• 2-iklan BYM

  • 4-banner-sto

  • home ym com

  • Tahfizh Camp artikel

  • 8ac0a7a2-b1f7-43d2-998d-1ef08bc4e4a4

  • sedekah online
  • sedkah produktif

Muhammad Mansur Al-Batawie

MUHAMMAD Mansur Al Batawie adalah satu dari sekian banyak ulama berpengaruh di Jakarta. Guru Mansur lahir di Kampung Sawah, Jembatan Lima, Jakarta Barat pada 1878.

Ridwan Saidi, dalam bukunya ‘Profil Orang Betawi, Asal Muasal, Kebudayaan, dan Adat Istiadatnya’ mengatakan, Guru Mansur adalah seorang Guru sejati yang satu generasi dengan Guru Mugni dari kampung Kuningan. Guru Mansur merupakan penerus Guru Mujtaba dari kampung Mester yang bergelar syaikhul masyaikh alias guru dari segala guru.

Gelar Guru dalam budaya Betawi ialah ulama yang mempunyai keahlian dalam suatu disiplin ilmu tertentu, mempunyai otoritas untuk mengeluarkan fatwa dan memiliki kemampuan mengajar kitab. Seluruh waktunya dihabisinya di masjid atau madrasah yang ada di dekatnya.
Menurut Engkong Ridwan, orang Betawi mengklasifikasikan penganjur agama dalam tiga kriteria yakni guru, mualim, dan ustadz. Mualim merupakan orang berilmu yang memiliki otoritas mengajarkan kitab namun tidak bisa mengeluarkan fatwa, sementara ustadz lebih menitikberatkan pada pengusaan ilmu-ilmu pengetahuan dasar agama, termasuk membaca Alquran.

Guru Mansur adalah putra Imam Abdul Hamid bin Imam Muhammad Damiri bin Imam Habib bin Abdul Mukhit. Abdul Mukhit adalah pangeran Tjokrodjojo, Tumenggung Mataram. Karenanya, Guru Mansur diyakini memiliki trah Mataram dari garis ayahnya.

Baca selanjutnya

You may also like...

1 Response

  1. sharingkali says:

    MasyaAllah… Baru tahu ada juga ulama al-betawie yg mashur. Semoga bermunculan ulama2 Mansur Al betawie yg terus memperjuangkan islam di tanah sunda kelapa..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 chars

Kode *
Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.