Mintalah Bantuan Allah, Segalanya Akan Jadi Sederhana

Nasib Ustadz

 

Nasib Ustadz… Hehehehe. Dari kawan saya, Armun.

Yup. Memang juga akan berat bila memimpin tanpa bantuan Allah. Siapa pun. Maka pesan saya kepada dunia politik, mintalah bantuan Allah. Segalanya akan jadi sederhana. Kepada semua pemimpin, bawalah yang dipimpinnya menuju Allah dan meminta bantuan Allah. Maka tujuan-tujuan kepemimpinan, target-target, cita-cita, akan dibantu oleh Allah.

Bukan hanya Jakarta loh yang milik Allah. Tapi semua kota di dunia. Setiap jengkalnya, ke atas atau ke bawahnya, dengan segala rupa persoalan dan permasalahannya, keruwetannya, keinginannya, adalah milik Allah. Bahkan apa-apa yang ada di atasnya semua kota dan apa-apa yang ada di dalamnya. Semua ada di dalam Genggaman Allah.

Dzaalikaa ‘alalllaahi yasiir… Semua itu buat Allah teramat mudah.

Di ayat yang lain, Allah mengatakan, … Hayyin… Mudah sekali. Teramat mudah… Jadi, membangun Jakarta? Menjaganya, merawatnya, mengembangkannya? Mudah. Buat siapa? Bukan buat Gubernur dan bukan buat siapapun, bila namanya masih manusia. Tapi buat Allah. Tuhan seru sekalian alam.

Dan maasyaaAllah-nya, saya dan banyak lagi manusia, sudah merasakan kebenaran kalimat ini. A kata Allah, A. B kata Allah. Maka B juga adanya dan jadinya.

Lalu bagaimana jika ada satu kaum, satu negeri, berhasil dalam pembangunannya? Sedang mereka bahkan bukan hanya tidak bertuhan Allah. Tapi juga tidak kenal. Gimana?

Buat saya, keberhasilannya, masih bukan keberhasilan. Sama seperti Saudara dagang, lalu berhasil. Sukses. Jaya. Tapi Saudara ga beriman, lupa sama Allah. Ga inget. Jauh. Lah, buat saya, itu mah kemunduran. Kenapa juga kita ga bisa maju? Dan juga berketuhanan Yang Maha Esa? Beriman? Beramal saleh? Beribadah? Bisa koq. Jangan mau ukurannya hanya ukuran-ukuran dunia. Kita punya ukuran yang the best. Apa itu? Dunia akhirat. Fiddunia hasanah, wafil aakhiroti hasanah. Bahkan… Waqinaa ‘adzaabannaar. Sukses, jaya, tangguh, berhasil, bahagia, selamat, keren, top, di dunia, dan juga kelak di akhirat. Kemudian selamat pula dari azab neraka-Nya. Yakni saat di dunianya, jauh dari maksiat dan dosa.

Doa saya dan kita semua, untuk semua pemimpin di dunia, dan yang dipimpinnya.

Salam, @Yusuf_Mansur.

 

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

facebook like