Menyempurnakan Emosi dengan Mondok

Bagi yang ga pernah mondok, mungkin aneh. Tiap bulan, atau tiap beberapa waktu, pindah-pindah kasur. Pindah-pindah lemari. Sebab pindah-pindah kamar. Mungkin ada yang berpikiran, koq ga simpel amat sih? Kenapa ga isinya aja yang dibawa. Misalnya.
.
.
Maka terlihatlah pemandangan yang bakal pada geli kalo dah pada nikah, kerja, usaha… Kalo dah pada jadi orang… Dulu, bawa-bawa bantal… Guling. Ada yang bawa bonekanya sampe kelas 12. Hehehe. Siapa tuh?
.
.
Gontai ganti kawan… Belajar menyempurnakan emosi. Sebab bersentuhan, bersinggungan, berhubungan, berhadapan, dengan karakter yang berbeda. Dengan latar belakang, adat, akhlak, sifat, sikap… Akhirnya jadi kaya dan dewasa dengan pengalaman.
.
.
Kelebihan lainnya, kawannya bener-bener satu pesantren. Beda banget dengan sekolah biasa. Bisa jadi kawannya itu ya itu-itu aja sampe lulus.

You may also like...

1 Response

  1. siswonesia says:

    Hehe… Tapi kawan seperjuangan dalam kebaikan akan merupakan kawan terbaik…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

facebook like