Moyavidi Bukan Proyek Saya

Izin. Narasi ini juga masih kurang tepat. Sebab Moyavidi bukan proyek saya. Bukan punya saya.

Dulu, di awal-awal narasi gerakan Indonesia Berjamaah, ada kawan yang juga ikutan men-support gerakan ini. Dan membuat proyek ini. Saya malah ngasih tau, bahwa saya kala itu, ditegur pemerintah.

Tapi saya tetep bantu, sebab niatnya baiik. Hanya perlu dijalankan dengan cara-cara yang benar. Cara-cara yang udah dikasih tau pemerintah. Saya semangat bener. Sebab secara visi misi, bener.

Adapun proyek saya banget dan kawan-kawan adalah yang Hotel Siti.

Narasi ini kemudian jadi campur baur. Sebab kayak emang ga terpisahkan sama saya. Gak apa-apa. Resiko campaign. Saya seneng-seneng aja.

Malah kebaikan dari saya dengan izin Allah adalah karena waktu itu yang ikutan Moyavidi adalah kawan-kawan Paytren dan jumlahnya, “hanya” 1,5 M (satu setengah milyar)

Ya saya bilang, “Ya udah, saya take over. Saya yang bayar. Saya yang pulangin. Saya yang nyelesain. Caranya adalah dengan men-switch jadi saham Hotel Siti.

Sok jago. Hehehe.

Tapi kan ini kebaikan. Nyatanya, dah kembali juga sampe 90%, untuk sesuatu yang ga perlu saya kembalikan. Wong bukan proyek saya. Demikian.

Mohpn doa.

Biar selesai semua. Saya ga pernah menyesali. Malah makin semangat mengusung tema-tema ekonomi ummat.

Met SIT. Met AYM.

Shalawat, istighfar, tasbih.

Amalan Yusuf Mansur empat surat.

Al-Mulk, Al-Waaqi’ah, Ar-Rahmaan, Yaasiin.
____________________________
Buku Terbaru: Kekuatan Impian Kekuatan Percaya Perjalanan Impian Perjalanan Percaya

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: