Mentadabburi Q.S. Al Maaidah: 51

57

 

Lesen Faif

Harapan saya, dengan kita belajar secara komprehensif, pengetahuan kita sendiri jadi mayan lengkap. Tentu semua ini… Wallaahu a’lam bishshawaab. Wallaahu a’lam bimuraadih. Hanya Allah yang lebih paham kebenarannya dan  maksudnya. Tapi semoga Allah membukakan segala ilmu-Nya buat kita dalam memahami ayat-ayat-Nya.

Ok.  Ini bagian kelima. Bagian terakhir untuk belajar kosa kata auliyaa.

Aslinya, luas lagi panjang. Lebar dan dalam pula. Pembahasan yang lebih komprehensifnya.

Ilmu saya cetek banget. Tapi saya berdoa. Yang cetek ini, bisa ikut memposisikan dengan bekal yang cukup untuk memahami ayat 51 Q.S. Al Maaidah. Tanpa nyerang kepada siapapun. Sebagaimana yang saya katakan di awal, bahwa semua ini, adalah haknya saya. Dan haknya siapapun yang mau belajar, tentang ayat-ayat-Nya. Kesempurnaan milik Allah. Al Haqqu mirrobik. Karenanya semua saya kembalikan kepada Allah.

Kita pun belum belajar tentang ayat demi ayat yang di dalamnya ada kosa kata auliyaa dalam bentuk jamak dan atau waliyy dalam bentuk tunggalnya.

Perasaan saya, baru ini saya agak serius nulis sesuatu. Lepas dari candaan seperti biasa. Sebab apa? Sebab saya takut Allah Ga Ridho. Semoga dengan doanya kawan-kawan, Allah bahkan memberi Ridho juga buat Indonesia dan alam ini. Sebab Rahmat dan Berkah al Qur’an.

Sekarang kita masuk Lesen Faif. Lesen terakhir yang saya cukupkan untuk pembelajaran kosa kata auliyaa. InsyaaAllah kita akan belajar lagi hal lain terus. Jika diizinkan Allah.

Lanjut ya…

Makna kata “Waliyyun/ Auliyaa’”.

وَلِيٌّ: ( اِسْمٌ)
اَلْجَمْعُ : وَلِيُّوْنَ وَ أَوْلِيَاءُ ، اَلْمُؤَنَّثُ : وَلِيَّةٌ ، وَ الْجَمْعُ لِلْمُؤَنَّثُ : وَلاَيَا
اَلْوَلِيُّ : كُلُّ مَنْ وَلِيَ أَمْرًا أَوْ قَامَ بِهِ
اَلْوَلِيُّ : النَّصِيْرُ
اَللهُ وَلِيُّكَ : حَافِظُكَ
وَلِيٌّ صَالِحٌ : عِنْدَ الْمُسْلِمِينَ الرَّجُلُ الْمَعْرُوفُ بِسِيرَتِهِ الْمُسْتَقِيمَةِ وَعِبَادَتِهِ وَسُلُوكِهِ
وَلِيُّ الْعَهْدِ : وَرِيْثُ الْمَلِكِ الَّذِي يَتَوَلىَّ الْحُكْمَ بَعْدَ وَفَاتِهِ

–    “Waliyyun”: kata benda (bentuknya tunggal).

–    Bentuk jamaknya adalah : “Waliyyuuna” / “Auliyaa’” bentuk mu’annatsnya (untuk wanita): “waliyyah” (bentuk tunggal/ mufrad) sedangkan bentuk jamaknya: “walaayaa”.

–    “al-Waliyy” berarti siapapun yang mengurus suatu perkara atau berwenang menjalankannya.

–    “al-Waliyy” berarti penolong.

–    “Allahu waliyyuka” berarti Allah adalah penjagamu.

–    “Waliyyun sholih” di kalangan muslim berarti seseorang yang dikenal perjalanan hidupnya yang istiqomah begitu juga ibadah dan akhlaknya.

–    “waliyyul ‘ahdi” berarti pewaris raja/ penguasa yang memimpin pemerintahan setelah wafatnya (disebut juga putra mahkota).

InsyaaAllah saya masih berkenan belajar dan mengajar. Sampe ketemu di pembelajaran berikutnya.

Atas segala kesalahan dan kekeliruan saya, saya minta maaf. Baik yang terkait dengan pembelajaran ini. Maupun hal-hal lain yang di luar pembelajaran ini. InsyaaAllah, saya Indonesia banget. Semua, sebangsa dan setanah air, adalah saudara saya, sahabat saya, teman saya, keluarga saya.

Salam hormat buat Indonesia, dan dunia. Sampe ketemu di pelajaran berikutnya.

You may also like...

1 Response

  1. Aditya says:

    Assalamu alaikum..maaf,ustad minta saran apakah sy slh dlm postingan web sy. Sy hanya ingin bener td ridho Alloh. Pencantuman ayat bkn untuk penglaris.bkn. kmd kedua. Apabila si a bekerja pd suatu instansi kt bertugas order barang ttd , kmd dikeluarkan kmd lg mantan bos td tdk mau byr orderan dan ditimpakan kepada si a. Dan si penjual jg nagihnya ke si a bkn yg disetorin barang. Nominal besar jual rumah jg gak seberapa. Apakah krn hitam diatas putih si a yg order demikian yg hrs bayar hutang ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

facebook like