Pengalaman Ga Boong

Yusuf Mansur

Pengalaman Ga Boong (1)

pengalaman ama engga pengalaman, emang ga bohong.

biar gimana pengalaman itu perlu. mengalami itu, penting.

bila tau-tau ada di puncak, pasti masalah.

2:
menikmati kenaikan, menikmati keberhasilan, menikmati kesuksesan, menikmati kejayaan, menikmati posisi, penting mengalami pengalaman demi pengalaman dari bawah.

percepatan mungkin-mungkin aja. tapi naik yang natural, berhasil yang natural, sukses yang natural, jaya yang natural, punya posisi tinggi, on the top, tapi tetep yang natural. kalo engga, emang ga bohong.

3:
menjadi kaya, juga menjadi miskin, berproses. siapapun yang judulnya sekonyong-konyong, pasti akan belepotan.

berproses pun, bagus juga agak berlama-lama sedikit. mengalami lebih banyak pengalaman. jika tidak, tetap nanti akan kurang pengalaman.

silahkan dimultitafsirkan. tapi sengaja saya buat umum. sebab ini untuk semua.

4:
saya contohkan di dunia pesantren.

jika ada anak madrasah ibtidaiyah, putra kyai, masih kelas 3 SD, lalu diamanahi mimpin pesantren, tetap akan ada banyak hal yang terjadi.

kita contohkan yang lulusan universitas di luar negeri. sebut saja, jebolan timur tengah, maka ia harus berproses dari bawah. baru kemudian keren masa kepemimpinannya nanti saat memimpin pesantren.

5:
dia ga usah buru2 mimpin pesantren. dinikmati aja dulu. jajal di administrasi dulu. meskipun ia lulusan S2 timur tengah misalnya. terus pindah ke bagian keuangan. pindah ke bagian akademik. kemudian sambil ngajar, pelan-pelan jadi wali kelas. terus jadi wakil bidang akademik.

bilamana perlu, keluar dulu. S3 dulu. di luar. sambil jajal ngabdi di lembaga lain.

balik lagi, kemudian jadi kepala sekolah. yang berkoordinasi sama pemimpin tertinggi pondok.

setelah beberapa tahun, baru kemudian jadi pimpinan pondok.

6:

kenapa Allah juga membimbing kita? dengan serangkaian masalah, serangkaian kejadian? kadang naik turunnya, belok kanan kirinya, tajem, patah, dramatis.

ternyata semua untuk membuat kita juga, “pengalaman”.

dengan pengalaman, akan kaya emosi, colorful. berguna bagi kehidupan kita sendiri. mateng, bijaksana, berwawasan luas, arif, sebab kaya dengan asam garam kehidupan.

so, bagaimana dengan pengalaman kawan-kawan? bagaimana hubungannya dengan percepatan, kondisi yang memungkinkan? lingkungan yang mendukung dan atau sebaliknya? goretkan di komen-komen di forum ini. selebihnya, selamat menemukan hikmah dari segala kejadian dan pengalaman.

Met SIT. Met AYM.

Shalawat 100, istighfar 100, tasbih 100.

Amalan Yusuf Mansur empat surat.

Al-Mulk, Al-Waaqi’ah, Ar-Rahmaan, Yaasiin.
____________________________

Kuliah Wisatahati untuk hidup yang lebih baik lagi: kuliahwisatahati.com

Buku Terbaru: Kekuatan Impian Kekuatan Percaya Perjalanan Impian Perjalanan Percaya

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: