Yusuf Mansur

Milad Kesembilan PPPA Daarul Quran

daqu5

29 Maret 2016 menjadi hari yang sangat spesial bagi Program Pembibitan Penghafal Alquran (PPPA) Daarul Quran karena bertepatan dengan miladnya yang kesembilan. Milad kesembilan ini sekaligus menjadi launching beberapa program PPPA Daarul Quran di antaranya Quran Call New Edition, Rumah Tahfidz Center, Daqu Movie, dan Mobile Quran, Selasa (29/3) di Ciledug, Tangerang.

Apa yang telah dicapai PPPA Daarul Quran selama sembilan tahun, bukanlah perjuangan yang mudah. Memperkenalkan Alquran di  seluruh wilayah Indonesia menjadi salah satu tujuan utama mereka.

“PPPA Daarul Quran hari ini berusia sembilan tahun, sebuah perjalan yang luar biasa,  dengan semangat dari Ustadz Yusuf Mansur dan teman-teman yang mendukung PPPA Daarul Quran. Kami ingin memperkenalkan Alquran di seluruh wilayah Indonesia, walaupun tentu belum terjangkau semua tapi secara niatan bersama-sama  sekaligus dukungan donatur, mudah-mudahan kita bisa membumikan Alquran di Indonesia,” kata Direktur Utama Daarul Quran Ustadz Anwar Sani.

Ustadz Anwar Sani menuturkan untuk menciptakan manusia yang cinta akan Alquran, ke depannya Daarul Quran akan ada di 5 benua.

“Mudah-mudahan, makanya Ustadz Yusuf  Mansur menyampaikan bukan hanya Indonesia yang menjadi target ikhtiar yang dilakukan Daarul Quran tapi juga beberapa negara yang lain, mudah-mudahan kita bisa mewarnai masyarakat di berbagai penjuru dunia untuk bisa mencintai Alquran,” sambungnya.

Salah satu wujud komitmen mereka dalam menghidupkan dan membentuk generasi pecinta Alquran yaitu dilaunchingnya program yang bernama Quran Call. Quran Call merupakan program belajar Quran gratis melalui telepon. Mirip dengan costumer care atau help desk. Operator pengajarnya merupakan para penghafal Quran yang sebagian besar mahasiswa.

Peserta yang mengikuti program ini bisa menghubungi nomor 08001500311 lalu mendaftarkan diri, setelah itu mereka bisa memilih surat apa saja yang diinginkan dan nantinya akan didata sehingga ketika menelepon kembali peserta bisa langsung melanjutkan.

Sejarah Daarul Quran tidak bisa dilepaskan dari kiprah dakwah Ustadz Yusuf Mansur yang fokus mengajak umat Islam untuk lebih mencintai Alquran dan gemar bersedekah. Awal tahun 2000, Ustadz Yusuf Mansur mulai berdakwah setelah berhijrah dari permasalahan hidup yang membelitnya. Dia memulai dakwah dengan memperbaiki diri sendiri. Caranya adalah dengan menghafal Alquran. Kerabat dekatnya juga dia ajak untuk melakukan amalan ini.

Pendirian pesantren pun terjadi secara tidak sengaja ketika ada seorang tamu datang ke kediaman Ustadz Yusuf Mansur.  Tamu tersebut adalah ustadz bernama H Ahmad. Dia sedikit mengadu tentang keadaan pondok pesantren yang dirintisnya yang memang butuh suntikan dana di tahun 2003.

Sore harinya, tanggal 5 Juli 2003  Ustadz Yusuf Mansur meminta beliau menempatkan santri di rumah Ustadz Yusuf Mansur, di sinilah cikal bakal dakwah Daarul Quran melalui sedekah dan gerakan menghafal Alquran.

Motivasi Ustadz Yusuf Mansur hanya satu yaitu menjaga hafalan Qurannya. Dia yakin cara terbaik untuk menjaga hafalan Quran adalah dengan mengajar. Selain itu, dia juga ingin selamat dan butuh sekali pertolongan Allah.

“Sedangkan Allah bilang, kalau kita rajin membantu orang, rajin sedekah, akan dibantu. Jadi, waktu itu sekitar delapan orang anak kemudian dipondokkan di rumah. Jadilah cikal bakal Ponpes Daarul Quran Wisatahati,” tutur Ustadz Yusuf Mansur.

Pentingnya menghidupkan Quran juga disampaikan oleh Ketua Bidang Pendidikan dan Dakwah Daarul Quran, Ustadz Ahmad Jameel dalam tausiahnya. Dia menyampaikan kalau seorang muslim tidak boleh meninggalkan Alquran. Selain itu, kewajiban hamba Allah adalah membaca Alquran dan terjemahannya.

“Orang yang meninggalkan Alquran itu adalah mereka yang tidak perhatian, tidak mendengarkan lagi Alquran, tidak beriman lagi dengan Alquran, kemudian enggak perhatian dengan gerakan Alquran. Masya Allah,” tuturnya

Hal serupa disampaikan oleh Ustadz Anwar Sani. “Jangan nunggu sempet untuk baca Alquran, tapi sempetin baca Alquran. Jangan nunggu waktu luang untuk baca Alquran tapi luangkan waktu untuk baca Alquran,” ujarnya.

Acara ditutup dengan peresmian launching program-program PPPA Daarul Quran sekaligus gunting pita yang dihadiri para pemimpin Daarul Quran, Ustadz Ahmad Jameel, Ustadz Tarmizi dan Ustadz Anwar Sani.

 

 

 

 

Exit mobile version