Menumbuhkan Kepekaan

Sesama orang kecil aja, bisa ga peka. Apalagi kalo gap terjadi terlalu besar. Antara yang kaya dan yang miskin. Yang the have dan yang papa. Perlu pembelajaran-pembelajaran praktis. Tapi sustain. Berkelanjutan. Peka terhadap masalah-masalah sosial dan kemiskinan. Peka terhadap penderitaan sesama. Senantiasa punya hati dan tangan yang terbuka menolong sesama. Meski misal, keadaan sama-sama susahnya.

Buat orang yang rada senangan, apalagi sampe senang beneran, anak-anaknya, jangan ampe ga dibawa melihat ke bawah. Jangan sampe ga diajarin nginjek bumi. Pake sepatu terus. Di mobil terus. Jangan ampe jadi orang kaya yang ga peduli sama orang miskin, orang susah, lantaran jangan kan begaul. Ngeliat aja, ga pernah. Malahan diajarin menghindar, diajarin ngerasa jijik, jangan nengok, geli, menjauh, dari orang-orang miskin nan susah.

Allah saja yang Maha Kaya, Maha Tinggi, disebut sebagai Robbul Mustadh’afiin. Tuhannya mereka yang kesusahan, yang miskin, yang menderita. Sehingga Allah senantiasa memanggil mereka agar mendekat. Sehingga bisa dibebaskan-Nya dari kesusahan, kemiskinan, penderitaan.

Satu lagi… Mulailah dari diri sendiri. Peka lah. Dengan masalah-masalah sosial. Masalah-masalah perut sekitar. Jangan sampe jeritan mereka, mengundang azab bagi mereka yang hidup senang, tapi ga mau tau sama sekitar.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

facebook like