Mentadabburi Q.S. Al Maaidah: 51

57

 

Lesen Four

Kita akan terus belajar. Masih di kosa kata. Nanti juga kita akan belajar kosa kata dari awal banget malahan. Dari Yaa-ayyuhalladziina Aamanuu.

Kalau tidak salah, mohon koreksian, ada 89 ayat yang diawali dengan kepala ayat yang sama dengan Qs. Al Maaidah ayat 51. Jadi ini semacam keluarga besar. Amazing nanti bila kita disiplin ngajinya, belajarnya, satu demi satu.

Sekarang kita lanjut dulu. Masih belajar tentang kosa kata auliyaa.

Sekarang masuk ke bentuk ke empat.

4.     Bentuk Keempat

وَلَّى يُوَلِّيْ ، وَلِّ ، تَوْلِيَةً ، فَهُوَ مُوَلٍّ ، وَالْمَفْعُوْلُ مُوَلًّى

–    Wallaa (Fi’il Madhi).
–    Yuwallii (fi’il Mudhari’).
–    walli (fi’il Amr) .
–    Tauliyatan (mashdar).
–    Muwallin (Isim Fa’il).
–    Muwallan (Isim Maf’ul.

Maknanya:

وَلَّى فُلَانٌ : أَدْبَرَ وَفَرَّ

–    “Walla Fulaanun” berarti si fulan berpaling.

(Bersambung ke Lesen Faif).

Baca selanjutnya

You may also like...

1 Response

  1. Aditya says:

    Assalamu alaikum..maaf,ustad minta saran apakah sy slh dlm postingan web sy. Sy hanya ingin bener td ridho Alloh. Pencantuman ayat bkn untuk penglaris.bkn. kmd kedua. Apabila si a bekerja pd suatu instansi kt bertugas order barang ttd , kmd dikeluarkan kmd lg mantan bos td tdk mau byr orderan dan ditimpakan kepada si a. Dan si penjual jg nagihnya ke si a bkn yg disetorin barang. Nominal besar jual rumah jg gak seberapa. Apakah krn hitam diatas putih si a yg order demikian yg hrs bayar hutang ?

Leave a Reply

facebook like