetahuan. Karena Allah insyaaAllah. Bahwa saya berpolitik, saya belum juga ngumumin dan nentuin sikap apa-apa. Saya sadar diri. Sadar kemampuan. Bisanya saat ini, ya hanya begini. Ngajar. Sambil belajar.

Kita lanjut. Belajar tentang Q.S. Al Maaidah, diawali dulu pembahasan kosa kata auliyaa.

Sekarang masuk bentuk ketiga…

3.     Bentuk Ketiga

وَلَى يَلِي ، لِ / لِهْ ، وَلْيًا ، فَهُوَ وَالٍ ، وَالْمَفْعُوْلُ مَوْلِيٌّ

–    Walaa (Fi’il Madhi).

–    yalii (fi’il Mudhari’).

–    li/ lih (fi’il ‘Amr).

–    Walyan (Mashdar).

–    waalin (isim Fa’il).

–    Mauliyyun (Isim Maf’ul).

Maknanya:

وَلَى فُلَانًا : دَنَا مِنْهُ وَقَرُبَ ، كُلْ مِمَّا يَلِيكَ ( حَدِيْثٌ ): مِمَّا يُقَارِبُكَ ،
كَمَا يَلِي : كَمَا يَتْبَعُ

–    “Walaa fulaanan” berarti mendekati si fulan.

–    Hadits : “kul mimmaa yaliika” (hadits) berarti makanlah yang di dekatmu.

–    “Kamaa yalii” berarti sebagai berikut.

(Bersambung ke Lesen Four).

Baca selanjutnya

You may also like...

1 Response

  1. Aditya says:

    Assalamu alaikum..maaf,ustad minta saran apakah sy slh dlm postingan web sy. Sy hanya ingin bener td ridho Alloh. Pencantuman ayat bkn untuk penglaris.bkn. kmd kedua. Apabila si a bekerja pd suatu instansi kt bertugas order barang ttd , kmd dikeluarkan kmd lg mantan bos td tdk mau byr orderan dan ditimpakan kepada si a. Dan si penjual jg nagihnya ke si a bkn yg disetorin barang. Nominal besar jual rumah jg gak seberapa. Apakah krn hitam diatas putih si a yg order demikian yg hrs bayar hutang ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

facebook like